
Sedangkan Amanda sendiri tengah duduk dengan pikirannya sendiri. Amanda merasa tidak tega mengakhiri hubungan dengan Brian tapi dia juga tidak mau berharap terlalu lebih pada pria itu dan akan membuatnya tambah sakit. Tanpa sadar air mata itu jatuh lagi.
"Apa keputusan yang aku ambil ini sudah benar," gumam Amanda dengan raut wajah sendu.
Terdengar dering ponsel Amanda berbunyi disana tertulis nama Feli yang menghubungi Amanda. Segera Amanda mengangkat panggilan tersebut.
Di perusahaan Brian setelah butuh waktu yang lumayan lama akhirnya rapat itu sudah selesai, para karyawan segera keluar dari ruangan rapat dan tinggalah Brian, Farel dan juga rekan kerja Brian.
"Terima kasih atas kerja samanya Pak Brian," ujarnya.
"Sama-sama, Pak. Senang bisa bekerja sama dengan perusahaan Bapak," balas Brian sambil menjabat tangan.
"Kalau begitu saya permisi dulu Pak Brian,"
Setelah mengantarkan pemilik perusahaan x Brian berniat akan pergi menemui Amanda dan membujuk agar gadisnya bisa berubah pikiran dengan keputusan Amanda yang sudah mengakhiri hubungan mereka.
__ADS_1
"Karena sudah tidak ada jadwal hari ini aku akan pergi untuk menemui Amanda, kamu hubungi aku jika ada informasih penting,"
"Siap Bos,"
Kemudian Brian berjalan meninggalkan Farel, pria itu berjalan menuju dimana mobilnya terpakir lalu menjalankan mesin mobil menuju tempat dimana Amanda bekerja. Sedangkan di tempat lain Amanda yang tengah asik mengobrol dengan Feli di kejutkan dengan suara bariton seseorang. Seketika mata Amanda membulat sempurna di saat tahu pemilik suara tersebut adalah Brian.
Segera Amanda menutup panggilan dan memasang wajah tidak suka dengan kedatangan Brian Evanz. Brian hanya tersenyum melihat ekspresi yang di tunjukkan oleh sang gadis.
"Sayang, bisakah kita bicara sebentar?" ajak Brian kepada Amanda.
"Why baby? apa kamu masih marah terhadapku soal berita palsu itu?"
"Sayang dengarkan aku .... aku tahu pasti kamu marah bahkan kecewa sama aku karena beberapa hari yang lalu aku tidak sempat mengabarimu dan aku minta maaf akan soal itu. Kamu tahu sayang? aku disana sibuk dengan pekerjaan bahkan ponselku saja lupa aku charger jadi aku tidak bisa mengabarimu saat itu. Untuk berita yang mengatakan aku ada hubungan dengan seorang model itu tidaklah benar sayang itu hanya karangan dari perempuan ular yang berniat menghancurkan hubungan kita, bahkan diam-diam dia membayar orang untuk mengambil fotoku bersama dia saat berada di acara di hotel x jadi banyak orang yang menyimpulkan jika aku dengan dia punya hubungan. Kamu tenang saja sayang aku sudah menyuruh orang-orangku untuk menghapus berita itu, jadi aku minta maaf atas kesalahan yang sudah ku buat dan membuatmu kecewa sayang," jelas Brian dengan serius.
Amanda melihat ada ketulusan dan kebenaran di mata Brian, seketika mata Amanda berkaca-kaca mendengar penjelasan dari Brian. Ada rasa bersalah di dalam lubuk hati Amanda yang sudah berpikir negatif terhadap Brian tanpa mendengar satu kata pun dari mulut pria itu.
__ADS_1
Brian tanpa menunggu persetujuan Amanda menarik gadis itu ke pelukannya, Amanda pun tidak menolak apa yang dilakukan oleh Brian.
"Maaf, Maafkan aku karena sudah menuduhmu yang tidak-tidak Brian," ucap Amanda sambil menangis.
"Ini bukan salah kamu sayang jadi jangan meminta maaf padaku ini salahku,"
"Jadi aku mohon jangan ninggalin aku, aku nggak mau kehilangan orang yang aku sayang," lanjut Brian sambil mengelus rambut Amanda sesekali mengecup pucuk kepala Amanda.
Amanda hanya mengangguk sambil menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Brian.
"Apa kamu sudah makan, Brian?" tanya Amanda melonggarkan pelukannya lalu sedikit mendongakkan kepala menatap Brian.
"Belum aku tidak lapar sayang,"
"Ayo makan dulu, nanti kita makan di luar saja aku tidak membuat bekal hehe," ucap Amanda terkekeh pelan.
__ADS_1
Brian mencubit pipi Amanda saking gemesnya dengan tingkah laku sang gadis. Lalu keduanya pergi menuju mobil Brian.