
Sah!!
Nadira dan Evan sah menjadi suami istri secara hukum. Keduanya sepakat tidak menggelar acara apa pun sampai Evan benar-benar pulih.
Nadira yang berbalut gaun putih sederhana yang diberikan oleh Eka sedang Evan berpakaian modis dan tampan dengan kemeja putih dan celana hitam duduk di sofa dalam ruang apartemen Evan.
yang paling bergembira hari ini bukan pasangan pengantin baru dadakan yang menikah kilat di siang bolong itu, tetapi Leo si pirang Absurd yang sedang menari ke sana ke mari dengan bayangannya sendiri diiringi iringan musik klasik nan ringan dan indah.
Jangan lupakan Mahesa yang juga ikut ikutan bobrok seperti Leo, mengambil bantal sofa dan memegangnya lalu berdansa seolah sedang menari dengan pasangan halu nya.
"Dasar orang-orang ini, selalu membuat suasana ceria hahaha...." Jonash yang biasanya kaku terlihat lebih ceria dan fleksibel sambil bersandar di sofa, duduk dengan tenang dan menyaksikan Leo dan Mahesa dengan keabstrakan mereka.
Tetapi di sisi lain ruangan itu, ada Eka dan Chiko yang terlihat memasang wajah datar, menatap dingin ke arah Evan dan yang lainnya seperti sepasang orang tua yang belum siap melepas putri kecil mereka kepada pria lain.
"Apa seperti ini rasanya jadi orangtua? aku belum rela!!" ucap Chiko tiba-tiba sampai membuat semua orang terkejut dan berbalik menatap ke arah pria itu.
"Nadira, batalkan ini, kalian cerai saja, ini tidak benar!!!" ucapnya berapi-api dengan dada naik turun saking kesalnya.
" Apa ada masalah? siapa kau ikut campur urusan kami!!!" Evan angkat bicara, sekalipun dia tak menoleh pada Chiko, mereka tau Evan tidak suka disinggung.
"Ck... apa kau benar benar tulus padanya!?? apa alasanmu melakukan ini!?? kau terlihat seperti bocah ingusan yang mengambil adik kesayanganku dari kami!!!" protes Chiko.
"Benar Nadira, apa keputusan mu sudah pasti!?? kau tidak diancam kan!? kau tidak ditakut-takuti atau jangan-jangan kau... kau hamil anaknya ya!???" teriak Eka dengan mata membulat sempurna.
Sontak seisi ruangan itu terdiam, bahkan Leo sampai spontan menghentikan musik dan berbalik menatap Evan dan Nadira.
" Siapa yang hamil!?? Nadira kau hamil anak si psikopat ini!???" Mahesa berteriak membuat keadaan semakin heboh.
Belum lagi kedua bola matanya membulat sempurna dan mulutnya menganga tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.
Bahkan Jonash sampai tercengang tak bisa berkata-kata.
" Tidak ku sangka, pak bos ternyata seagresif itu!!!??" ucap Jonash sambil menutup mulut tak percaya.
"Jawab aku Nadira, kau hamil!?? ka..kau hamil anaknya kan!??" tanya Eka dengan suara tercekat.
"Jika tidak hamil apa lagi alasanmu mau menikah dengan dia!? padahal aku.. aku... sangat...
"Iya aku hamil!" ucap Nadira dengan wajah sendu.
" Tiiidaaakk.....
"Haahhh!???"
"Dek gila ya!??? hamil duluan!???"
__ADS_1
Mereka semua terbelalak tak percaya bahkan Eka sampai merosot ke atas lantai begitu pun dengan Chiko.
"Ya Tuhan, Nadira kau...
Evan terkejut bukan main dengan ucapan gadis itu, dia menoleh dan mendapati Nadira yang sedang menunduk sambil mengulum bibirnya menahan tawa.
" Dasar gadis tengik ini!" gumam Evan dengan senyuman tipis di wajahnya.
" pffthhh.... bwahahahahahahahhaha.......
Nadira tak bisa menahan tawanya, dia tertawa terbahak-bahak sambil.memukuli sofa saking lucunya wajah mereka ketika syok.
" Hahahahaha.... kalian mudah sekali di bodohi bwahhahaha.... siapa yang hamil duluan hahahhaha....." Nadira tertawa cekikikan, rasanya sangat puas berhasil mengerjai mereka.
Eka dan Chiko tersadar, kalau sang sahabat orang yang jahil, bisa bisanya mereka percaya pada kata-kata gadis tengik itu.
"Nadira, kau menipu kami lagi!??" Eka berdiri dengan wajahnya yang sudah keriting karena dikerjai oleh sahabatnya. Lain halnya Chiko yang malah menghela nafas berat sambil duduk di kursi dengan wajah masam," Dasar gadis tengik!" umpat pria itu.
Nadira tertawa terbahak-bahak, bahkan Evan dibuat terhibur dengan tingkah istrinya.
Eka berdiri dengan wajah kesal dia berjalan ke arah Nadira. Leo yang berada di sisi ruangan tersenyum melihat Jonash yang lagi-lagi terpaku menatap kecantikan Eka yang luar biasa.
senyuman Licik muncul di wajah pria itu, pertanda bahaya akan terjadi.
"Hihihi.... ini akan menyenangkan!" batin pria itu sambil tersenyum licik.
Brukkk....
Gadis itu terjatuh tepat ketika dia berada di depan Jonash. Eka terjatuh dan bibirnya tepat berada di bibir Jonash. kedua mata mereka terbelalak tapi Leo dan yang lainnya tertawa terbahak-bahak.
" Bwahahahaha..... Yaasshhh one shot!!!" seru Leo sambil melompat kegirangan, entah kenapa dia sangat senang melihat orang berciuman, sepertinya ini efek digantung dan diputuskan deretan para mantan yang mengkhianati nya.
Eka terhenyak, sama halnya dengan Jonash. Pria itu terdiam dengan jantungnya yang berdebar kencang, rasanya sangat aneh. wajahnya memerah dan aliran darahnya sangat deras seperti sungai yang sedang meluap.
Tapi lain halnya dengan Eka. Gadis itu mendorong tubuh Jonash dan berdiri dengan tegap sambil mengusap bibirnya seolah tidak terjadi apa-apa.
Tatapannya datar, wajahnya berubah dingin. Nadira dan Chiko saling menatap, "E... Eka..." panggil Nadira pelan sambil berdiri dengan tatapan tak karuan.
Gadis itu hanya diam sambil membersihkan bibirnya," Sial!" umpatnya dengan wajah kesal sambil berbalik dan menatap Leo.
Plakkk....
Satu tamparan keras dan nyaring mendarat di wajah Eka. Baginya bersentuhan dengan pria lain terutama sampai ke hal pribadi seperti barusan, adalah hal paling menjijikkan yang dia pernah lakukan seumur hidupnya.
Semua orang terdiam, bahkan Jonash yang tak tahu apa-apa menatap gadis itu dengan tatapan tak percaya.
__ADS_1
Leo mengusap wajahnya yang memerah karena bekas tamparan Eka yang sangat keras.
Dia tak menyangka kalau gadis itu akan sangat marah," Sial, salah sasaran!" ucap pria itu sambil menunduk malu.
" Ck... dasar Leo, kau membuat suasana menjadi rusak!!!" Ucap Mahesa sambil menghampiri Eka.
"Maafkan dia, dia hanya bercanda, dia...
" Apa kau pikir pelecehan terhadap perempuan adalah sebuah candaan hah!?? dasar kekanak-kanakan, bodoh, tolol, kenapa kau tidak pakai otakmu dengan benar sialan!!!" Eka mengumpat dengan tubuh gemetaran sambil menangis membuat Nadira dan Chiko panik.
"Eka, tenanglah!!" Nadira langsung menghampiri sahabatnya dan membalik tubuh gadis itu lalu memeluknya.
Chiko menatap kesal ke arah Leo," Kau tidak tau apa-apa tentang kami, tentang Eka, jangan sembarang mempraktekkan candaan rendah mu itu pada Eka!!" hardik pria itu.
Dia sangat marah, sama halnya dengan Nadira," ck.. kau salah sasaran, kau pikir semua orang akan nyaman dengan candaanmu!??" kesal Nadira sambil memeluk Eka yang menangis dalam diam.
Ada trauma mendalam yang menyebabkan gadis itu benci berhubungan dengan seorang pria. Dia menutup diri dari pria dan malah berperilaku aneh sama seperti Mahesa.
Mahesa menatap Eka, dia sedikit banyak paham dengan rasa sakit yang dirasakan gadis itu, rasa sakit ketika hal yang dulu dia lakukan dengan orang yang dia kasihi malah jadi trauma terbesar bagi dirinya.
" Apa dia sama seperti ku?" batin Mahesa.
" Ma.. maaf, " Ucap Jonash sambil menatap Eka.
Tetapi gadis itu mengalihkan pandangannya dan memeluk Nadira sambil menyembunyikan air matanya.
Leo terhenyak, dia tidak menyangka kalau candaannya akan berakibat fatal.
"Aku mau pulang, kak Chiko kita pulang," ucap Eka yang masih memeluk Nadira dengan erat.
"Tapi Nadira dilepas dulu,"
" Tidak mau, NAD.. pliss ikut denganku, kali Ini saja kumohon..." pinta gadis itu dengan mata berkaca-kaca.
Evan yang melihat tatapan Eka pada Nadira, merasa tidak nyaman," Tatapannya kenapa harus seperti itu!? apa dia sama seperti Mahesa!??" batin Evan dengan lirikan tajamnya pada Eka.
" Eka, kau tidak boleh, jangan begini, Nadira sudah...
"Aku tau, aku tidak memaksa, aku hanya butuh Sabahat ku, apa tidak boleh kak Chiko!?" tanya Eka sambil menangis.
"Sebentar aku ijin dulu!" ucap Nadira.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 🤗