Terjebak Cinta Seorang CEO

Terjebak Cinta Seorang CEO
PART 24


__ADS_3

Sedangkan di tokoh bunga milik Feli, Amanda dan Feli mendapat pesan lagi dari pemesan bunga bahwa mereka memesan 3 buket bunga yang berukuran besar untuk perayaan hotel bintang 5 yang ternama di kota itu.


Amanda dan Feli begitu bahagia karena lagi dan lagi bunga di toko mereka laris manis terus. Apalagi customer yang sekarang adalah orang yang ternama.


butuh waktu berapa menit rancangan buket bunga Amanda dan Feli sudah selesai, terlihat begitu cantik dan juga mewah tataan bunga tersebut.


Feli dan Amanda membawa bunga itu di mobil Feli dan akan segera mengirimkan ke alamat hotel yang akan mereka kunjungi. Sampainya di hotel tersebut mulut Amanda dan Feli menganga karena takjub akan kemegahan hotel X itu.


"Ya ampun indah sekali," ucap Amanda dengan raut wajah takjub.


"Berasa lagi di istana aku Man," sahut Feli.


Mereka segera masuk ke dalam sambil membawa buket-buket bunga itu, dan disana sudah ada para pelayan hotel yang membantu mereka. Brian dan Farel yang juga berada di hotel yang sama dengan Amanda tidak menyadari keberadaan dua gadis itu, begitupun sebaliknya.


Acara sudah dimulai sambutan demi sambutan telah selesai, sekarang para petinggi sedang fokus dengan hidangan bahkan ada yang sedang sibuk berbicara tentang bisnis dan lain sebagainya.


Brian dan Farel pun terlihat sedang berbicara dengan pengusaha X. Disisi lain, Amanda dan Feli sudah bertemu dengan pemilik hotel X yang tak lain adalah Reyhan. Pria yang pernah bertemu sebelumnya dengan Amanda di acara ulang tahun Cika.

__ADS_1


"Terima kasih juga atas kerja sama kalian berdua, kalian sangatlah ahli dalam merangkai bunga," ucap Reyhan seraya menjabat tangan Amanda dan Feli.


"Terima kasih kembali Pak, dan saya ucapkan selamat atas keberhasilan-nya juga pak," sahut Amanda tersenyum.


"Saya rasa saya pernah bertemu kamu sebelumnya," ucap Reyhan merasa tidak familiar dengan wajah Amanda.


Amanda dan Feli saling menatap bingung satu sama lain. Sedangkan Amanda orang yang pelupa jika di suruh ingat wajah orang yang belum ia kenal.


"Bapak pernah melihat teman saya dimana?" tanya Feli bingung.


Amanda dan Feli mengangguk dengan ucapan Reyhan. Tak lama kemudian Feli dan Amanda berpamitan pada Reyhan untuk kembali ke toko bunga.


Brian dan Farel yang baru saja keluar dari hotel pun tidak sengaja mata Farel melihat ada gadis incaran bos-Nya disini. Langsung saja Farel memberitahukan hal itu pada Brian.


"Bos, bukannya itu nona Amanda?" tunjuk Farel di parkiran yang tak jauh dari mobil Brian.


Brian yang mendengar ucapan Farel mengikuti arah dimana Farel melihat Amanda. dan benar saja disana ada Amanda dan sahabatnya Feli.

__ADS_1


"Sedang apa mereka di hotel ini?" gumam Brian.


"Mungkin saja pihak hotel memesan bunga di toko mereka,"


"Ayo kita kesana," ucap Brian lalu segera berjalan mengghampiri mobil Feli.


Feli yang kaget saat melihat dua orang pria tampan berada di depan mobilnya.


"Loh itu bukannya Pak Brian dan Pak Farel?" tanya Feli ke Amanda.


"Iya, ngapain mereka kesini,"


Akhirnya mereka berdua keluar dari mobil dan menghampiri Brian dan Farel. Tanpa menunggu jawaban dari gadis itu Brian langsung menarik Amanda dan membawanya pergi menuju mobil Brian. Farel yang mengertipun akhirnya menghela nafas melihat kelakuan bos yang super duper irit ngomong itu. Farel pun pulang bersama Feli sahabagtnya Farel.


"Itu bos Tuan kenapa? kok pake acara narik-narik temen saya?" tanya Feli yang masih melihat kearah Brian dan Amanda.


"Kesambet mungkin," sahut Farel lalu mengajak Feli pulang bersama.

__ADS_1


__ADS_2