Terjebak Cinta Seorang CEO

Terjebak Cinta Seorang CEO
PART 53


__ADS_3

Untuk masalah baju pengantin beserta keperluan lainnya sudah di urus oleh Farel sang bawahan, bahkan ukuran gaun untuk Amanda sudah di beritahu dan dengan sigap Farel memberitahukan kepada desainer terpercaya Brian. Setelah mendapat perintah lain dari Brian Farel pun pergi karena harus memeriksa yang lain sedangkan Brian masih sangat betah berada di rumah Amanda.


"Apa kamu tidak berniat untuk pulang, Bi?" tanya Amanda.


"Apa kamu sedang mencoba mengusir calon suamimu ini, hmm?"


"Bukan begitu maksudku, tapi kan takutnya kamu kemalaman disini,"


"Apa salahnya tinggal nginap sayang toh kita juga sebentar lagi akan menikah jadi wajar aku tinggal bersamamu,"


"Ih dasar,"


Brian terkekeh pelan saat melihat raut wajah Amanda menjadi cemberut.


"Kemarilah," ucap Brian.


Amanda yang tahu dengan maksud Brian menggeser tubuhnya agar lebih dekat dengan Brian, dengan senang hati Brian memeluk Amanda. Brian menikmati wangi aroma tubuh Amanda, sesekali pria itu mencium leher Amanda yang membuat Amanda menahan geli. Brian sudah seperti bayi saja yang begitu manja jika sudah berdua.


"Ini sangat geli Bi,"


uku suka dengan wangi tubuhmu, aku sudah tidak sabar besok,"


"Kamu sudah seperti bayi saja,"


"Ya aku bayi besarmu yang ingin di manjakan olehmu sayang,"

__ADS_1


Sedang asik berdua tiba-tiba saja perut Brian berbunyi tandanya perut minta di isi, karena sibuk dia tidak sempat mengisi perutnya siang tadi. Amanda mendengarnya menahan tawa karena pria manja ini sedang lapar.


"Lepaskan dulu pelukannya Bi aku akan membuatkanmu makan malam,"


"Baiklah, tapi biarkan aku membantumu."


Amanda hanya mengangguk membiarkan Brian membantunya memasak. Disini Brian bukannya membantu malah memeluk Amanda dari belakang.


"Lepasin dulu Bi ini biarkan aku menyelesaikan ini dulu,"


"Nggak mau,"


Tiba-tiba Brian mencuri ciuman di pipi Amanda, seketika pipi gadis itu berubah merah karena mendapat ciuman dari Brian. Sungguh Amanda sangatlah tidak nyaman jika berada di dekat Brian yang membuat jantung Amanda selalu berdegub.


Hari pernikahan pun tiba, kini Amanda sudah berbalut gaun putih dengan make-up yang tidak terlalu mencolok karena Amanda sudah sangat cantik tanpa di make-up sekalipun. Orang-orang yang di tugaskan untuk merias wajah Amanda begitu kagum akan kecantikan alamin milik calon istri pengusaha sukses di kota ini.


Tak lama datanglah seseorang di balik pintu yang tak lain adalah paman dan bibi Amanda yang tinggal di desa untuk mewakili karena orang tua Amanda sudah meninggal beberapa tahun lalu.


"Ya ampun Manda sangat cantik," puji paman dan bibi Amanda.


"Kamu seperti ibumu nak, paman berdoa agar rumah tanggamu selalu dalam lindungan tuhan dan di jauhkan dari orang-orang sirik,"


"Terima kasih Paman, Bibi. Manda juga senang kalian bisa hadir di pernikahan Manda dengan Brian," ucap Amanda tersenyum dengan mata berkaca-kaca.


"Jangan menangis nak kami hanya menjalankan pesan Ayah dan Ibumu untuk selalu melindungi kamu,"

__ADS_1


"Ya sudah sebaiknya kita keluar disana sudah banyak tamu yang menunggu terutama calon suamimu,"


Amanda mengangguk lalu di sisi kanan dan kiri sudah ada paman dan bibi Amanda yang berjalan mendapingi calon mempelai. Terlihat begitu banyak para tamu undangan yang sudah menanti-nanti kedatangan mempelai wanita tak lama mata mereka di buat kagum saat kedatangan pengantin perempuan yang terlihat begitu cantik. Sama seperti Brian, pria itu mengakui jika Amanda calon istrinya ini begitu sempurnah. Ah ralat sebentar lagi bakal jadi istrinya.


Amanda tentu saja membalas tatapan Brian yang saat ini menatapnya dengan tatapan kagum, dia hanya mengukir senyuman lalu menunduk lagi karena sedikit malu di tatap seperti itu. Hingga tiba bapak penghulu sudah berjabat tangan dengan Brian lalu dengan lantang suara Brian mengucapkan Ijab Qabul tersebut.


SAH!


Terdengar suara para tamu yang ikut mengucapkan kata sah karena saat ini Brian dan Amanda sudah resmi menjadi pasangan suami/istri. Lalu Amanda mencium tangan Brian sebaliknya Brian pun mengecup kening Amanda.


Banyak para tamu undangan yang memberikan selamat kepada Brian dan Amanda, yang di undang hanya para kerabat dan tentu saja para petinggi-petinggi lainnya. Ada beberapa anak dari petinggi tersebut tidak suka karena ternyata Brian sudah memiliki seorang kekasih yang saat ini sudah menjadi istrinya.


Tak lupa lagi dengan Farel sang bawahan mengucapkan selamat kepada Bos-Nya yang saat ini sudah menjadi seorang suami dari Amanda Deandra.


"Selamat atas pernikahannya Bos dan selamat juga untuk nona Amanda," ucap Farel.


"Terima kasih Farel," balas ramah Amanda.


"Jangan tersenyum kepadanya sayang,"


"Buset posesif amat dah,"


"Makanya cepet nyusul,"


Amanda tertawa melihat tingkah laku suaminya dengan Farel. Farel sudah sangat lama menjadi bawahan Brian, dia juga adalah sahabat Brian dari kecil jadi jangan heran jika dia suka becanda dengan Brian selaku atasannya di perusahaan.

__ADS_1


__ADS_2