
Amanda yang baru selesai mengantar pesanan bunga segera masuk ke dalam toko dan melihat Feli tengah duduk sambil menunggu para pembeli lain.
"Kebetulan kamu udah dateng, tadi ada cowok yang kesini terus nanyain kamu loh. Dia nanya kamu kerja disini apa cuman pembeli," ucap Feli yang melihat Amanda sudah duduk di sampingnya.
Amanda menatap heran Feli saat mendengar ucapan sahabatnya itu.
"Hah? siapa?" tanya Amanda.
"Aku juga nggak kenal sama cowok itu, eh tapi dari penampilannya sih kayak orang kaya terus yang kerja di perusahaan gitu mana cowok itu cakep banget lagi," ucap Feli sembari membayangkan wajah tampan Farel.
"Idih kesambet apaan kamu Fel, eh tapi kok dia nanyain aku sih, apa mungkin dia salah orang?"
"Beneran Manda, aku aja heran kenapa dia nanyain kamu, apa mungkin kamu udah buat kesalahan kali sama tuh orang makanya dia nanyain kamu,"
"Enggak Feli, aku kalau udah buat kesalahan sama orang mungkin aku udah minta maaf,"
"Iya juga sih, tau ah aku aja bingung sama tuh cowok tadi aneh banget,"
"Udah ah lupain aja mungkin cuman orang yang iseng aja ke aku,"
"Iya karena kan sahabatku ini cantik jadi banyak cowok yang mau deketin hahaha," goda Feli.
"Apaan kamu Feli,"
Di perusahaan Brian, pemuda itu baru saja keluar dari ruangan meeting dan kembali ke ruang kerjanya di ikuti oleh asistennya Farel.
"Bos nggak mau makan siang dulu?" tanya Farel.
"Kita makan siang di kantor saja, setelah makan siang siapkan mobilku kita ke perusahaan Erlangga," ucap Brian dengan raut wajah datar sambil melewati para karyawannya.
__ADS_1
"Baik Bos,"
Brian dan Farel sudah berada di tempat makan yang ada di perusahaannya Brian. Sesekali mereka berbicara mengenai tentang perusahaan dan kerjaan lainnya.
"Setelah pertemuanku selesai kamu kembali saja lebih dulu Rel, aku ada urusan yang belum aku selesaikan," ucap Brian di sela-sela makannya.
"Apa itu Bos? apa aku bisa membantunya?" tanya Farel antusias.
"Tidak Perlu, Rel. Aku bisa sendiri," ucap Brian.
"Baiklah Bos," ucap Farel kembali melanjutkan makan siangnya. Begitupun dengan Brian.
Selesai makan siang Brian dan asisten Farel sudah kembali ke ruangan Brian dan bersiap- siap untuk segera ke perusahaan Erlangga.
Mobil Brian melaju dengan kecepatan sedang menuju perusahaan Erlangga.
"Kakak udah cantik, baik, ramah lagi. Apa kakak mau jadi kakak ipar aku?" tanya seorang gadis yang masih memakai seragam SMA kepada Amanda.
"Iya, kakak ini sangat cantik aku aja yang baru saja liat kakak jadi kagum hehe," ucap salah satu temannya gadis itu.
Amanda tidak menjawab pertanyaannya dia hanya tersenyum sambil merangkai bunga yang di pesan gadis itu. Sedangkan Feli hanya tertawa mendengar ucapan dari anak SMA itu kepada Amanda.
"Sudah selesai bunganya," ucap Amanda tersenyum.
"Wah cantik banget kak, makasih ya kakak cantik. Kami permisi dulu,"
"Iya sama-sama dek,"
Setelah membayar bunga dua gadis SMA itu pergi meninggalkan toko bunga.
__ADS_1
Karena hari ini lumayan banyak pembeli, Amanda dan Feli terlihat sangat lelah. Bahkan Amanda tidak sempat makan siang karena sibuk melayani banyak pembeli. Sedangkan Feli dia sudah sempat makan sebelum toko bunganya ramai dengan pembeli.
"Amanda, kamu pulang aja lebih dulu kamu keliatannya capek banget. Kamu belum makan kan dari pagi?" tanya Feli terlihat cemas.
"Nggak apa-apa kok Fel. Aku baik-baik aja," ucap Amanda tersenyum.
"Udah deh kamu jangan bohongin aku pake senyuman mu itu, aku tahu kamu lapar sekarang terus capek juga," ucap Feli.
"Mending kamu pulang lebih dulu terus makan, lagian ini udah jam 3 lebih juga. Aku nggak apa-apa sendirian disini bentar lagi aku juga pulang kok," lanjutnya.
Karena memang sudah terasa sangat lapar, akhirnya Amanda mengangguk menyetujui ucapan Feli. Amanda juga merasa sedikit lelah dan mengantuk.
"Ya sudah kalau gitu, aku balik dulu ya Fel. Sampai ketemu besok," ucap Amanda sambil meraih tas dan kunci motornya.
"Iya beb hati-hati di jalan," ucap Feli yang di anggukkan oleh Amanda.
Amanda sudah mengemudikan motornya meninggalkan toko bunga.
Sedangkan di perusahaan milik Erlangga, Brian dan Farel sudah selesai dengan acara pertemuan dengan pemilik perusahaan tersebut.
"Terima kasih karena telah menghadiri pertemuan hari ini Pak Brian," ucapnya.
"Sama-sama Pak, saya pamit undur diri dulu," ucap Brian menjabat tangan dengan pemilik perusahaan itu.
"Baik Pak Brian, senang bertemu dengan anda. Hati-hati di jalan,"
"Senang bertemu dengan anda juga Pak," balas Brian.
Setelah itu Brian pergi di ikuti asistennya Farel di belakang. Brian yang saat ini sudah berada di mobilnya lalu segera melajukan dengan kecepatan di atas rata-rata. Farel asisten Brian sudah pulang memakai mobilnya sendiri yang di antarkan oleh supirnya.
__ADS_1