Terjebak Dalam Pesona Sang Mafia

Terjebak Dalam Pesona Sang Mafia
# Nadira diculik


__ADS_3

Nadira sampai menenggak salivanya dengan kasar saat mendengar ucapan Evan yang dingin dan datar.


Aura pria itu berganti setiap saat, dan hal ini bukannya membuat Nadira takut, tetapi semakin penasaran dengan siapa Evan sebenarnya.


Leo berdiri menatap mereka sambil mengamati dengan serius," Pasangan aneh, kalian itu sebenarnya sama sama suka, tapi belum sadar saja, apalagi si kunyuk ini, dia benar benar telah terpikat oleh Nadira," batin Leo sambil memicingkan matanya menatap Evan dan Nadira bergantian.


Benny menunjukan seluruh rekaman aktivitas markas di masing-masing titik.


Dan betapa terkejutnya Nadira saat melihat semua markas dengan kegiatan pembasmian mereka yang dilaksanakan hampir di waktu yang bersamaan.


Beberapa orang terlihat duduk di tengah lapangan dengan kepala di tutup, beberapa tak punya sebelah tangan dan ada yang telinga nya membusuk dan sebagainya.


Sangat menyeramkan jika dilihat secara langsung!


"A.. apa itu!!!!" Nadira terkejut bukan main, dia menutup mulutnya, membulatkan kedua matanya, bahkan sampai berjalan mundur tak percaya ketika melihat beberapa orang dipenggal langsung oleh gigolo di masing-masing markas.


Nadira terdiam membeku, lalu matanya tertuju lagi ke arah markas di mana Kevin Sanjaya, anak tuan Sanjaya sedang menghadapi hukumannya yang sangat menyakitkan dan menyiksa.


Pria itu diikat di atas kursi dengan rantai besi yang sangat panas. Tubuhnya di setrum berkali-kali dan kedua kakinya di bubuhi besi panas sampai membuat kulitnya melepas seperti daging mentah yang dipanggang di atas bara api.


"Hah.... di..dia!!!" mata Nadira membuat sempurna saat melihat Kevin Sanjay, pria yang sangat jelas dalam ingatannya, salah satu orang yang juga memburu Nadira bahkan pernah hampir mendapatkan gadis itu.


Evan berdiri dengan tegap, dia membuka kacamatanya, ini saatnya mengatakan semua kebenaran pada Nadira termasuk dengan kedua matanya yang disebut buta.


"Nadira,


drrtt.... drrtt....


Bum.sempat Evan berbicara, ponsel gadis itu tiba-tiba berbunyi.


"Anna!??" pikirnya sambil menyerngitkan kening saat melihat nama.Anna di layar ponselnya.


seketika pikirannya melayang pada Eka sahabatnya yang mungkin sedang patah hati saat ini karena Anna akan menikah.


"Sebentar, aku jawab ini dulu!" ucap Nadira yang masih syok sambil berlari keluar.


Nadira berjalan dengan cepat sambil mengangkat panggilan Anna.


" Halo Anna, ada apa?" tanya Nadira pelan, berusaha untuk tidak berpikir negatif dan tetap fokus.


"Nadira, Eka menghilang, dia pergi tepat setelah aku memberitahu rencana pernikahanku, dia marah, kami sudah mencarinya ke mana mana tapi tidak kami temukan di mana lokasinya!!!" Anna terdengar sangat panik dari seberang sana.

__ADS_1


" Hari juga sudah mau gelap, apa yang harus kita lakukan, dia sedang marah, dia mengamuk besar tadi!!" ucap Anna sambil menangis sesenggukan memberitahukan semuanya pada Nadira.


"Ya ampun, Eka... kenapa.kau malah begini!!!!" gumam Nadira sambil menggigit ujung jarinya saking geramnya dengan sikap Eka yang menurutnya sangat kenakan untuk wanita seusia gadis itu.


Nadira berlari menuju ruangan Evan," Evan aku mau pulang dulu, Eka menghilang, nanti saja kita bicarakan hal ini lagi!!" seru Eka.


Setelah berpamitan dia langsung pergi tanpa menunggu jawaban suaminya karena terlalu takut kalau sampai Eka melakukan percobaan bunuh diri sama seperti dua tahun yang lalu saat traumanya kembali diungkit.


"Nadira ada apa!??" teriak Evan, tetapi Nadira yang terlihat terburu-buru tak lagi menyahut panggilan Evan.


"Cepat kejar dia!!" titah Evan pada temannya Leo.


Dia tidak bisa mengejar, karena kalau dia melakukan hal itu, kebohongan nya perkara mara akan terbongkar dan malah akan menambah masalah.


Leo berlari keluar dari dalam ruangan itu, dia menatap Nadira yang sudah kocar-kacir di lantai satu, berlari dengan cepat, wajahnya panik dan penuh kekhawatiran.


Di belakang Leo ada Jonash yang juga ikut mengejar gadis itu sedang Evan menunggu di ruangannya.


"Sialan, kenapa perasaanku tidak enak!??" batin Evan yang tiba-tiba merasakan firasat buruk mungkin akan segera terjadi pada istrinya.


Evan menatap ruangan itu, dia tidak bisa membiarkan istrinya pergi begitu saja.


"Ahh persetan dengan kebutaan ini, aku harus menghampiri Nadira, perasaanku tidak enak!!" kesal Evan sambil melemparkan kacamatanya.


Evan berlari sekuat tenaga meninggalkan ruangan kontrol untuk mencari istrinya.


Amora menatap kesal ke arah Evan yang sangat peduli pada Nadira," cihh untuk apa aku peduli dengan perempuan itu!?" ketus Amora sambil berjalan keluar tak mau melaksanakan perintah tuannya.


"Cinta memang buta, dasar Amora bodoh!" ejek Benny sambil mengalihkan semua kamera keamanan untuk mengawasi Nadira dan tuannya.


Namun betapa terkejutnya dia saat melihat Nadira di bawa oleh sekelompok pria yang jelas dia ketahui adalah adalah anak buah keluarga Sanjaya.


Di luar gedung terlihat kekacauan yang besar sedang terjadi.


" Di mana Nadira!???" teriak Evan sambil melihat ke sana ke mari tetapi tak menemukan keberadaan istrinya di manapun.


"Tuan, Nona Nadira menghilang!!!" teriak Jonash panik sambil berlari ke arah Evan.


" Ayo kita cari, Leo sedang mengejar mobil yang membawanya!!" jelas Jonash singkat.


" Sialan, pantas saja!!;" umpat Evan.

__ADS_1


Sontak pria itu berlari menuju mobilnya," Jonash ikut aku di belakang!!!" titah Evan.


Mereka berdua mengejar Nadira dan Leo dengan kendaraan masing-masing.


Jonash menggunakan sepeda motor dan Evan memakai mobil sportnya.


" Berani kau bermain-main dengan istriku!!!" Evan memukul kemudi mobilnya.


Dengan kecepatan penuh dia melaju mengikuti Jonash yang membawa sepeda motor di depannya.


Segera pria itu mengubungi pusat markas Boile untuk melacak arah kepergian Laura, tak peduli jika itu harus meretas seluruh sistem keamanan di kota itu, prioritas utamanya adalah keselamatan Nadira.


Beberapa saat lalu, Nadira keluar dari gedung setelah berpamitan dengan Evan, ketika dia keluar, baru melangkah 20 meter, empat orang pria berbadan besar langsung menyergap dan menangkap gadis itu.


Membuatnya pingsan dan mengikat Nadira sesuai dengan arahan Yanto Sanjaya, pria yang sudah mengawasi pergerakan mereka semua.


Dia menempatkan anak buahnya di berbagai tempat dan mengincar Nadira sejak pernikahan mereka gagal.


Kini Nadira dibawa menuju sebuah kota kecil yang berada di ujung perbatasan tempat tinggal Nadira dan Evan.


Gadis itu diikat di kedua tangan dan kakinya, mulutnya di tutup dengan lakban dan kepalanya ditutup dengan kain hitam.


Mobil grandmax hitam itu melaju dengan kecepatan tinggi, sudah menentukan rute terbaik untuk menghindari kejaran musuh.


Siapa sangka ketika Nadira hendak kembali ke dalam gedung untuk meminta bantuan salah satu dari pria tampan di gedung itu, dia malah diculik oleh orang suruhan Yanto.


Nadira dibawa dengan kecepatan tinggi, menghindari mobil yang mengikuti mereka di belakang.


"Wahh pemuda itu gila, dia terus mengikuti kita!!" ucap salah satu penculik seraya menatap ke belakang.


Wajah menyeringai dan tatapan tajam terlihat mengintimidasi, Leo mengeraskan rahangnya sambil terus mengumpat mengejar mobil yang membawa Nadira.


Raut wajahnya berubah lebih suram setelah dia mendapatkan panggilan dari rumah sakit terkait tes DNA yang dia lakukan dengan Nadira.


"Saudariku tersayang tunggu aku, kakak akan menjemputmu!!!"


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2