
Leo mengejar mobil yang membawa Nadira, tak dia sangka ada orang di kota itu yang bisa menandingi keahlian membawa mobilnya yang membuat semua orang mengumpat dan berteriak kesal karena ulah liarnya di tengah jalanan yang ramai.
Leo menyetir dengan lihai, melewati mobil yang satu dengan yang lain bahkan tak segan melawan arus untuk menemukan Nadira.
Setelah hasil DNA diketahui, Nadira dinyatakan sebagai anak kandung ayahnya dan saudari kandungnya yang terpaut usia 5 tahun dengan dirinya.
Mengetahui hal itu, hati Leo senang sekaligus marah di saat yang bersamaan.
Senang karena perempuan pertama yang berani memukulinya adalah adiknya yang nyatanya punya sifat sebelas dua belas dengan dirinya dan marah karena orang di luar sana berani bermain main dengan adiknya sekaligus istri dari sahabatnya.
“ Wahh tunggu dulu, kalau begitu aku jadi kakak ipar dong hahahahhahahah... Evan kau ternyata adik iparku, baiklah mari kita kejar para bajingan itu...” celetuk Leo sambil menginjak gas dan melaju lebih kencang memotong keramaian di siang bolong dengan terik matahari yang begitu panas.
Sama halnya dengan Evan, dia mengejar mereka dengan cepat sambil berkomunikasi langsung dengan Benny di pusat pengendalian seluruh sistem jaringan markas Boile.
“ Amora, kerahkan tim menuju titik kota kecil itu, serang markas si Yanto bajingan itu,” titah Evan .
“ Seluruh ketua tim bergerak dan kepung markas Sanjaya , hancurkan perusahaannya dan bawa seluruh anak buah mengepung rumah utama keluarga Sanjaya, jangan lupa memasang papan iklan yang besar di depan gedungnya, pembalasan akan dilaksanakan hari ini,” titah Evan.
“ tapi tuan, Anda melakukan hal itu hanya demi perempuan dekil itu?” protes Amora yang membuat semua orang yang terhubung dengan pembicaraan mereka malah terkejut . Jelas mereka tahu bahwa Nadira adalah istri bos mereka, tapi kenapa Amora menentang perintah Evan dan mengatakan hal yang tidak berarti saat masa genting seperti ini ?
“ Amora, jangan melakukan tawar menawar padaku jika kau tidak ingin kehilangan nyawamu, kau ingat asal usulmu dan kau ingat janjimu padaku untuk tetap setia pada organisasi bukan ?” kesal Evan .
“ Maaf tuan, akan saya lakukan,” jawab Amora dengan nada menyesal karena sudah berani melawan perintah tuannya.
“ lakukan dengan rapi , tanpa kesalahan sedikit pun, karena yang dipertaruhkan di sini adalah nyawa istriku yang berarti dia tuan kalian juga,” ucap Simon sebelum dia benar-benar mengakhiri panggilannya dan melaju secepat kilat mengejar istrinya .
Seluruh tim bergerak, rencana yang sudah dipersiapkan sejak lama akan dilakukan hari ini. Seluruh anak buah Boile dikerahkan untuk pembantaian keluarga Sanjaya membalas apa yang mereka lakukan pada keluarga Evan dan keluarga budak yang lain yang telah hancur karena keserakahan tuan Sanjaya.
Semuanya akan disaksikan oleh tuan Sanjaya, bagaimana seluruh keluarganya hancur di tangan anak yang hampir dia penggal kepalanya belasan tahun yang lalu.
Sementara itu di dalam mobil, Nadira mendapatkan kembali kesadarannya saat dia merasakan mobil yang membawanya melaju dengan begitu kencang .
__ADS_1
Gadis itu terbangun, dia diletakkan di bagian paling belakang mobil itu dengan dua penjaga di bagian kursi depan dan dua lagi di bagian kepala mobil.
Gadis itu melenguh kesakitan di bagian lehernya karena bagian itu yang dipukul oleh mereka.
Nadira bangun sambil menggelengkan kepalanya yang pusing, penutup kepalanya terlepas karena benturan, dia menatap perlahan, tampaklah punggung dua anak buah berbadan super besar yang kini sedang duduk tegap di depannya.
Nadira menutup mulutnya serapat mungkin sambil menatap di mana dia berada saat ini.
“ sialan, kenapa aku sampai di culik oleh para bajingan ini, seandainya aku lebih cepat meminta tolong Evan pasti tidak akan seperti ini..” kesal Nadira sambil menggerakkan tubuhnya yang terasa sakit karena ikatan tali yang cukup kuat.
Nadira menggerakkan kedua tangannya, berusaha membuka ikatan yang kuat itu, sepertinya mereka meremehkan Nadira yang hanya seorang perempuan di mata mereka.
Ikatan itu dengan mudah terlepas dari tangannya, lalu dengan pelan dan gerakan berhati hati dia membuka ikatan di kakinya tanpa membuat keributan berarti .
“ Dia masih mengejar kita, percepat mobilnya...” teriak salah satu pria berbadan besar yang menoleh ke belakang.
Sontak Nadira terdiam membeku seolah dia terikat lagi.
“ Mereka bukan orang yang sama, aku tidak tahu berapa orang yang mengejar kita, tapi seperti ucapan tuan Yanto, kita sedang melakukan misi paling berbahaya, bayarannya mahal jangan menyia-nyiakan kesempatan ini..” ucap mereka yang dianggukkan setuju oleh sang supir.
Mereka melaju dan memotong jalanan dengan cepat dan lihai, melewati hutan dan jalan pemotongan untuk mengalihkan arah mereka.
Nadira menatap ke sana kemari, dia mengintip ke belakang, jauh di belakang sana ada sebuah sedan hitam yang Nadira kenali dan pria pirang yang sedang menggila di dalamnya.
“ Kak Leo? Wahhh dia hebat juga, tapi benar-benar sial, di Yanto bajingan itu lagi? Hah keturunan Sanjaya memang tidak ada yang berguna,” gumam gadis itu.
“ Ini saatnya memanggil mereka, saatnya pembalasan dendam, dendam kematian papa dan mama juga keluarga para budak,” batin Nadira seraya menekan sebuah tombol di antingnya.
Tiiiiiiiittttt........
Alarm darurat berbunyi di berbagai tempat pertanda ini adalah waktunya untuk mengeksekusi seluruh keluarga Sanjaya, keluarga dari pihak nyonya Sanjaya dan tuan Sanjaya akan dihancurkan hari ini beserta semua orang yang terlibat dalam pembantaian bertahun tahun yang lalu.
__ADS_1
Chiko yang sedang menggendong Eka seperti sedang membawa karung beras berhenti berjalan di pinggir jembatan setelah mendengar alarm darurat yang dikirimkan dari sinyal milik Nadira yang berarti ini saatnya pembantaian .
“ Eka, diamlah atau aku akan menghukummu sekarang, kau benar-benar membuat masalah,” kesal Chiko yang menemukan Eka dari alat pelacak yang diam-diam dia dan Nadira pasang di telinga gadis itu berhati hati kalau kejadian seperti ini terjadi.
Eka ditemukan di pinggir jembatan, menangis tersedu-sedu seperti orang gila bahkan duduk dengan kedua kakinya menggantung di atas jembatan.
“ Dasar menyebalkan, karena kau Nadira diculik,’ ketus Chiko yang mendapat informasi dari Jonash terkait hilangnya Nadira karena tahu Chiko dan Nadira berteman baik.
“ Apa ?hiks hiks hiks... Nadira di culik karena aku? Huwaahhhh aku memang tidak berguna, aku membuat kesusahan semua orang” teriak Eka lagi sambil menangis sesenggukan.
“ Kalau kau mau mati setidaknya pilih tempat yang agak elitlah nona Eka, bagaimana bisa kau mati di jembatan yang sering di lewati orang seperti ini, mati di atas Monas, atau di gedung putih atau di hotel bintang lima setidaknya lebih elegan,” celetuk Chiko sambil memasukkan Eka ke dalam mobil di mana Anna sedang menunggu.
“ Ihhhh sana kau.. dasar menyebalkan , kau juga Anna kau menyebalkan kenapa kau menikah dengan orang lain hiks hik shiks...” teriak Eka menangis histeris lagi.
“ apa kau mau aku mati chiko hah?” ketus gadis itu.
“ Kan Anda yang mau mati Nona, saya hanya menyarankan saja, sudahlah, kembali ke rumah, saya akan mencari posisi Nadira dahulu, “ ucap Chiko sambil memasang seat belt Eka lalu menepuk pucuk kepala gadis itu dengan lembut,” tenangkan dirimu, kakak akan pulang bersama Nadira,” ucap Chiko yang sudah menganggap Eka sebagai adik kecilnya yang merepotkan tetapi sangat dia sayangi.
“ Hiks hiks hiks.. berhati hati kak bawa Nanad secepatnya," Ucap Eka sambil menangis sesenggukan.
“ Anna tolong jaga dia sebentar saja, dan sadarkan dia kalau jeruk makan jeruk itu gak boleh!” celetuk Chiko .
Pria gemuk itu berlari menuju mobilnya dan mengejar titik lokasi Nadira bersama dengan anak-anak budak lainnya yang sudah menerima sinyal itu.
Yanto Sanjaya tidak akan pernah mengira bahwa puluhan budak yang mereka bantai dahulu akan membalaskan dendam atas nama keluarga mereka.
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen