Terjebak Dalam Pesona Sang Mafia

Terjebak Dalam Pesona Sang Mafia
#20


__ADS_3

Nadira dan Pak Yanto serta anak buah Pak Yanto yang lain dalam perjalanan menuju rumah Poak Yanto dengan dua mobil yang mengkawal perjalanan mereka.


“Kenapa mobil yang di belakang sangat lambat, suruh mereka untuk cepat!” titah Pak Yanto pada asistennya yang mengemudi di mobil depan.


Nadira melirik orang itu, dia hanya diam dan memperhatikan semuanya sambil memikirkan cara untuk membawa Evan keluar.


“kalau aku menusuk mereka yang bisa ku hadapi mungkin 5 orang sekaligus tetapi aku tidak tahu berapa jumlah anak buah si berengsek sialan ini, keselamatan Evan yang terpenting!” batin gadis itu.


Sementara itu di mobil belakang, Chiko sedang berkomunikasi dengan Eka yang membawa Revina jauh dari kampung itu,” apa menurutmu hal ini akan berhasil Chiko? Ini berisiko, kenapa juga Nadira sampai mengorbankan dirinya? Siapa memangnya pria itu?” tanya Eka dari seberang telepon.


“Percaya saja padanya Nona, jangan terlalu cerewet bawa saja mobilnya dengan benar, Anda sedang membawa perempuan hamil, jangan sampai terjadi sesuatu,” ucap Chiko.


“ Huhhh... kau sama seperti Mami, dasar cerewet, iya iya!!" ketus gadis itu.


Chiko mengikuti Nadira dengan mobil anak buah Yanto yang berhasil dia dan anak buahnya yang ikut ke rumah Nadira sabotase. Mobil itu mereka ambil paksa dan menyamar menjadi anak buah Pak Yanto, mengikuti mereka menuju rumah Pak Yanto.


“ Beraninya mengusik Nadira, kalian akan habis di tangan perempuan itu, dasar orang bodoh,” batin Chiko .


Mobil Pak Yanto dengan cepat tiba di rumah yang jarakny menempuh 30 menit perjalanan darirumah Nadira, cukup panjang dan jauh.


Nadira dibawa dan digenggam oleh pak Yanto, mereka memasuki rumah yang sudah diisi dengan pihak yang akan menyelenggarkan pernikahannya dengan Nadira hari ini,” kita akan segera menikah Nadira, aku akan memberikan kehidupan yang indah bagimu sayang,” ucap pak Yanto.


Nadira menangis,”hiks hiks hiks.. pria itu... kapan kau akan melepaskan dia.. kenapa kau menyekapnya begitu lama, dia itu buta!!" ucap Nadira sambil menangis sesenggukan seolah dia sedang ketakutan.


“ jangan menangis atau aku akan membunuhnya,” bisik pak Yanto.


“ta... tapi...” Nadira menatap pak Yanto dengan tatapan dingin sambil mengusap air matanya. Dia melirik ke belakang , semua anggota pria itu sudah masuk. Senyuman tipis tergambar di wajah gadis itu.


“ Kena kau...” batin Nadira dengan senyuman sinisnya.


Mereka berjalan memasuki rumah, dengan Nadira yang mempelajari tatanan rumah itu. Ruangan mewah yang besar dan indah, meunjukkan kekuasaan dan kekayaan Pak Yanto yang tak ada habisnya karena bermian dengan riba.

__ADS_1


“ kau akan di rias oleh mereka, aku akan bersiap di kamar lain, “ ucap pak Yanto sambil membawa Nadira menuju ruangan pengantin wanita yang sudah dirias seapik mungkin dengan MUA yang menunggu di dalam ruangan itu.


“ Tapi... bagaimana dengan pria itu, kapan kau akan mengeluarkannya?” tanya Nadira dengan wajah sedihnya.


“ Ck... kau selalu membahasnya, aku calon suamimu, jangan membahas pria lain!!”


“ Tapi...”


“ Tidak ada tapi-tapian cepat sana, dasar sialan!!" geram pak Yanto.


“ heh kau berjaga di dalam kamar, jangan sampai dia lepas aku akan membunuhmu jika sampai dia lepas!” ucap pria itu pada pria bertubuh tegap dan besar dengan siluet yang menakjubkan, berdiri dengan tegap tanpa menunjukkan wajahnya.


“ baik tuan.” Jawabnya singkat sambil masuk ke dalam kamar.


Pak Yanto juga di jaga oleh dua pengawal lain,” sejak kapan pengawalku punya tubuh bongsor seperti ini?” batin pria itu menatap dua pengawal berutubuh tegap dengan topi hitam di kepala mereka sambil berdiri menjaga pintu.


“ ahhh apa pun itu, yang penting pernikahanku dengan Nadira akan dilaksanakan hari ini,” gumam pria itu sambil masuk ke dalam kamarnya.


Nadira mengangkat kepalanya dan menatap datar ke arah tiga MUA di daam ruangan itu,” mau meriasku? Heh... jangan harap...” ucap Nadira yang langsung menarik tangan salah satu MUA dan mematahkan tangan perempuan itu.


“ Arrkkhhhh apa apaan ini...”


Bughh... Bughh... Baghhhh bruukkkk...


Nadira menerjang mereka bertiga dan berhasil membekuk mereka dengan tenang dan cepat. Ketiga perempuan itu dia buat pingsan tak sadarkan diri. Dan sekarang adalah giliran penjaga mencurigakan yang tidak dia kenali itu,” sekarang giliranmu...” ucap Nadira menatap pria bertubuh tinggi dan besar itu.


“ Apa kau yang membawa Evan dari sungai seminggu yang lalu?” Pria itu membuka topinya dan menunjukkan wajahnya pada Nadira.


Wajah tampan dengan ciri khas Eropa, mata biru dan wajah tegasnya yang datar dan dingin menatap Nadira dengan tatapan menyelidik.


“ Si... siapa kau? Siapa Evan, aku tidak mengenalnya,” ucap Nadira sambil menjauh dari pria itu,” apa jangan jangan dia orang yang ingin melukai Evan? Aku tidak akan membiarkan dia mendapatkan Evan,” batin Nadira.

__ADS_1


“ Jangan mencurigaiku nona, aku temannya, kita pernah bertemu di ruang kantor Evan hanya saja kau tidak melihatku,” pria itu adalah Mahesa, pria tampan nan misterius yang menyelidiki hilangnya Evan.


Beberapa saat yang lalu dia tiba di desa itu dan bersamaan dengan itu dia mendengar rumor aneh tentang seseorang yang disekap. Dia mencari alamat Nadira, karena mendengar dari Pak kumis yang dia ancam bahwa Nadira membawa seorang pria dari sungai.


Saat mendekati rumah Nadira dia melihat Pak Yanto dan anak buahnya mengancam gadis itu, demi menjalankan misinya, dia dan dua anak buahnya melumpuhkan bawahan Pak Yanto dan mengganti posisi dengan cepat sebelum pria itu masuk ke mobil.


“ Te.. temannya Evan? “ Nadira memicingkan matanya,” kau yakin kau temannya? Bukan orang yang ingin membunuhnya? Bukan orang yang melukainya sampai separah itu, bukan orang yang igin menghancurlan dia...” Nadira menyerang pria itu dengan rentetanan kata kata bahkan sampai mendesak Mahesa ke dinding.


Baru kali ini Mahesa melihat perempuan se unik Nadira,”kau bisa percaya padaku, sekarang katakan di mana dia, menurut pembicaraan mereka tadi, Evan di sekap, apa kau tahu tempatnya, di sekitar rumah ini,” tanya Mahesa .


Nadira menghela nafas,” Jika kau berbuat aneh aku pasti akan langsung membunuhmu dengan tanganku,” ancam Nadira.


“ Perempuan ini lama-lama jadi mirip dengan Evan, apa dia mengenal Evan sedekat itu?” pikir Mahesa.


“ Dia di sekap di belakang, kondisinya tidak baik, kita harus segera menemukan dia, Hanya pak Yanto yang bisa mengakses tempat itu, satu satunya cara adalah dengan cara ini... kau perhatikan dan jangan kacaukan kalau ingin Evan selamat.” ucap Nadira yang membuka pintu kamar dan hendak keluar dari sana tetapi pemandangan mengerikan tampak di depan mata gadis itu.


Pak Yanto berdiri dengan sebilah pisau di tangannya yang sudah bersimbah darah, anak buah Mahesa tumbang dibuatnya.


“ Nadira, kau pikir aku tidak sadar dengan rencana busukmu sialan, kau berbicara dengan Revina bukan? Aku akan membunuh wanita itu dan juga teman perempuan mu itu, kau yang membuat semua ini terjadi, lihat apa yang akan terjadi pada mereka,” geram pak Yanto sambil menatap Nadira dengan tatapan berapi-apiu.


“ APA YANG KAU COBA LAKUKAN PADA SAHABATKU BAJINGAN SIALAN...” pekik Nadira.


“ Aku akan membunuhnya, bersama dengan Revina, mereka akan mati di tanganku, ini semua karena ulahmu bodoh, dan pria itu.. pria itu akan ku bunuh di depan matamu Nadira, akan ku bunuh keturunan Budak sialan itu, ahhh sudah lama aku mencarinya, ternyata dia bersembunyi di rumahmu, tidak kusangkan dia datang dengan sendirinya kepadaku hahhahaa... kau akan menikah denganku di atas darah anak budak sialan itu!!"


.


.


.


Like, vote dan komen

__ADS_1


__ADS_2