Terjebak Cinta Seorang CEO

Terjebak Cinta Seorang CEO
BAB 3


__ADS_3

Gadis itu dan mamanya Brian langsung melongo saat mendengar ucapan yang keluar dari mulut Brian.


"Apa?" tanya gadis itu dengan raut wajah bingung.


Brian yang tersadar dengan ucapannya langsung gugup dan sebisa mungkin dia merubah ekspresi wajahnya seperti biasa. Dingin dan cuek.


"Tuan bilang apa barusan?" tanya gadis itu kembali.


"Bukan apa-apa," ucap Brian.


"Tuan harus tanggung jawab atas ibu ini yang hampir saja ketabrak, kalau nggak saya akan melaporkan anda ke polisi," ucapnya lagi.


"Sial, dia mau laporin aku ke polisi cuman hal sekecil ini. Apa gadis ini tidak tau dia lagi berhadapan sama siapa sekarang?" gumam Brian dalam hati.


"Hahaha mampus kamu anak bandel, baru kali ini mama melihatmu di omelin gadis selain mamamu ini." gumam mama Brian dalam hati sembari tertawa melihat putranya di tindas oleh seorang gadis.


Karena Brian tidak mau terlalu lama di tempat itu dan banyak pasang mata yang memperhatikan mereka, akhirnya Brian segera mengantarkan mamanya ke rumah.


"Saya akan bertanggung jawab atas kesalahan saya, dan untuk ibu ini biar saya yang mengantarkan pulang." jelas Brian.

__ADS_1


"Bagus deh kalau gitu,"


"Ibu pulang di antar Tuan ini ya, kalau Tuan ini berani macam-macam sama ibu hubungi aja saya. Ini kartu nama saya." ucap gadis cantik itu sambil memberikan kartu nama pada ibu itu.


Brian hanya menatap gadis itu dengan tatapan yang tidak bisa di artikan setelah itu gadis itu pun berpamitan untuk kembali bekerja. Brian dan sang mama juga sudah masuk ke dalam mobil untuk segera pulang ke rumah.


Gadis yang sempat menyelamatkan mamanya Brian adalah gadis yang dari keluarga sederhana. Dia bekerja di toko bunga baru beberapa bulan yang lalu. Gadis itu tinggal di kontrakan yang lumayan jauh dari tempat tinggalnya.


Amanda Diandra nama gadis cantik itu. dia seorang yatim piatu. Di usianya yang masih 23 tahun ini dia sudah bekerja paruh waktu untuk mencukupi kehidupannya. Amanda adalah pekerja keras.


Sampainya Amanda di toko bunga dia segera menghampiri sahabatnya Feli yang lagi sibuk merangkai bunga pesanan pembeli.


"Itu tadi aku sempet bantuin ibu-ibu yang hampir saja ketabrak, Fel." jelas Amanda dan langsung duduk di sampir Feli.


Seketika Feli terkejut mendengar penjelasan sahabatnya itu.


"APA?" tanya Feli sedikit berteriak.


"Tapi kamu nggak apa-apa kan, Man?" tanya Feli panik membolak-balikkan badan Amanda.

__ADS_1


"Iya aku nggak apa-apa kok cuman sedikit lecet aja,"


"Nggap apa-apa gimana orang lengan kamu lecet tuh, sudah sana kamu obatin dulu luka kamu."


"Iya."


Setelah itu Amanda beranjak pergi untuk mengobati lukanya. Selesai mengobati lukanya Amanda kembali menghampiri Feli.


"Udah, Fel. Eh ngomong-ngomong ada yang bisa aku bantuin?" tanya Amanda.


"Oh ya, kamu bantuin aku merangkai bunga ini tadi ada yang pesan bunga di toko dia pesan lima buket bunga,"


"Widih banyak juga ternyata yang di pesan," ucap Manda terkekeh.


"Iya dong, kan bunga di toko kita emang bagus-bagus trus siapa dulu dong yang hebat merangkai bunganya hahaha," ucap Feli.


"Yang pasti kita dong hahaha." ucap Amanda.


Mereka berdua langsung tertawa lepas dengan candaan sederhana mereka. Feli adalah sahabat Amanda dari SMP sampai SMA. Dan toko bunga ini adalah milik Feli. Feli menawarkan Amanda untuk bekerja di toko bunganya karena Feli tau Amanda harus bekerja untuk mencukupi kebutuhannya.

__ADS_1


__ADS_2