Terjebak Cinta Seorang CEO

Terjebak Cinta Seorang CEO
PART 31


__ADS_3

Tiba di rumah Amanda. Gadis itu turun dari mobil tapi sebelum masuk, Amanda sempat melambaikan tangan ke arah Brian dan di balas senyuman oleh pria itu.


Brian yang belum rela berpisah dengan Amanda keluar dari mobil dan menghampiri gadis cantik yang baru berapa jam sudah resmi jadi pacarnya.


"Kenapa?" tanya Amanda keheranan.


"Aku lupa sesuatu," ucap Brian.


"Apa ada barang yang ketinggalan?" tanya Amanda dengan polosnya.


Brian tersenyum melihat kepolosan sang gadis.


"Ya, kamu melupakan sesuatu," ucap Brian.


"Aku rasa tidak ada," Amanda yang mengingat tidak ada barang satupun punya dia yang ketinggalan.


"Ini," ucap Brian tersenyum sambil menunjuk bibirnya.


Amanda semakin bingung dengan apa yang di lakukan Brian. Kenapa lelaki itu tampak semakin aneh semenjak menjadi pacarnya padahal mereka baru saja pacaran.


"Kenapa dengan bibirmu? kamu sariawan?" tanya Amanda yang tidak mengerti dengan kode Brian.


"Mana ada sariawan sayang, kamu nggak ngerti kode yang aku kasih?"


"Kode apa lagi ini aku nggak ngerti,"


"Sebelum aku pulang, kamu kasih satu kiss dulu ke aku,"


Sontak saja Amanda melotot karena permintaan dari Brian.


"Gimana? kalau kamu tidak setuju aku tidak akan pulang malam ini,"


"Dasar pemaksa," jawab ketus Amanda.


"Aku tidak peduli, sekarang ciu-," ucapan Brian terpotong karena Amanda sudah menciumnya.


Amanda yang akan menyudahi perbuatannya Brian malah menahan tengkuk Amanda agar ciuman itu lebih sedikit lama.


Di rasa sudah cukup Brian melepaskan tautan bibir mereka, sekilas Brian mencium pipi kanan Amanda membuat Amanda tambah semakin malu dan deg-degan.


"Aku pulang dulu sayang," ucap Brian dengan senyjm termanisnya.


Amanda hanya mengangguk, lalu melambaikan tangan ketika mobil Brian sudah meninggalkan halaman rumahnya.


"Bisa kena serangan jantung kalau lama-lama sama dia," gumam Amanda memegang dadanya.


Besok harinya, Brian sudah berada di perusahaan dan saat ini lagi di sibukkan dengan pekerjaan. Asistennya Farel pun sibuk dengan mempersiapkan keperluan atasannya untuk keberangkatan mereka di LOA besok.

__ADS_1


"Saya sudah menyiapkan keperluan anda besok Pak, dan jadwal keberangkatan pukul 08:00," ucap Farel.


"Baiklah dan jangan sampai ada ketinggalan,"


"Iya, Pak."


Kemudian melanjutkan kesibukan mereka masing-masing.


Brian menjeda waktu kerjanya lalu mengambil ponsel miliknya dan mencari nama sang pujaan hati untuk memberitahukan kalau besok dia akan pergi ke LOA karena ada yang harus ia urus disana.


💌


(Sayang, apa kamu sibuk?)


Isi pesan Brian kepada Amanda.


Di tempat lain Amanda yang kebetulan tidak begitu sibuk karena toko masih sepi, gadis itu segera mengambil ponsel dan membaca isi pesan yang barus dikirim seseorang.


Amanda pun membalas pesan dari Brian.


💌


(Tidak, toko masih sangat sepi) balas pesan Amanda.


(Setelah jam istirahat aku akan menemuimu) Brian.


Brian sudah menyelesaikan pekerjaan lalu menghubungi Farel, Brian menyuruh Farel untuk tetap stay di perusahaan karena dirinya akan pergi menemui sang pacar.


"Bos akan makan dilluar?" tany Farel.


"Tidak, saya akan menemui pacar saya," ucap Brian dengan datar.


"Memangnya bos punya pacar?" seketika Farel terkejut dengan ucapan Brian barusan.


"Seperti yang kamu dengar," balas Brian lalu meninggalkan Farel dengan rasa penasaran.


Farel menggeleng tidak percaya dengan apa yang di katakan Brian baru saja.


"Sejak kapan tuh curut pacaran hahaha," gumam Farel tertawa.


"Apa mungkin yang di maksud Brian pacarnya itu nona Amanda,"


"Wah nona Amanda, kau mesti di beri medali penghargaan karena bisa meluluhkan kutub utara itu haha,"


Farel berbicara dengan dirinya sendiri sembari mengingat Brian yang tak lain sahabat kecil dia karena sudah membuka hati pada seorang perempuan.


Brian yang sudah sampai di toko bunga, melihat Amanda sedang melayani pembeli. Pria itu memilih berdiri di depan sambil menunggu gadisnya selesai dengan kesibukannya.

__ADS_1


Selesai melayani pembeli Amanda melihat Brian yang sudah berdiri di depan sambil melihat kearahnya. Amanda tersenyum lalu menghampiri Brian.


"Mau sampai kapan berdiri disitu?" tanya Amanda terkekeh pelan.


"Kamu nggak nawarin aku masuk," ucap Brian.


"Dasar manja," lalu tanpa sadar Amanda menggandeng tangan Brian dan mengajaknya duduk di dalam.


Mendapat perlakuan manis dari Amanda, dengan senang hati Brian menerimanya.


"Sayang, kita makan siang dulu sekalian ada yang mau aku omongin ke kamu," ajak Brian yang sudah duduk di samping Amanda.


"Aku ada bawa bekal, buat aku satu buat kamu. Tadi pagi aku buatin sarapan," ucap Amanda.


"Benarkah?"


"Lalu dimana makanannya?"


"Sebentar aku akan mengambilkannya."


Amanda mengambil dua kotak bekal makanan untuknya dan Brian. Brian begitu menikmati makanan buatan Amanda, gadis itu memang pintar masak.


"Apa yang mau kamu omongin?" tanya Amanda di sela-sela makan mereka.


"Besok pagi aku akan berangkat ke LA, ada pekerjaan yang harus aku selesaikan disana," jelas Brian.


Amanda terdiam mendengar apa yang di katakan Brian.


"Berapa lama kamu disana?" tanya Amanda serius.


"Mungkin 3 hari sayang, secepatnya aku akan pulang,"


Amanda hanya mengangguk sebagai jawabannya, dan kembali melanjutkan. Entah kenapa dia merasa tidak senang untuk berjauhan dari Brian, bahkan Amanda bingung dengan perasaannya sendiri.


Brian melihat perbedaan Amanda langsung menggenggam tangannya.


"Ada apa?" tanya Brian lembut.


"Aku tidak apa-apa,"


"Apa kamu tidak senang jika berjauhan denganku, hm?"


"Bagaimana bisa kamu berpikir seperti itu, aku baik-baik saja,"


"Sayangnya matamu berkata lain sayang,"


"Sudahlah jangan berlebihan seperti itu, habiskan makananmu,"

__ADS_1


Brian mengangguk lalu mereka kembali menikmati makanan.


__ADS_2