
Setelah di antarkan makanan oleh Farel tadi, Brian sudah menghabiskan makanan sekalian minuman yang di bawakan oleh Farel. Kemudian Brian bersiap-siap untuk pulang ke mansion karena sekarang sudah pukul 07:23. Segeralah Brian dan Farel menuju mobil. Brian masuk ke mobilnya sedangkan Farel juga sudah masuk ke mobil. Mereka menaiki mobil masing-masing dan meninggalkan perusahaan.
Di perjalanan pulang tiba-tiba ponsel Brian berbunyi tanda ada notif WA masuk. Brian meraih ponsel lalu membuka chat masuk dari nomor yang tidak di kenal. Raut wajah Brian seketika menjadi dingin bahkan sedikit meremas ponselnya sendiri dengan rahang mengeras menahan amarah. Brian bahkan melihat jika di foto itu Amanda istrinya tengah bersama pria yang sangat di kenal Brian. Bahkan Brian tidak suka dengan pria yang bersama Amanda, yang tak lain adalah Reyhan.
Brian menancapkan gas dengan kecepatan yang cukup tinggi agar bisa sampai ke mansion. Brian sudah di kuasai api cemburu dan menahan amarah karena Amanda masih bertemu dengan Reyhan. Tak lama mobil Brian sudah masuk di pekarangan mansion satpam pun segera membuka pintu pagar.
Amanda yang mendengar suara mesin mobil Brian bergegas menuju pintu untuk menyambut kedatangan Brian suaminya. Tepat saat membuka pintu aura dingin Brian terpancar dan tidak ada ekspresi seperti biasa yang Amanda lihat dari diri Brian. Amanda pun akan menyalami tangan Brian akan tetapi langsung di tepis oleh Brian, lelaki itu berjalan meninggalkan Amanda yang mematung dan sedang memikirkan apa yang terjadi pada suaminya.
Ada rasa tidak tega bagi Brian yang sudah mengabaikan Amanda seperti itu, tapi keegoisan Brian terlalu tinggi apalagi saat ini dia sedang tidak baik-baik saja saat Amanda tidak memberitahunya jika bertemu dengan Reyhan. Sampainya di kamar Brian langsung masuk ke kamar dan akan membersihkan tubuhnya terlebih dulu.
"Ada apa dengan Brian," gumam Amanda.
Akhirnya dia menyusul Brian ke kamar dan menanyakan apa yang sudah terjadi kepada suaminya itu. Sampainya di kamar tidak ada Brian hanya terdengar suara percikan air dari kamar mandi. Berapa menit kemudian Brian keluar dengan handuk yang sudah di lilitkan di pinggang yang memperlihatkan perut sixpack Brian.
"Bi, aku tunggu di bawah ya. Aku sudah menyiapkan makan malam untukmu," ucap Amanda lembut.
__ADS_1
"Aku tidak lapar,"
Amanda melihat aura dingin yang di tunjukkan oleh Brian tidak seperti sebelumnya. Amanda semakin bingung dan di buat heran mengapa suaminya berubah seketika. Amanda kemudian berjalan mendekati Brian dan mencoba berbicara dengan lembut agar Brian tidak seperti ini. Karena jujur Amanda takut.
"Bi, apa aku buat salah ke kamu?" tanya Amanda memegang lengan Brian.
Sontak saja Brian yang belum sempat berganti pakaian membalikkan tubuhnya menghadap ke Amanda. Tatapan yang sempat memuja dan penuh kebahagiaan seketika menjadi tatapan yang tanpa ekspresi. Amanda melihat itu merasa sedih bahkan sedikit takut jika Brian berubah.
"Apa kamu mencoba membohongiku, Amanda?" ucap Brian dengan tatapan yang tajam, Amanda menjadi takut dengan Brian yang sekarang.
"B-bohong, apa maksudmu Bi? aku tidak mengerti,"
Deg!
Mata Amanda membulat sempurna, Amanda tidak tahu dari mana Brian mengetahui jika dia tadi pagi bertemu dengan Reyhan. Akan tetapi Brian salah paham dengan apa yang di lihatnya karena Amanda hanya di bantu bahkan sudah menolak tawaran Reyhan akan tetapi lelaki itu memaksa.
__ADS_1
"Kamu tahu dari mana Bi kalau aku ketemu sama Reyhan?"
"Jangan menyebut nama sialan itu di hadapanku Amanda!"
Kini siara Brian meninggi, Amanda kaget dan mata gadis itu mulai berkaca-kaca karena takut akan bentakan dari Brian.
"Bi, tenang dulu aku bisa jelasin semuanya. Kamu salah paham karena Reyhan hanya membantuku tidak seperti-,"
"Hentikan semua omong kosongmu, aku pikir kamu benar-benar mematuhi ucapanku untuk tidak berdekatan dengan pria selain aku ... ternyata aku salah,"
Setelah mengucapkan itu Brian sudah memakai baju dan segera keluar dari kamar meninggalkan Amanda.
"Bi tolong dengerin aku dulu," ucap Amanda mengejar Brian.
Brian tidak memperdulikan teriakan Amanda dari belakang, Brian terus berjalan menuju pintu keluar dan masuk ke dalam mobil lalu membawa keluar mobil itu entah mau kemana Brian malam ini. Yang pasti Brian ingin keluar menenangkan dirinya.
__ADS_1
Amanda yang melihat Brian pergi dari rumah hanya bisa menangis karena suaminya telah salah paham. Mau menjelaskan tapi Brian menolak. Tubuh Amanda merosot ke bawah. Tangis Amanda pecah karena Brian langsung saja berubah. Entah siapa yang sudah memberitahu dan mengambing hitamkan Amanda dan Brian.
Pelayan yang melihat istri tuannya segera mendekat lalu membantu Amanda berdiri. Tak sengaja pelayan mereka melihat apa yang terjadi dengan pasangan suami istri itu.