
Selama seminggu penuh, Evan dirawat oleh Nadira. Kondisi tubuhnya semakin membaik dan luka lukanya semakin cepat pulih, tetapi penglihatannya masih sama seperti sebelumnya, belum ada tanda tanda kalau panglihatannya akan segera kembali.
“ Sudah kubilang kita ke rumah sakit saja, kenapa kau susah dinasehati sih? Kepalamu terus terusan sakit, kau mau kehilangan kepalamu hah?” Nadira lagi lagi mengomeli Evan yang sejak awal sudah menolak untuk pergi ke rumah sakit. Pria itu sangat keras Kepala tetapi Nadira tak lelah mengomelinya tentang melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk masalah kesehatan Evan.
“ Biarkan saja dulu, dua hari lagi kita ke rumah sakit, aku masih lemas Nadira, kau ini bisanya mengomel terus,” balas Evan yang sedang duduk di tangga belakang rumah Nadira sambil membelah ikan teri kering yang dibeli Nadira dari pasar.
Pria ini sangat ingin bergerak normal seperti biasa, tetapi menyesuaikan diri dengan matanya yang buta membuatnya belajar banyak hal terutama tentang manusia yang bahkan tak bisa melihat sejak mereka lahir.
Evan dengan bantuan Nadira dibawa duduk di tangga belakang rumah dengan alat penampi yang diisi dengan berbagai ikan kering untuk di belah dan dibersihkan.
“tapi mau sampai kapan kau membiarkan mata itu dalam kondisi buruk, aku takut malah semakin parah dan tidak bisa diperbaiki,” ucap Nadira kesal.
Pasalnya setiap hari mulutnya sampai berbusa karena meminta Evan untuk ikut dengannya ke rumah sakit, tetapi pria itu menolak mentah-mentah tawaran Nadira dengan berbagai alasan.
“ Sudah ku bilang dua hari lagi, dasar cerewet, aku akan ikut ke rumah sakit dua hari lagi, tapi ada yang ingin kutanyakan, “ Evan tiba tiba berubah dalam mode serius membuat Nadira menghentikan pekerjaannya dan menatap pria itu seolah Evan benar benar bisa melihatnya saat ini.
“ ada apa?” tanya gadis itu sembari membersihkan kacang tanah yang ada di depannya.
“ Kenapa kau tidak memberitahukan siapa pun kalau aku ada di sini? Seperti pada teman temanku atau melaporkan pada kantor terkait masalah ini?” tanya Evan yang merasa sikap Nadira terlalu aneh.
Dia merasa kalau sikap Nadira ini seolah sikap seorang teman yang sudah kenal lama dan sangat akrab sampai Nadira tak canggung memukul dan mengejek Evan kalau dia salah.
“ lalu apa kau tidak tahu siapa aku? Kau kan jelas bekerja di Abraham Grup?” tanya Evan bingung.
Nadira terdiam, dia berhenti membersihkan kacang dan hanya diam membeku saat Evan menanyainya hal itu, apa yang akan dia jawab? Tak mungkin dia langsung mengaku, Evan tidak akan memberitahunya apa yang terjadi kalau dia mengaku sebagai gadis dari masa lalu Evan.
“Jawab aku Nadira? Kenapa kau diam? Apa kau menyembunyikan sesuatu?” tanya Evan dengan nada penuh selidik.
Nadira tahu jelas kalau Evan adalah orang yang berhati hati dan selalu waspada, bahkan sejak kecil sifatnya itu tidak pernah berubah.
__ADS_1
“ hah...” Nadira tiba-tiba tertawa kecil yang malah membuat Evan merasa aneh.
“ Bapak pikir aku tahu apa? Aku tidak memberitahukan kantor soal ini karena melihat kondisi bapak yang parah dan perlu perawatan, bapak juga bukan seseorang yang kelihatannya membutuhkan sosok keluarga atau orang terdekat bapak bahkan sampai seminggu di sini, baru kali ini bapak membahas mereka,” ujar Nadira dengan nada penuh sindiran.
“ Dan untuk masalah posisi di perusahaan, jelas aku tidak tahu pasti pak, tapi melihat anda dan juga pak Jonash datang ke ruangan Bapak, sepertinya Bapak juga adalah asistennya bos besar yang katanya pangeran kegelapan itu,” celetuk Nadira yang sama sekali tidak tahu siapa bosnya.
“ Pa.. pangeran kegelapan? Siapa?” tanya Evan syok.
“ ehh, kamu belum pernah baca situs berita kantor ? masa iya belum di baca? Menurut rumor, presdir Abraham grup itu seorang pangeran kegelapan yang bangkit dari neraka dan siap untuk membunuh siapa pun yang berbuat kesalahan, dikulitii hidup hidup , tulang tulangnya di remukkan dan dibanting seperti General Manager terdahulu.. uhhhhh menyeramkan dan sadis.... dis.... dis...” celetuk Nadira .
Evan sangat terkejut denagn ucapan gadis itu,” yang benar saja? Apa mereka mengatakan hal seperti itu di forum berita perusahaan? Siapa yang membuat artikel seperti itu? Sangat tidak masuk akal,” ketus pria itu seraya mendengus kesal.
Nadira terkekeh melihat reaksi tak terduga dari Evan. Reflek tangannya mencubit gemas pipi pria itu,” hahahha bisa bisanya ya kamu kesal juga, seolah kamu presdirnya, dasar aneh...” celetuk Nadira.
Evan terdiam, “ apa dia tidak tahu siapa presdirnya? Hah.. yang benar saja, dasar Nadira...” batin Evan.
“ tetapi biarkan saja begini, kalau dia tahu, mungkin dia tidak akan berani seluwes ini denganku, rasanya menyenangkan, “ batin Evan yang pertama kali merasakan perhatian sedemikian besarnya dari seseorang.
“ kau punya kakak?” Nadira tampak terkejut, seingatnya Evan adalah anak tunggal.
“ Sejak kapan dia punya kakak ?” pikir Nadira.
“ Seorang kakak angkat, dia tinggal jauh di New York bersama suaminya, sebentar lagi dia akan melahirkan, ahhhh aku khawatir dia akan panik mendengar berita kecelakaan ini,” ujar Evan.
“ Hmm... apa kau mau kembali? Aku akan membawamu kepada rekan rekanmu itu, tapi tidak untuk pria gila itu, aku tidak mau melihatnya,, dia sangat aneh, bisa bisanya dia mengatakan kalau aku pacar masa depannya, apa otaknya sudah tidak berfungsi dengan baik? Cihhh... dasar pria aneh itu,” kesal Nadira saat melihat di anak tunggal kaya raya pengangguran yang membuatnya kesal.
“ Ahhh.. dia adalah Leonardo, dia memang sedikit gila tapi dia pria yang perhatian, bahkan sangat perhatian sampai di hari kau jatuh kita....
“ ahhh jadi ciuman itu karena perhatiannya, hah... apaan, kurasa itu hanya karena rasa penasarannya, pria bodoh itu!! “ celetuk Nadira .
__ADS_1
“ oh iya dan asal kau tahu aku tidak menganggapnya sebuah ciuman,itu hanya bibir yang menempel satu sama lain, bukan ciuman, huh...” ujar Nadira mendesis kesal. Hanya mendengar suara Nadira yang ketus dan mengoceh tentang banyak hal, Evan sudah bisa membayangkan bagaimana wajah gadis itu.
“ hahahahaa....” tiba-tiba Evan tertawa, dia merasa sangat terhibur ketika bersama dengan gadis itu, Tawanya sangat lepas, dan ini kali pertama Nadira mendengarnya tertawa begitu bahagia, seolah dia tidak punya beban apa pun, seolah kebutaannya bukan masalah besar.
“ ke.. kenapa kau tertawa? Kau aneh, jangan jangan kau kesurupan..” celetuk Nadira sambil meletakkan tangannya di kening Evan.
“ bwahahahahhahaa.... bukan... bukan... hahahhaha..... hanya saja ini sangat lucu...” Evan mengambil tangan Nadira yang memegang keningnya sambil menoleh ke arah di mana Nadira berada seolah dia bisa melihat gadis itu.
“ Apanya yang lucu?” tanya Nadira menatap mata Evan yang terbuka tetapi tidak bisa melihat.
Entah kenapa mata mereka bertemu seolah mereka saling memandang satu sama lain, seolah Evan tidak lagi buta. Tatapan mata yang dalam yang malah membuat Nadira berdebar.
“ Si... sial... dia kan tidak bisa melihat, tetapi kenapa aku berdebar seolah dia menatap mataku?” batin Nadira dengan wajah yang memerah.
Evan tersenyum, dia mengangkat tangannya dan menyentuh wajah Nadira dengan lembut.
“ Entah kenapa, aku bisa membayangkan wajahmu saat mengomel, saat marah-marah, saat tertawa, saat bersedih bahakn melamun , padahal aku belum lama mengenalmu, hahaha.. siapa kau sebenarnya Nadira, kau membuatku penasaran..” ucap Evan dengan sebuah senyuman lebar di wajahnya.
Nadira terdiam, jantungnya berdebar tak karuan, wajahnya memarah,” untung dia tidk bisa melihatku, jika tidak aku pasti akan sangat malu karena wajahku sangat merah saat ini,” batin gadis itu.
“ Ekhm... hehhe.. i.. itu mungkin karena kita bersama selama beberapa hari hahah... su.. sudahlah.. aku mau membasuh ini dulu, “ ucap Nadira sambil bangkit berdiri dan berjalan dengan cepat dari sana meninggalkan Evan di belakang rumah yang terbuka.
Evan tersenyum, ini kali pertama dia merasakan hal seperti ini, jantungnya pun berdebar,” aneh, seperti ada kupu-kupu di perutku,” ucapnya tersenyum.
Tetapi tiba-tiba, semuanya benar benar di luar kendali. Rasa sakit yang sangat berat terasa di kepala Evan, kepalanya yang terkena pukulan besi pemukul bisbol itu seolah di hantam benda keras sampai dia terjatuh dan ambruk ke atas lantai , tak sadarkan diri.
.
.
__ADS_1
.
Like, Vote dan Komen