
Hari ini adalah hari dimana Brian dan bawahannya Farel akan berangkat ke kota LA, ada pekerjaan yang harus Brian selesaikan disana. Sedangkan kedua orang tua Brian masih di kota X juga di karenakan papa Brian ada kesibukan, Brian juga susah memberitahukan keberangkatannya kepada orang tua-Nya.
"Siapkan mobil dan kita segera ke bandara," ucap Brian.
Setelah pria itu sudah selesai melakukan kesibukan yang lain, mereka pun sudah meninggalkan halaman rumaj dan menuju ke Bandara. Karena jadwal keberangkatan pagi dini hari.
Berapa menit kemudian akhirnya juga sampai di Bandara. Saatnya pesawat yang akan di tumpangi Brian dan juga Farel sudah berangkat.
Di tempat lain, terlihat gadis itu sedang duduk manis dengan pikiran yang tertuju pada sang kekasih Brian. Amanda melirik jam tangan yang sekarang sudah menunjukkan pukul 08:45, mungkin saja Brian sudah berangkat ke LA.
"Semoga kau sampai dengan selamat Brian" ucap Amanda tersenyum tapi air mata gadis itu keluar.
Amanda di kagetkan dengan suara dering ponselnya, terlihat yang menghubunginya adalah Feli. Sudah berapa hari Feli tidak bersamanya.
📞
"Halo," ucap Amanda.
"Halo, Manda. Apa kabar aku kangen sama kamu?" sahut Feli dari seberang sana.
"Aku baik , Fel. ngomong-ngomong kamu kapan balik ke Indonesia? sunyi tau nggak ada temennya aku disini,"
__ADS_1
"Masih lama Man, maaf ya aku merepotkanmu,"
"Hmm yaudah tidak masalah, tapi kamu baik-baik kan disana? nggak masalah kan?" tanya Amanda.
"Fine beb, aku baik-baik saja disini,"
"Oh ya? gimana hubungan kamu sama Pak Brian?"
"Aku sama dia sudah resmi pacaran hehe,"
"What! kok kamu tega sih nggak kasih tau ke aku Man?"
"Suprise sih ini hahaha,"
Cukup lama mengobrol di telepon tadi akhirnya Amanda memutuskan panggilan tersebut lalu melanjutkan melayani para pemesan bunga.
Siang harinya, Amanda berencana akan makan saja diluar karena hari ini dia tidak membuat bekal makan siang di sebabkan mager.
Amanda mengemudikan motor matic kesayangannya itu menuju tempat makan yang biasa di kunjungi. Sampainya disana Amanda segera memesan makanan. Sampai akhirnya makanan pun datang.
Di tengah makan siangnya, gadis itu mengambil ponsel lalu mencari kontak Brian untuk di kirim pesan. Baru semalam menghabiskan waktu bersama Brian, rasanya Amanda sudah merindukan sosok pacarnya itu.
__ADS_1
💌
(Sayang, kabarin aku kalau sudah sampai disana)
Dengan tersenyum Amanda membaca panggilan sayang pada isi pesan tersebut, sampai tidak menyadari kalau ada seseorang yang baru saja datang dan langsung duduk di kursi depan menghadap Amanda.
Amanda refleks terkejut karena Reyhan tiba-tiba sudah duduk disana. Reyhan tertawa kecil karena Amanda terkejut melihat kedatangannya. Sontak saja Amanda menaruh kembali ponsel miliknya.
"Tuan eh maksudku Reyhan, kok kamu bisa ada disini?" tanya Amanda.
"Ya karena aku sudah tahu betul kalau jam makan siang pasti kamu kesini," jawabnya enteng sambil senyum-senyum.
Amanda hanya mengangguk sebagai jawabannya.
"Kamu nggak pesen makan, Rey?"
"Aku tidak lapar hanya haus saja, aku sudah kenyang melihatmu saja,"
"Hah!?" bingung Amanda.
"Sudahlah lupakan haha,"
__ADS_1
Akhirnya Amanda kembali diam sedangkan Reyhan tanpa berkedip melihat bidadari di depannya ini.
"Sungguh indah ciptaanmu ini ya Tuhan," batin Reyhan melihat Amanda dengan terus memarken senyumannya.