Terjebak Cinta Seorang CEO

Terjebak Cinta Seorang CEO
PART 29


__ADS_3

Brian dan Farel yang berada di tempat yang sama dengan Amanda, mata elang Brian menangkap sosok Amanda sedang makan bersama cowok yang Brian kenal yang tak lain ada Reyhan.


Dengan tatapan membunuhnya Brian menahan amarah yang bisa saja ia luapkan saat ini juga akan tetapi di tahan.


Farel yang melihat Brian mengikuti arah mata Brian, seketika Farel pun mengerti kenapa Brian bisa berubah seketika. Ternyata disana ada Amanda gadis yang sudah memikat hati atasannya itu.


Karena sudah tidak bisa menahan rasa marah, akhirnya Brian tanpa mengucap satu kata pun langsung meninggalkan Farel dan berjalan menghampiri meja yang dimana ada Amanda dan Reyhan.


Sontak saja Amanda dan Reyhan kaget dengan kedatangan seseorang yang tiba-tiba saja menggebrak meja dengan kasar. Amanda kaget seketika melihat yang menggebrak meja ternyata Brian sama hal dengan Reyhan.


"Pak Brian!?" ucap Reyhan heran dan sedikit bingung.


"Ikut saya!" ucap Brian dengan aura dingin dan langsung menarik Amanda keluar dari tempat itu tanpa menjawab ucapan Reyhan.


Farel yang melihat itu langsung mengikuti langkah Brian yang menarik Amanda menuju parkiran mobil. dan saat itu Brian meminta Farel untuk pulang sendiri dan di setujui oleh Farel.


Sedangkan Amanda minta tangannya di lepas karena Amanda merasa sakit di pergelangan tangannya akibat Brian.


"Lepasin tangan saya," ucap Amanda sedikit berontak.

__ADS_1


"Diam!" bentak Brian.


Seolah tuli dengan ocehan Amanda yang meringis kesakitan, Brian tetap saja memaksa Amanda untuk masuk ke dalam mobilnya. Lalu mengemudikan mobilnya dengan kecepatan cepat.


Brian tidak mengantar Amanda pulang melainkan membawa gadia itu ke apartemen milik Brian yang letaknya tidak terlalu jauh dengan perusahaan.


20 menit kemudian mereka sudah sampai di apartemen, Brian langsung membawa Amanda ke dalam untuk masuk. Gadis itu sudah tidak bisa berfikir jernih karena Brian membawanya ke apartemen.


Saat tiba di kamar apartemen, Brian langsung mendorong Amanda dan langsung mehujamnya dengan pertanyaan-pertanyaan.


"Apa yang kamu lakukan dengan pria sialan itu, hm?" tanya Brian.


Aura yang begitu dingin bahkan wajah yang terlihat datar begitu di rasakan oleh Amanda. Brian berjalan lebih mendekat ke arah tubuh Amanda, Amanda hanya memundurkan tubuhnya ke belakang.


"Aku tanya sekali lagi Amanda, apa yang kamu lakukan dengan pria itu?" suara Brian sudah sedikit keras.


"Aku sudah bilang ini bukan urusanmu, kamu bukan siapa-siapa jadi tolong jangan menggangguku,"


"Amanda!" bentak Brian marah.

__ADS_1


"Kamu senang di sentuh sama pria sialan itu hm? kamu senang huh!"


"Berani-berani dia menyentuh tubuh gadis yang aku cintai tanpa seizinku, dan kamu dengan senangnya menikmati sentuhan darinya Amanda," ucap Brian marah.


Amanda kaget dengan ucapan Brian dan juga dengan suara Brian yang sudah meninggi tepat di depannya. Mata Amanda berkaca-kaca karena takut di bentak. Amanda langsung mendorong Brian yang di hadapannya lalu akan berlari keluar dari kamar.


Sebelum memegang pintu, Amanda sudah di tarik paksa oleh Brian. Sontak saja membuat keduanya saling berhadapan dan posisi mereka begitu dekat.


Amanda berusaha memukul dada Brian agar pria itu melepaskan tangannya dari pinggang ramping Amanda, tetapi nihil Brian malah semakin menarik Amanda agar lebih dekat dengannya.


"Lepasin!" ucap Amanda berusaha memberontak.


"Kenapa? apa kamu tidak suka saya menyentuhmu sedangkan dengan pria sialan itu kamu mau?"


"Bahkan aku bisa lebih berbuat lebih dari ini Amanda," ucap Brian sedikit mengancam.


"Brian kamu apa-apaan sih jangan seperti ini,"


"Diam!"

__ADS_1


"Lepasin, di luar sana banyak gadis yang cantik kenapa harus aku. Tolong lepasin dan jan---,"


Seketika Amanda terdiam dan membulatkan matanya ketika Brian menc*um bibirnya. Amanda berusaha melepaskan ciuman itu akan tetapi tenaga Brian jauh lebih besar di bandingkan dia.


__ADS_2