Terjebak Dalam Pesona Sang Mafia

Terjebak Dalam Pesona Sang Mafia
# Markas


__ADS_3

Nadira menatap Evan dengan serius bahkan sampai tidak sadar kalau sejak tadi mereka sudah meninggalkan kediaman lama gadis itu bersama Jonash dan Leo yang setia mendengarkan.


Bahkan Leo yang biasanya heboh terlihat tenang tanpa menyela pembicaraan penting pasangan pengantin baru itu.


"Jawab aku!? apa ada masalah dengan ingatan mu!??" tanya gadis itu lagi sambil menangkupkan kedua tangannya di wajah Evan.


Dari balik kacamatanya, Evan bisa melihat Nadira yang khawatir terhadap dirinya, tatapan yang benar-benar tulus dan penuh kasih sayang membuat hati Evan lagi lagu meleleh.


"Kemampuan mengingatku menurun, karena insomnia dan obat-obatan juga alkohol, aku punya kehidupan yang gelap Nadira, aku punya kehidupan yang mungkin tak ingin kau ketahui seumur hidupmu, barbahaya dan gelap," ucap Evan sambil menggenggam tangan Nadira dengan erat.


"Kehidupan gelap? kehidupan seperti apa yang kau jalani Evan!?? kehidupan seperti apa? kenapa sampai kemampuan mengingatmu menurun!?".


"Sangat gelap nad, aku takut setelah kau mengetahuinya kau mungkin akan membenciku, tapi kau berhak tahu, akan ku tunjukkan padamu hari ini, setelahnya kau bisa membuat keputusan yang benar, pilihan ada di tanganmu," ucap Evan dengan hati yang tegar.


Jonash dan Leo saling menatap, mereka tak menyangka kalau Evan akan mengungkapkan siapa dirinya saat ini.


" Tuan anda...


"Evan apa kau yakin!??" tanya Leo syok.


Bahkan Nadira sampai dibuat penasaran dengan apa yang dimaksud oleh mereka.


"Kita ke perusahaan, akan ku mulai dari sana," ucap Evan.


"Tapi tuan...


" Jonash jangan menentangku, jika Nadira menjadi bagian dari hidupku, maka dia berhak tahu segala hal tentang diriku, siapa aku, masa laluku dan apa yang ku lakukan, dia berhak tahu dan memutuskan apa yang harus dia lakukan nanti!" ujar Evan yakin sembari menggenggam tangan Nadira seakan takut kehilangan gadis itu.


"Baiklah tuan, akan saya lakukan!" ucap Jonash menurut, dia jelas tau Evan serius dengan kata-kata nya.


"Sebenarnya apa yang mereka bicarakan? kehidupan seperti apa yang Evan jalani selama ini!? apa segelap itu? sama kah gelapnya dengan kehidupan ku?" batin Nadira sambil menatap Evan penasaran.


Mobil mereka melaju menuju Abraham grup, tempat Nadira dulu bekerja tanpa tahu kalau dia sudah menikah dengan pemilik perusahaan tersebut.

__ADS_1


Perjalanan mereka terlihat hening, semuanya bergelut dengan pikiran mereka masing-masing.


Terutama Evan yang mencemaskan tanggapan Nadira nantinya jika tahu siapa dirinya yang sebenarnya. Apakah Nadia akan kecewa dan meninggalkannya? ataukah Nadira bisa menerima nya yang tidak sempurna dan punya banyak musuh itu?


Melibatkan diri dengan Evan berarti, semua orang yang ikut dengannya sudah siap dengan segala resiko yang mungkin bisa mereka hadapi termasuk kehilangan nyawa mereka.


Tak beberapa lama, mereka tiba di Abraham grup. Nadira menatap area itu, jelas dia tahu tempat dia bekerja dulu sekaligus saat Dua karyawan Abraham yang menghinanya tetapi berhasil dia kerjai dan kini nasibnya miris, tak ada satu perusahaan pun yang mau menerima mereka yang telah di black list dari Abraham grup karena perangai dan tindak korupsi mereka.


"Abraham grup? aku tahu kau bekerja di sini, tapi kenapa membawaku ke sini, aku kan sudah tau?" tanya Nadira.


" Kau mungkin tahu Nadira, tapi apa kau tahu dengan jelas siapa aku?" tanya Evan sambil menatap lurus ke depan.


"Kau karyawan, kan tidak mungkin pemilik?" tanya Nadira.


Leo yang mendengar itu hampir tertawa, dia berbalik dan menatap Nadira yang terlalu polos," Kau yakin dia hanya karyawan? nama perusahaan ini apa coba?" tanya Leo.


" Abraham grup," ucap Nadira cepat.


" Lalu nama suamimu?" tanya Leo sambil melirik Evan.


"A.. Abraham!?? hah... ti...tidak mungkin... hahaha jangan bercanda Kak Leo, tidak mungkin ah!" ucap Nadira sambil tertawa kecut.


" Apanya yang tidak mungkin nona, Tuan Abraham Evan Boile, pemilik Abraham grup, salah satu perusahaan terbesar di dunia, apa anda tidak tahu siapa Presdir di tempat anda kerja paruh waktu dulu?" sambung Jonash.


" Tidak, aku tidak tahu!!" ucap Nadira syok, dia bahkan sampai mundur dan menggeser tubuhnya menjauh dari Evan. Sangat syok saat tau suaminya adalah seorang Presdir bukan karyawan seperti yang dia ketahui.


"Kenapa Nadira?"


"E..Evan eh ma..maksudku tu..tuan, ma..maaf aku tidak tahu!!" ucap Nadira Panik, dia pikir dia menikah dengan orang biasa tau taunya menikah dengan orang super luar biasa yang tak pernah dia bayangkan.


Evan terkekeh melihat reaksi Nadira, tetapi dia berusaha menahan dirinya agar tidak tertawa, jangan sampai Nadira mengetahui kalau dia tidak benar-benar buta.


"Hei jangan panggil seperti itu, aku merasa sangat tua kalau kau memanggilku dengan sebutan itu," ucap Evan sambil memegang tangan Nadira.

__ADS_1


" Ka..kau tau tidak kalau status sosial kita jauh berbeda, bagaimana bisa kau!?? kau menikah dengan orang rendahan sepertiku Evan? " Nadira sangat syok.


Evan tersenyum," dasar bodoh, orang rendahan apanya, kita sama Nadira, selama masih menjadi manusia kita tetap sama di dunia ini, tidak ada sistem rendahan atau bangsawan, budak atau tuan, jangan menyebutkan hal itu Nadira," jelas Evan.


"Tapi ini sangat mengejutkan!" ucap Nadira tak percaya.


" Kau...kau Presdir perusahaan ini!?? Wahhh.... kau membuatku minder Evan, wahhhh kau hebat, bagaiman bisa kau membangun perusahaan sebesar dan sesukses ini!??" tanya Nadira takjub.


" Dia berjuang keras untuk itu Nadira, kau harus bangga punya suami seperti dia," ucap Leo sambil menaikan kedua jempolnya pada Evan, dia jelas tahu perjuangan pria itu.


" Tuan Evan melakukan segalanya, berusaha dari nol sampai bisa mencapai titik ini nona, semua juga dia lakukan sambil memikirkan gadis kecil yang selalu dia rindukan dan dia cari, tapi karena lupa parasnya, dia tidak bisa menemukan anda," jelas Jonash.


Kenyataan getir yang Evan hadapi, dia ingat sosok Nadira, sosok gadis kecil, tetapi melupakan wajahnya, sampai dia melihat foto yang dilacak Jonash beberapa waktu lalu,barulah dia yakin kalau Nadira adalah gadis kecil yang dia cari.


"Evan kau... apa kau benar-benar sesakit itu?" tanya Nadira sambil menatap Evan dengan mata berkaca-kaca.


Evan menoleh sambil mengangguk," Aku punya masalah dengan kepalaku Nadira, sepertinya trauma, bahkan kau tahu aku tidak bisa makan makanan yang diberikan sembarang orang, tapi yang aku sadari aku bisa memakan makanan yang kau berikan, sekali aku bisa sembuh perlahan," jelas Evan.


Dia pria yang punya trauma dengan benda benda kotor, tetapi sejak bertemu Nadira dia bisa makan dengan benar, bahkan Leo, Mahesa dan Jonash dibuat heran.


"Sebenarnya apa yang kau alami? kehidupan apa yang kau lalui? kenapa rasanya menyedihkan sekali?" tanya Nadira.


" Kau akan tahu setelah melihatnya langsung Nadira, ku harap kau siap, ini akan mengejutkan," jelas Evan


" Jonash ke markas utama!"


"Baik tuan!"


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2