
Di halaman markas rahasia, hanya terdapat sebuah rumah kecil yang berukuran 5 x 5 meter, tetapi siapa sangka rumah kecil di depan hutan lebat itu adalah jalan menuju markas sesungguhnya yang berada di antara pepohonan lebat di belakangnya.
Kevin Sanjaya, tampak berjalan dengan cepat sambil menatap seluruh area di mana alamat yang dikirim Evan memlalui ponsel Juan untuk memancing Kevin datang ke sana.
“ Ini benar tempatnya tapi kenapa tidak ada orang?” pikir Kevin sambil menatap area luas yang kosong melompong itu.
“ Tuan, tidak ada siapa pun di sini, dan Juan tidak bisa kami hubungi..” teriak salah satu anak buahnya yang masuk ke dalam rumah dan tidak menemukan siapa pun di sana.
Kevin terdiam, dia sadar kalau dia masuk perangkap.
“ Sialan, kita dijebak, cepat keluar dari tempat ini..” teriak Kevin panik saat merasakan ada hawa buruk yang mengintai mereka di sekitar area misterius yang mencekam di malam hari yang gelap itu seolah ada ribuan makhluk yang menatap dan mengawasi mereka dari balik hutan besar itu.
“ Arrkkhhh toooloooong...” salah satu anak buah Kevin berteriak histeris saat anjing gila dan serigala malam mulai keluar dari tempat persembunyian mereka.
Grraahhhhhh...
Awwooooooo...
Suara aungan hewan liar dan lolongan anjing gila terdengar menggelegar seolah baru dilepas dari kandangnya. Benar saja, di balik hutan lebat itu, anak buah Evan melepaskan anjing gila dan serigala liar yang mereka kurung dan biarkan kelaparan selama berhari hari.
Brakkkk...
Gerbang utama di tutup dan kini Kevin dan puluhan anak buahnya terjebak di tengah lapangan besar yang dikelilingi dengan tembok tinggi dan besar itu.
“ Sialan, bunuh mereka semua..” pekik Kevin saat melihat anjing-anjing dan serigala liar itu mulai menyerang anak buahnya satu persatu.
Dikira jumlahnya sedikit, nyatanya ratusan hewan liar di biarkan masuk ke sana untuk memangsa Kevin dan anak buahnya.
“ Bos kita diserang hewan liar, mereka kelaparan, kita semua bisa mati, jumlahnya sangat banyak...” teriak asistennya.
Kevin mengeraskan rahangnya, dia benar benar ditimpa kesialan.
“ Lari keluar.... buka gerbang itu sialan...” teriak Kevin sambil berlari ke arah gerbang tetapi anjing anjing dan serigala liar itu mengejar mereka dengan brutal.
Duar... duar...
Gencatan senjata terdengar menggelegar di area luas itu, mereka membunuh hewan-hewan liar itu. Beruntung bawa senjata, jika tidak mereka mungkin tidak akan mampu melawan begitu banyak hewan liar yang berkeliaran di sana.
Kevin menyerang semuanya dengan brutal.
“ Beraninya kau mempermainkanku anak budak sialan..” umpat Kevin.
Anjing gila itu di basmi begitu saja oleh Kevin dan anak buahnya.
__ADS_1
Suasana cukup menegangkan, beberapa tergigit dan terkena cakaran hewan liar yang kelaparan itu.
Tiba-tiba...
Sebuah lampu sorot menyoroti Kevin yang berdiri di tengah lapangan, kelelahan dan kehabisan tenaga.
Lampu sorot itu menyoroti dirinya .
Bersama dengan itu, tampak siluet tegap dan badan besar dari sosok yang sedang berjalan ke arahnya sambil memegang pedang panjang dan berkilau.
Evan, tersenyum menyeringai, keluar dari tempat persembunyiannya, sambil menatap tajam ke depan dengan pedang panjang yang berada dalam genggaman tangannya.
“ Siapa kau.. si.. siapa kau..
Bughh.. bughh... arrkkhhhh
Anak buah Kevin dibekuk di dalam keheningan malam, mereka dilumpuhkan dengan cepat dan di ikat oleh anak buah Evan yang sudah bersiap sejak tadi.
“ cihh... kau membunuh hewan-hewan kesayanganku, dasar bajingan tak berperi kehewanan, kau kan binatang, kenapa kau bunuh sesamamu bangsat,” umpat Evan sambil berjongkok mengangkat anak serigala malang yang nyasar ke tempat itu. Masih selamat dan sehat berbeda engan serigala lain yang ditembaki oleh mereka.
“ kau selamat, lumayan oleh oleh untuk istri,” gumam pria itu sambil tersenyum.
Jonash menenggak salivanya menatap sang bos yang bisa bisanya tersenyum di saat seperti ini.
Evan berdiri sambil tersenyum dan menatap Kevin dengan tajam,” ka.. kau tidak bu... buta? Tapi katanya kau..
“ Hahaha... kenapa semua orang mengharapkan aku buta? Cihh ... aku selamat Kevin , dan sekarang giliranmu untuk mati di tanganku...
Evan mengayunkan pedangnya dan craakkkk...
“Bangsaatt... arrkhhhhhhhh tanganku...” teriak Kevin yang tak tahu kapan pedang Evan menebas lengan kirinya begitu saja sampai lengan itu teronggok di atas tanah dengan darah yang mencuat .
Evan tertawa terbahak-bahak, seolah memotong tubuh manusia adalah kesenangan tersendiri bagi psikopat gila itu.
“ Hahhaha... Yaksen ambil tangannya dan kirimkan ke alamat adik perempuannya, ini akan jadi hadiah perayaan kelahiran yang luar biasa mewah, dia baru melahirkan bukan?” Evan tertawa terbahak-bahak.
Kevin terkejut bukan main, Evan tahu segalanya tentang mereka,” beraninya kau, dasar anak pembunuh, anak pembunuh sialan , kau tidak pantas hidup, kau tidak pantas.. arkkhhhh tanganku.....” Kevin terjatuh kesaktian, darahnya muncrat begitu saja.
Yaksen sesuai perkataan sang bos mengambil tangan Kevin.
“ Kurung mereka semua, potong jari jempol merek dan kirimkan pada bajingan sialan yang sedang bersembunyi itu,” ucap Evan setelah berhasil mempermainkan Kevin di depan mata tuan Sanjaya yang dipaksa menonton adegan saat tangan Kevin di potong.
Kejam dan tak berperasaan.
__ADS_1
Sementara itu, hari semakin gelap.
Di rumah keluarga Eka, Nadira mendampingi sahabatnya dengan setia, keadaan Eka sudah lebih baik dan stabil. Belum lagi pacarnya datang ke rumah itu membuat perasaan Eka membaik.
“ Eka, kalian masih menjalin hubungan? Sudah ku bilang itu salah, kenapa kau susah di bilang Eka?”
Satu satunya yang berani protes atas hubungan terlarang Eka dengan pacarnya hanyalah Nadira. Dia satu satunya yang berani menyindir Eka dan pacarnya yang sudah menjalin hubungan selama 1 tahun belakangan setelah putus dari pacarnya yang lain.
“ Hei jangan menatapku begitu, aku juga membantunya, kalau dia tidak mau aku akan pergi, kenapa kau menatapku begitu? Ini bukan salahku!" Ketus perempuan cantik nan menawan bernama Anna yang sedang menggenggam tangan Eka sambil merangkul gadis yang bersandar di bahunya itu.
“ Ck... kalian merusak hari ku saja, dan kau.. kalau kau nyaman dengan dia kenapa aku harus ke rumahmu malam begini, aku sudah menikah Eka, kau jangan begini, berubahlah, apa enaknya donat sama donat, dasar bodoh!" protes gadis itu.
Sementara itu di barisan paling belakang tampak kedua orang tua Eka dan Chiko yang berdiri dengan senyuman berbinar menatap Nadira yang mengomeli Eka dan Anna.
Eka terkekeh,” setidaknya dia tidak akan membuatku hancur Nadira, karena kami sama sama mau, aku lebih nyaman begini, apa pun yang orang katakan,” ucap Eka sambil memeluk Anna dengan nyaman.
Nadira menghela nafas kesal.
“ Sial, dasar gadis keras kepala! kau juga Anna, sadarlah kalian berdua!" kesal Nadira.
“ aku tidak masalah Nadira, tapi Eka butuh teman, aku juga demikian, kalau dia ingin kembali aku siap saja, tapi tampaknya si manis ini masih nyaman denganku,” ucap Anna sambil menatap Eka dengan senyuman lembut.
“ Ya Tuhan, dunia ini semakin gila, arrkhhhh kalian sadarlah, sudahlah aku mau tidur, ini sudah larut malam, tahu begini aku tidak perlu repot meninggalkan Evan di sana.... grrhhhh dasar Eka menyebalkan!" kesal Nadira.
“ hahhaa.. maaf sayangku, aku hanya ingin bersamamu," ucap Eka sambil menggenggam tangan Nadira.
“ Cihh dasar gadis ini!!”
Nadira akhirnya menginap di rumah Eka selama satu malam. Malam pertama yang harusnya dilewati bersama sang suami.
Tanpa mereka ketahui, orang orang suruhan Pak Yanto Sanjaya sedang mengamati rumah besar dengan penjagaan ketat itu.
Mereka menunggu di simpang jalan untuk melaksanakan misi yang diberikan bos mereka.
“ Tangkap perempuan itu dan bawa ke markasku!"
.
.
.
Like, vote dan komen
__ADS_1