Terjebak Dalam Pesona Sang Mafia

Terjebak Dalam Pesona Sang Mafia
Tawaran


__ADS_3

Setelah kejadian besar itu, akhirnya dendam pun terselesaikan. Semua masalah telah mereka selesaikan.


Nadira dan Evan tampak mengunjungi kediaman keluarga Eka.


Eka sedang menangis tersedu-sedu di dalam rumah setelah mendengar yang terjadi pada sahabatnya. Anna menjaga Eka yang cengeng dan juga mengesalkan itu.


Dia benar benar membuat seisi ruma kesal. Bagaimana bisa Eka berniat bunuh diri padahal dia masih begitu muda.


" Diamlah!!" bentak Anna dengan wajah kesal.


Kedua orang tua Eka tak tersinggung saat putrinya dibentak, Karena mereka pun kesal dengan suara tangisan melengking dari gadis aneh itu.


Eka terhenyak, dia menutup mulutnya sambil sesenggukan," Kau bukan anak anak, sudah saatnya kau dewasa Eka, dasar bodoh, sadarlah, apa yang kau lakukan tadi akan menghancurkan hati semua orang yang menyayangimu!!" ucap Anna dengan tegas.


" Kau!!!" dia menunjuk Eka.


" Apa kau tidak memikirkan konsekuensinya jika sampai kau mati di jembatan itu hah!? paman dan Bibi akan hancur bodoh!!!' jelas Anna lagi dengan tatapan tajam.


Dia benar benar sudah menyerah dengan penyakit Eka ini. Anna saja bisa kembali ke jalan yang benar, semua karena dia membuka hari pada pria yang dijodohkan dengannya dan orang itu menerima dirinya apa adanya.


Jika dia bisa demikian maka Eka pun pasti bisa melakukan hal yang sama, hanya butuh waktu dan kesabaran saja.


" Tapi aku... aku men...


" Sadarlah, aku tidak mau kau jadi perempuan bodoh Eka, sadar dan jadilah normal, masih banyak pria di bumi ini yang baik dan bisa membantumu membuang semua pikiran negatifmu terhadap mereka!!" jelas Anna.


Di saat yang sama rombongan Nadira dan yang lainnya telah tiba di rumah itu.


Mereka menyaksikan Anna mengomeli Eka habis-habisan. Eka terdiam sejenak sambil menangis. Dia benar benar merasa dikhianati dan merasa tidak ada yang peduli dengannya.


" Eka, lihat ayah dan ibumu, kasihan mereka, lihat Nadira, lihat orang yang sayang padamu, mereka ingin kau bahagia bukan malah terjatuh dalam keadaan dan kegelapan ini sendirian, minta bantuan siapa pun agar kau bisa bangkit EKA!!"ucap Anna.


Nadira menatap sahabatnya, dia tahu perjuangan Eka itu berat .


Namun hal seperti ini memang tidak boleh dibenarkan. Bahkan Mahesa yang berdiri di belakang mereka saja merasa tersindir dan terkejut dengan ucapan Anna.


"Evan, aku...


" Pergilah, bujuk dia sayang," ucap Evan mendorong istrinya mendekati Eka dan Anna.

__ADS_1


Perempuan itu mendekati mereka dengan perlahan. Beberapa kali Nadira menghela nafas kasar sebelum akhirnya dia memasang senyuman di wajah cantiknya untuk memperbaiki suasana.


" Eka, Anna!!" panggil Nadira.


Eka menatap Nadira yang mendekat, sontak dia berdiri dan menghapus air matanya. Gadis itu dengan cepat berlari dan menghamburkan pelukannya pada Nadira.


" Nanad... hiks hiks hiks... kamu baik baik saja!? apa yang terjadi padamu!??" Lirih Eka sambil memeluk Nadira erat-erat dengan air mata bercucuran.


Nadira memutar malas kedua bola matanya, dia benar benar dibuat jengkel dengan ulah gadis di depannya itu.


" Dasar pembuat masalah kau!!" kesal Nadira sedikit berteriak sampai membuat orang yang ada di sekita mereka terkejut.


Pukk... Pukk...pukk..


" Dasar bodoh kau, beraninya kau melakukan itu Eka, beraninya kau dasar bodoh!!!" Nadira memukuli punggung Eka saking kesal, marah dan khawatir dengan sahabatnya yang bodoh itu.


" Kenapa kau jadi tolol hah!??? dasar bodoh, aku tidak setuju kau jadi pecinta sejenis, banyak kak laki bertebaran di luar sana tapi kau malah memilih perempuan!?? yang benar saja!!!" Nadira tak habis pikir.


Dia benar-benar kesal dan marah dengan ulah Eka yang menurutnya sudah tidak bisa ditolerir lagi.


"Kau sampai mau bunuh diri karena Anna akan menikah, kau gila ya!? otakmu dipakai di mana hah!? di dengkul!???" Omel Nadira sampai nafasnya naik turun.


"Kau lihat Papa dan Mamamu Eka, mereka akan sangat sedih, lihat mereka sudah tua, jangan buat masalah lagi untuk mereka, dan aku... kak Chiko, apa kau tidak menganggap keberadaan kami sampai kau memilih ingin bunuh diri hah!??" Nadira lagi lagi membentak Eka.


Air matanya tak lagi terbendung. Rasa kesal, sedih dan marah bercampur jadi satu.


Jujur saja, begitu mendengar kabar tentang apa yang Eka lakukan, tubuh dan jantung Laura gemetar lemas karena terkejut.


Tidak dia sangka kalau Eka memiliki keinginan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara sebodoh itu.


Jika bunuh diri bisa menyelesaikan semua masalah, maka mengapa orang orang masih takut untuk bunuh diri??


"Kau dengar aku tidak hah!?? dasar jahat hiks hiks hiks!!!" Nadira memukuli tubuh Eka.


Dari kejauhan, Jonash menatap Eka. Hatinya iba melihat gadis yang berhasil membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama itu. Dia merasa ingin membangun Eka jadi perempuan normal dan melewati traumanya dengan lancar.


" Apa aku punya kesempatan untuk masuk ke dalam hatinya? sejak bertemu dengannya, aku sadar aku telah jatuh hati, tapi apa cinta ini akan diterima?" batin Jonash.


Eka menangis sesenggukan sambil meminta maaf pada Nadira. Kedua orangtuanya juga menangis sesenggukan menatap Eka yang hancur karena masa lalu mengerikan yang dia alami.

__ADS_1


Semua orang hanya bisa terdiam membisu menyaksikan bagaimana Nadira memukuli sahabatnya. Bagaimana Nadira mengungkapkan kekecewaannya terhadap keputusan dari pikiran dangkal sahabatnya.


"Sayang, tenanglah, cukup dia juga sudah menyesal," Evan menarik istrinya dan memeluk gadis itu dengan erat.


Hati Nadira benar benar hancur. Dia tidak pernah membayangkan hal seperti ini akan terjadi pada Eka.


"Arrrkhhhh bodoh... kenapa ada orang bodoh seperti dirimu Eka!!!" pekik Nadira.


Eka terduduk di atas lantai sambil menangis, meringkuk dengan memeluk dirinya sendiri.


Trauma berat terhadap laki-laki membuat Eka enggan membuka hatinya. Bahkan kedua orangtuanya sudah angkat tangan terhadap sikap Eka ini.


Dia sudah dibawa ke psikiater, sudah menjalani banyak pengobatan bahkan sampai dijodohkan tapi tak satu pun yang bisa membuat dia kembali seperti dulu.


Hanya bersama Anna, Nadira dan Chiko dia bisa berteman, selebihnya, orang lain adalah musuhnya. Bahkan orang orang di kantor pun takut padanya.


Saat Eka menangis sesenggukan, saat Nadira tidak lagi sanggup menghadapi Eka, saat semuanya terdiam.


Jonash, tergerak mendekati Eka .


Dia menjulurkan tangannya, memberikan bantuan tulus pada gadis itu. Menjadi seorang pria yang tangguh untuk menarik hati pujaannya.


"Nona Eka, tidak apa-apa menjadi lemah, tidak masalah jika trauma anda membuat anda hancur, tapi bukankah selalu ada jalan untuk kembali? semua butuh proses. Anda melewati prosesnya bersama orang-orang yang selalu mendoakan kebahagiaan anda, orangtua anda, Nadira, Chiko, orang terdekat anda, semuanya berharap anda bahagia dengan cara yang benar, apa anda tidak ingin kembali ke masa anda tertawa lepas tanpa beban? " Ucap Jonash.


Eka menengadah dengan mata sembab. Ucapan Jonash menusuk hatinya.


" Selalu ada jalan untuk semua masalah, bahkan sekalipun anda punya trauma besar terhadap pria, jelas tidak semua pria seperti itu, tuan Evan misalnya, dia konsisten dengan dirinya dan menunggu Nadira, anda juga bisa menemukan sosok seperti itu!" ucap Jonash.


" Berdirilah nona, ini adalah tawaran untuk kebahagiaan anda, bila anda ingin mencoba keluar, bertemu hal baru saya bisa membantu anda bersama yang lainnya," ucap Jonash sambil berjongkok di depan Eka dan menatap dalam kedua netra indah itu.


Eka terdiam. Semuanya tampak hening, mereka menunggu reaksi Eka.


.


.


.


like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2