
Selepas dari tempat kerja Amanda, mereka memutuskan untuk berjalan-jalan. Setelah di rasa cukup berjalan-jalan kini Brian mengajak Amanda ke Mall. Banyak pasang mata yang menatap kagum bahkan ada yang tidak suka dengan Amanda yang berjalan sambil bergandengan dengan CEO ternama di kota ini. Banyak yang tidak mengetahui jika Amanda lah calon istri Brian, yang mereka tahu hanyalah seorang model Internasional.
"Bukannya Pak Brian pacarnya seorang model ya, lalu siapa perempuan itu?"
"Dasar perempuan nggak tahu diri paling dia hanya mengincar harta Pak Brian saja,
"Wah mereka serasi sekali,"
"Apa matamu buta jelas-jelas Pak Brian itu sudah mempunyai kekasih bahkan kekasihnya seorang model bukan kayak perempuan itu, tampilannya saja keliatan norak,"
Begitulah kira-kira pendapat orang-orang tentang Amanda, gadis itu hanya menunduk. Brian yang tahu akan perasaan gadisnya menatap tajam ke arah mereka, tatapan itu sungguh mengintimidasi orang-orang yang berusaha menjatuhkan Amanda. Mereka yang melihat tatapan mematikan dari Brian langsung menciut dan pergi begitu saja.
"Jangan menunduk sayang kamu harus melawan orang-orang jika mereka mencoba menjatuhkanmu, lawanlah jika kamu mampu kalau tidak aku sendiri yang akan menyingkirkan kuman seperti mereka," ucap Brian sambil menggenggam tangan Amanda memberi kekuatan agar gadisnya tidak menunduk jika bertemu orang seperti itu.
Amanda tersenyum seraya mengangguk, karena dirinya pun tidak begitu mampu melawan orang-orang kaya seperti mereka.
"Terima kasih aku pasti akan melawan mereka," ucap Amanda.
Lalu mereka masuk ke salah satu tempat gaun yang berkualitas di Mall ini, Brian sengaja mengajak Amanda karena malam ini dia akan melamar Amanda kembali karena saat itu Amanda sempat menolaknya.
"Selamat datang Tuan muda Brian, ada yang bisa kami bantu?" sapa pelayan sopan.
"Berikan aku salah satu gaunyang berkualitas terbaik disini," ucap Brian dengan nada dingin seperti biasa.
__ADS_1
"Baik Tuan,"
"Memangnya baju itu untuk siapa, Bi?" tanya Amanda bingung.
"Untukmu sayang karena malam ini aku akan mengajakmu ke suatu tempat dan aku mau kamu memakai baju pilihanku sendiri," ucap Brian mengelus pipi Amanda.
"Untukku? memangnya kita akan kemana?"
"Yes untukmu, itu rahasia nanti kamu akan tahu sendiri."
Tak lama gaun yang di bawakan oleh pelayan pun datang, terlihat begitu mewah dan bagus desain gaun itu. Amanda saja terpukau melihat keindahan gaun tersebut. Lalu pelayan itu mengajak Amanda untuk mencoba gaun, Amanda hanya mengikuti arah langkah pelayan lalu segera masuk ke dalam ruang ganti.
Amanda melihat tubuhnya di cermin dengan tubuh yang sudah berbalut gaun indah itu, terlihat begitu indah dan pas di tubuh Amanda gaun tersebut. Amanda seperti melihat bukan dirinya yang di pantulan cermin, karena dia terlihat seperti seorang ratu kerajaan saat memakai gaun itu.
Brian yang tengah sibuk memainkan ponsel sambil menunggu kedatangan sang pujaan hati tekejut dengan suara pelayan. Brian otomatis melirik kearah dua orang yang tengah berdiri di depannya, lelaki itu menatap kagum Amanda gadisnya terlihat sangat cantik dengan gaun yang di pilihnya sendiri untuk Amanda.
"Sayang kamu terlihat cantik memakai gaun ini," ucap Brian menghampir Amanda.
Tanpa sadar Brian mengecup sekilas bibir ranum milik Amanda, yang di cium pun terkejut tak kalah disini masih ada orang selain mereka berdua bahkan ini sedang berada di Mall.
"Bi, malu ih ini bukan rumah ini Mall," tegur Amanda.
"Aku tidak peduli siapa suruh kamu terlihat sangat cantik jadi aku tidak tahan melihat kecantikanmu ini," balas Brian cuek.
__ADS_1
Pelayan yang melihat keromantisan dua pasangan di depannya ini menahan rasa iri karena baru kali ini dia melihat CEO yang terkenal dingin bahkan arogan bisa memiliki sifat manja dan posesif terhadap pasangannya.
"Ya sudah gaun ini saya ambil," ucap Brian.
Setelah itu Amanda kembali ke ruang ganti untuk melepaskan gaun tersebut.
Setelah semuanya selesai Brian dan Amanda memutuskan untuk pergi. Jangan lupa Mall ini adalah milik keluarga Brian lebih tepatnya milik sang papa. Jadi tak heran Brian tidak membayar karena percuma di bayar para pelayan Mall tidak akan menerima uang dari Brian karena mereka tahu jika papa Brian pemilik Mall ini.
Brian dan Amanda begitu menikmati kebersamaan mereka bahkan Brian ingin membelikan barang-barang keperluan Amanda akan tetapi gadis itu dengan halus menolaknya, sebab dengan alasan dia masih tidak membutuhkan itu. Dari jarak yang tidak terlalu jauh ada seseorang dengan tangan mengepal memperhatikan Brian dan Amanda. Dia adalah Cika yang saat ini juga tengah berbelanja di Mall yang sama.
Cika berjalan untuk menghampiri Brian dan Amanda, tentu saja kedatangan Cika mengejutkan mereka terlebih lagi Amanda. Amanda dan Brian menoleh ke belakang dan mendapatkan perempuan yang memanggil nama Brian. Dilihat Amanda wajah perempuan itu tidak familiar, Amanda pun sadar jika perempuan di depan ini adalah sosok model yang ada di berita waktu itu.
"Loh Brian, kamu disini juga?" tanya Cika tersenyum ke arah Brian.
Brian tidak menjawab pertanyaan Cika, ia lebih memilih tidak menanggapi pertanyaan tidak penting itu. Lalu Cika mengalihkan pandangan ke Amanda. Dia menatap Amanda dari ujung kaki sampai kepala, tak lupa ia menyungginkan senyum remeh ke Amanda.
"Oh siapa perempuan ini, Brian? kenaoa dia bisa bersamamu apa dia tidak tahu jika aku adalah calon tunanganmu?" ucap Cika dengan nada seolah-olah sedih.
"Maaf mbak, mbak siapa ya? dan jangan pernah mengaku kalau pacar saya adalah tunangan anda!" balas Amanda tegas akan tetapi wajah gadis itu terlihat tenang.
Brian tersenyum melihat Amanda yang melawan Cika.
"Oh ya ampun apa kamu tidak tahu siapa aku, aku adalah model Internasional dan calon tunangannya Brian. Kamu jangan bermimpi bisa menjadi pacar Brian apa kamu tidak punya kaca di rumah, huh? mana mungkin Brian mau sama perempuan udik kayak kamu, mending jauh-jauh deh takut nanti kamu akan kecewa,"
__ADS_1