Terjebak Cinta Seorang CEO

Terjebak Cinta Seorang CEO
PART 48


__ADS_3

Malam pun tiba, kini Amanda sudah selesai dengan berdandan dia melihat kearah cermin. Amanda terlihat sangat cantik dengan balutan gaun itu, dirinya mengakui bahwa dia memanglah cantik.


"Ternyata aku cantik juga hehe," gumam Amanda terkekeh pelan.


Saat tiba-tiba asyik sendiri terdengar suara klakson mobil dari luar, sudah di pastikan bahwa itu adalah Brian yang akan menjemputnya. Buru-buru Amanda mengambil tas lalu keluar kamar untuk menghamipiri Brian. Saat membuka pintu ternyata Brian sudah berdiri disana.


Mata Brian tanpa mengedip saat melihat penampilan Amanda malam ini yang sangat memukau, jika orang lain yang melihatnya pun pasti akan terkagum-kagum akan kecantikan milik Amanda. Rasanya berat hati Brian untuk membiarkan Amanda keluar karena dia tidak suka jika ada laki-laki di luar sana melihat betapa cantiknya gadis yang berada dengannya, bahkan mungkin banyak laki-laki yang mendambakan calon istrinya ini.


"Sudah puas melihatku, Bi?" tanya Amanda membuyarkan lamunan Brian.


"Belum, rasanya aku ingin melihatmu terus-menerus sayang,"


"Jadi mau berangkat sekarang apa nanti?" Amanda tersenyum melihat ekspresi Brian.


"Baiklah ayo berangkat Tuan Putriku."


Dengan tangan yang di lingkarkan di pinggang ramping milik Amanda, mereka berjalan kearah mobil sedangkan Brian sudah membukakan pintu mobil untuk Amanda dan mempersilahkan gadis itu masuk lalu di susul olehnya. Mobil Brian pun melaju dengan kecepatan sedang menuju tempat dimana ia akan melamar Amanda.


Butuh waktu cukup lama akhirnya mereka sudah sampai disana, Brian mengajak Amanda segera turun dari mobil. Dengan tangan yang saling bergandengan Amanda mengikuti langkah Brian, saat tiba di tempat tersebut alangkah terkejutnya Amanda melihat betapa indahnya pantai ini bahkan disana sudah ada beberapa pelayan dan juga banyak lampu-lampu yang menghiasi pantai itu.


Dengan tertib para pelayan menyambut kedatangan Brian dan Amanda, disana juga sudah ada Farel yang melihat kebersamaan atasannya dengan Amanda. Dia ikut bahagia melihat atasan sekaligus sahabat kecilnya bahagia. Brian mempersilahkan Amanda duduk lalu beberapa pelayan sudah menyajikan minuman dan makanan untuk mereka.

__ADS_1


"Apa kamu sudah menyiapkan semua ini, Bi?" tanya Amanda.


"Iya sayang aku sudah menyiapkan jauh hari dan di bantu oleh Farel,"


Amanda tersenyum bahagia lalu melihat Farel yang juga disana tersenyum melihat ke arah mereka.


"Ini sangat indah Bi, aku nggak nyangka kamu bisa menyiapkan semua ini tanpa sepengetahuanku," ucap Amanda dengan tersenyum haru.


"Apa kamu suka, sayang?"


"Aku suka sekali, Bi,"


Brian dan Amanda tertawa pelan lalu menyantap makanan yang sudah di sediakan di meja, di tengah makannya tiba-tiba Brian berjalan mendekat ke arah Amanda lalu berjongkok tepat di hadapan gadis itu sambil mengeluarkan kotak cincin. Amanda sedikit terkejut dan bahagia melihat Brian yang saat ini berjongkok di hadapannya. Tanpa ragu Brian mengambil tangan Amanda lalu memasangkan cincin berlian yang terlihat sangat cantik di jari mungil Amanda.


"Apa kamu bersedia menikah denganku nona, Amanda Deanra?" ucap Brian di hadapan Amanda.


Mata Amanda berkaca-kaca melihat Brian dengan suara lantang mengucapkan kata-kaya indah itu. Dengan tersenyum bahagia Amanda menganggukkan kepala sebagai jawaban jika dia bersedia menjadi istrinya Brian. Tentu saja Brian tersenyum bahagia ketika Amanda menerimanya.


Brian berdiri lalu segera memeluk Amanda dengan perasaan bahagia.


"Apa kamu serius dengan jawabanmu, sayang? kamu menerimaku?" tanya Brian memastikan.

__ADS_1


"Ya aku mau menikah dengamu, Bi."


"Makasih sayang makasih karena sudah menerimaku aku sangat mencintaimu," ucap Brian.


"Akupun mencintaimu Brian Evanz,"


Keduanya saling berpelukkan dengan rasa bahagia, para pelayan dan juga Farel yang melihat itu segera bertepuk tangan dan ikut serta bahagia karena Amanda menerima lamaran dari Brian Evanz. Di rasa cukup berpelukan Brian tiba-tiba saja meminta para pelayan dan juga Farel menutup mata, mereka pun menuruti perintah dari Brian sedangkan Farel tidak menuruti perintah Brian karena dia tahu apa rencana Brian.


Amanda menjadi bingung dengan Brian yang meminta orang-orang disana untuk menutup mata, dan seketika tangan Brian menarik pinggang Amanda untuk lebih dekat dengan dirinya. Amanda yang kaget refleks saja membulatkan kedua matanya. Tanpa aba-aba Brian segera mendaratkan ciuman kepada Amanda, mendapat serangan tiba-tiba tentu saja membuat jantungnya tak karuan. Tak lama Amanda ikut terbuai dengan ciuman yang di berikan Brian, Tangan gadis itu sudah melingkar tepat di leher Brian.


Farel tentu saja tertawa melihat keganasan bos-Nya itu, dia berdoa agar mereka berdua secepatnya menikah dan memberikan dia keponakan yang lucu-lucu.


"Semoga secepatnya tuh curut nikahin nona Amanda dan memberikan aku ponakan-ponakan yang lucu," gumam Farel tertawa puas.


Dirasa sudah cukup Brian melepaskan pagutan mereka, dilihatnya bibir Amanda sedikit memerah dan bengkak karena dia begitu rakut mencium Amanda. Brian membersihkan sisa-sisa saliva di bibir Amanda.


"I love you so much Amanda," ucap Brian sambil mengelus lembut pipi Amanda.


"I love you more Brian Evanz," balas Amanda tersenyum.


Lalu Brian kembali mencium Amanda, pria itu sungguh tidak bisa menahan hasrat kelakiannya jika sudah berciuman dengan Amanda.

__ADS_1


__ADS_2