Terjebak Cinta Seorang CEO

Terjebak Cinta Seorang CEO
BAB 5


__ADS_3

Sepulang kerja Amanda sudah kembali ke kontrakan. Terlihat Amanda sedang membersihkan seluruh kontrakannya. Selesai dengan semua pekerjaannya Amanda duduk sambil memainkan ponselnya.


Karena merasa lapar Amanda melihat jam di ponselnya yang sudah menunjukkan pukul 04:12. Amanda beranjak dari tempat duduk dan berniat untuk memasak sesuatu untuknya.


Amanda melihat bahan-bahan makanan di dapur sudah pada habis semua. Akhirnya dia berniat untuk pergi berbelanja bahan makanan.


"Ya ampun udah pada habis mana lupa belanja lagi tadi tuh," ucap Amanda sambil menepuk jidatnya.


"Mau nggak mau aku harus belanja,"


Kemudian Amanda keluar untuk bersiap-siap berbelanja kebutuhan dapur. Amanda keluar dan tak lupa mengunci pintu kontrakan setelah itu mengemudikan motornya meninggalkan kontrakan.


Sampai di tempat perbelanjaan Amanda segera turun dan berjalan masuk untuk segera memilih apa saja yang mau di beli. Amanda sudah membeli beberapa bahan yang di butuhkan dan segera membayar semua belanjaan.


"Akhirnya selesai, waktunya pulang." ucap Amanda.


Sampainya di rumah Amanda segera masuk ke kontrakannya dengan menenteng beberapa belanjaannya. Amanda segera menata rapi di dapur dan dengan telaten Amanda memotong bahan-bahan untuk di masak.


Amanda yang sudah selesai memasak sudah menyajikan di meja makan yang berukuran sangat kecil yang hanya pas untuk dua orang.


Hari sudah gelap Amanda baru saja selesai melaksanakan sholat Isya. Tiba-tiba terdengar dering ponsel Amanda.


📱


"Halo, ada apa, Fel?" tanya Amanda.

__ADS_1


".............................?"


"Sekarang?"


"............"


"Iya bentar aku siap-siap dulu."


Mendapat telepon dari Feli sahabatnya Amanda segera bersiap-siap untuk menemui Feli. Feli menyuruh Amanda untuk menemuinya di Cafe dekat toko bunga milik Feli.


Amanda yang sudah selesai segera mengemudikan motornya menuju Cafe. Berapa menit kemudian Amanda sudah sampai. Amanda bisa melihat jika Feli tengah duduk sendiri di kursi dekat jendela.


"Kamu kok lama banget sih, Man?" tanya Feli sambil mengerucutkan bibirnya.


"Hehehe iya-iya," ucap Feli terkekeh pelan.


"Ngapain kamu ngajak ketemuan disini?"


"Aku bosen aja di rumah, Man. Papa sama Mama aku lagi nggak ada jadi aku bete sendirian di rumah. Jadi aku kesini ngajak kamu aja,"


"Oh ya kamu pesen makan dulu gih, tenang aku yang traktir"


"Aku masih kenyang, Fel. Pesen minuman aja deh,"


"Okeh."

__ADS_1


Setelah itu Amanda memesan minuman untuknya. Mereka tengah asyik berbicara sampai tidak menyadari bahwa ada sosok pasang mata yang lagi memerhatikan mereka lebih tepatnya menatap Amanda.


Ya Brian. Brian yang baru saja akan turun dari mobilnya tanpa sengaja matanya menangkap sosok yang selalu menghantui pikirannya. Brian lagi bersama Farel di mobil.


Brian masih terus menatap Amanda yang lagi tertawa bersama temannya. Sedangkan Farel yang melihat aneh sahabatnya yang sedang tersenyum sendiri mengikuti arah pandangan Brian.


Farel melihat ada gadis cantik yang sedang berbicara dengan temannya. Farel yang mengetahui Brian lagi menatap gadis itu langsung menyenggol lengan Brian.


"Hati-hati kesambet," ucap Farel tertawa.


Brian akhirnya sadar dan langsung mengubah ekspresi wajahnya menjadi datar seperti biasa.


"Tumben banget kamu natap perempuan seserius itu hahaha, naksir?" tanya Farel tertawa.


"Ngaco," sahut Brian.


"Jadi makan apa mau natap perempuan itu terus?" goda Farel.


"Balik aja ke rumah," ucap Brian yang sudah tidak berselera makan.


"Widih baru aja nyampe bro,"


"Udah makan di rumah aja,"


Mau tidak mau Farek akhirnya menuruti permintaan Brian dengan wajah yang kesal karena Brian akan tetapi dia juga senang karena Brian diam-diam naksir sama perempuan itu.

__ADS_1


__ADS_2