Terjebak Cinta Seorang CEO

Terjebak Cinta Seorang CEO
PART 27


__ADS_3

Tiba di rumah, Amanda segera turun dari mobil tak lupa mengucap terima kasih kepada Brian. Bahkan ia sempat minta maaf karena sudah berfikir lelaki itu akan menculiknya tapi ternyata dugaan dia itu salah, melainkan Brian mengajaknya untuk makan malam bersama keluarga Brian.


"Makasih Tu- eh maksudnya Brian," ucap Amanda dengan tersenyum.


"Hmm, masuklah." balas Brian di balas anggukan oleh gadis cantik itu.


Saat Amanda mau keluar tiba-tiba lengannya di tahan oleh Brian, Brian pun tidak tahu mengapa dia punya nyali seberani ini.


"Eh ada apa?" tanya Amanda dengan raut wajah bingung.


Brian mendekatkan dirinya lebih dekat lagi ke samping Amanda, membuat Amanda sedikit gugup bahkan hembusan nafas Brian terasa sampai di wajahnya.


Amanda menahan nafas saat wajahnya dengan wajah Brian sudah sangat berdekat bahkan posisi mereka terlihat sedikit intim. Brian menatap Amanda dengan serius bahkan Amanda sendiri sudah sangat menahan rasa deg-degan karena Brian.


"Oh tuhan apa dia mau menciumku?" batin Amanda.


Brian menatap ke arah bibir Amanda, dengan susah payah pria itu menahan agar tidak menerobos bibir pink yang sangat menggoda imannya. Brian melihat Amanda sudah menutup mata langsung tersenyum lalu menyentil hidung Amanda.


"Aww!" pekik Amanda refleks membuka mata.


"Kamu kenapa tutup mata? kamu mengira kalau saya akan mencium mu?" tanya Brian terkekeh.

__ADS_1


"Bapak jangan terlalu geer, siapa juga yang mau di cium,"


Amanda mencoba menahan rasa gugupnya dan langsung keluar dari mobil, sedangkan Brian lelaki itu malah tertawa melihat sikap Amanda yang terlihat sangat lucu karena berhasil membuat gadis itu gugup bahkan bisa dilihat pipi Amanda merah.


"Aku pastikan kamu akan menjadi milikku Amanda Deandra, kamu hanya milikku." ucap Brian.


Hari Brian sudah rapi dengan setelan jas yang melekat di tubuhnya, lalu Brian turun ke bawah untuk sarapan bersama orang tua Brian.


"Sarapan dulu sayang," ucap sang mama.


"Gimana pekerjaan kamu?" tanya sang papa.


"Lancar Pa, minggu depan Brian akan ke London untuk mengurus pekerjaan disana," ucap Brian.


"Mungkin 3 hari,"


Lalu mereka kembali melanjutkan sarapan mereka.


Di tempat lain , Amanda yang masih tidur tiba-tiba mendengar suara dering ponselnya alhasil membuatnya terganggu.


Amanda meraih ponselnya dan ternyata yang menelponnya adalah Feli Amanda segera mengangkat panggilan tersebut.

__ADS_1


📞


"Halo, ada apa fel pagi-pagi udah telpon?" tanya Amanda.


"............."


"Loh kok bisa? kapan berangkatnya?"


"............."


"Yah aku di tinggal, kamu kok tiba-tiba banget kesana. Aku sendiri yang ngurus toko bunga dong,"


"............"


"Baiklah kamu hati-hati ya, byee,"


Usai menutup sambungan telepon Amanda langsung lemes, karena sahabatnya itu akan pergi ke Australia karena ada urusan pribadi kata Feli. Jadi Feli meminta tolong agar Amanda yang akan mengurus toko bunga untuk sementara waktu.


Siang harinya di perusahan J, Brian baru saja keluar dari ruang rapat dan diikuti Farel. Banyak karyawan yang menunduk hormat kepada mereka berdua, tak lupa dengan pujian untuk dua orang manusia yang sangat tampat bak dewa yunani.


Ketika sudah berada di dalam ruangan CEO, Brian sudah menyuruh Farel kembali ke ruangannya yang tidak jauh dari ruangan milik Brian. Farel mengangguk patuh lalu meninggalkan ruangan Brian.

__ADS_1


Brian meraih ponsel di sakunya, lalu mengirim pesan kepada Amanda. Tak mendapat balasan apapun dari Amanda membuat Brian kesal, karena Amanda lah gadis yang berani mengabaikan pesan bahkan tidak segan mematikan telpon dari Brian.


"Akh! apa-apaan ini, berani-beraninya dia mengabaikan pesan dari aku," geram Brian.


__ADS_2