
Tik... ta... tik... tak.....
Dentingan jarum jam terdengar begitu jelas di ruangan pengap penuh debu dan kotor. Tampaknya ruangan itu sudah lama tidak dibersihkan, terlihat dari banyaknya jaring laba-laba yang bertebaran di setiap sudut bangunan kumuh yang diisi dengan barang barang rongsokan itu.
Bau debu dan pancahayaan yang minim belum lagi tikus dan kawanannya berjalan kesana kemari mengelilingi ruangan itu seolah sedang menari nari di atas tubuh penuh luka yang dibalut dengan perban yang hampir terlepas.
“ akghh..... “ Evan terbangun. Beberapa menit yang lalu kepalanya di pukul sampai dia ambruk dan sepertinya luka di kepala pria itu kembali terbuka membuatnya pusing dan kesakitan.
“ akhhhh... apa yang barusan terjadi, sialan... arkkhhhhh kepalaku...” gumam pria itu. Dia membuka matanya tetapi semuanya gelap, kepalanya sakit dan rasanya seperti ada dentuman keras yang berbunyi dan menyerang telinganya.
Tangan pria itu diikat, sama hal nya dengan kedua kakinya. Evan diculik oleh orang suruhan tuan Yanto. Pria itu di bawa ke gudang yang tidak terpakai dan hanya berisi tumpukan barang barang yang tidak lagi berguna. Gudang rahasia miik Pak Yanto yang terletak tepat di belakang rumahnya yang besr, posisinya juga sedikit tersembunyi karena di tutupi pohon pohon besar jauh di belakang pekarangan Pak yanto pria genit itu. Tempat yang hanya bisa diakses pria itu dan anak buahnya.
Evan mengerutkan keningnya, dia duduk sambil menggelengkan kepalanya berkali-kali, rasanya sangat sakit dan menyiksa.
“ huufftttthhh..... menyebalkan, pantas saja aku merasa ada yang mengawasi kami,tapi apa tujuannya, di kampung ini tidak mungkin ada yang mengenalku, tapi apa mungkin itu Kevin?” batin Evan berusaha menenangkan dirinya agar dapat berpikir jernih.
“ Apa kalian mengikatnya dengan benar? Jangan sampai dia lepas, jika tidak kita bisa di bunuh oleh pak Yanto, kallian lihat sendiri bagaimana dia membuat nyonya Mirna menjadi gila bukan? Dia bisa melakukan apa pun selama dia mendapatkan Nadira dan menjadikan perempuan itu istrinya yang keempat, jangan bermain main dengan Pak Yanto,” suara bisik bisik di luar ruangan itu terdengar jelas.
“ Kami sudah mengikatnya, tapi nasibnya benar benar buruk, dia itu buta, hah... Pak Yanto pasti akan membunuhnya di depan semua orang, dan Nadira tidak akan bisa berkutik, kurasa pernikahan mereka tidak akan bisa dielakkan lagi,” ucap yang lain.
“ Hmm aku taahu, tapi kasihan juga gadis itu, pak Yanto tidak bisa di lawan, dia bisa melaukan hal yang lebih gila, bahkan sampai memperk#sa pun akan dia lakukan, bukankah rumornya istri keduanya mau menikah dengannya karena telah di lecehkan?”
__ADS_1
“ Heh jangan sembarangan bicara, kita bisa kehilangan leher kita kalau ada yang dengar,”
Evan terkejut saat mendnegar ucapan mereka. Jika demikian yang terjadi, maka Nadira dalam bahaya saat ini, tetapi Evan bahkan tidak bisa melihat dengan baik,bergerak pun dia susah, apa yang harus dia lakukan.
“ tidak, ini tidak boleh terjadi, Nadira.. Nadira dalam bahaya...arhhh sialan,Nadira dalam bahaya....
Sementara itu di rumah utama keluarga Pak Yanto terdengar suara pintu yang digedor-degor begitu keras.
“ Lepaskan aku, kenapa kalian bilang aku gila, lepaskan aku dari sini!!" terikan nyonya Mirna istri pertama Pak Yanto terdengar begitu melengking. Rumah itu hanya dihuni oleh Pak Yanto dan ketiga istrinya, sedang anak-anak dia tak punya. Aneh tapi sampai memiliki tiga istri dia tak pernah punya anak.
“ Maaf nyonya, ini perintah pak Yanto, rumor sudah disebarkan ke seluruh kampung,” ucap salah satu pelayan yang berjaga di depan pintu kamar nyonya Mirna di mana dia di sekap.
“ Apa kak Mirna tidak bisa dilepaskan saja? Kasihan dia, kalian mengikatnya,” suara istri kedua pak yyanto terdengar membuat kedua pelayan itu menoleh.
“ kak Mirna, bersabarlah, ini perintah, jangan berteriak itu akan membuatmu kelelahan,rumah ini sudah terlalu busuk, aku akan melakukan sesuatu, “ ucap Revina.
“ Revina, cepat beritahukan pada perempuan itu untuk kabur, aku tidak ingin dia menikah dengan Yanto, aku tidak mau ada perempuan lain lagi!!” teriak Mirna .
Revina hanya terdiam, wajahnya dingin dan dia berjalan dari sana dengan pelan sembari mengeraskan rahangnya,” Pernikahan ini tidak boleh terjadi, Yanto sialan... lagi lagi kau menggunakan kekuasaanmu, “ batin Revina sambil menatap ruangan depan yang sudah di hias dengan berbagai ornamen pernikahan, sudah dilakuann sejak tiga hari yang lalu.
Pak Yanto begitu marah saat nyonya Mirna menunjukkan foto Evan dan Nadira yang ada dalam posisi ambigu sampai membuat ornag yang melihatnya berpikir kalau mereka melakukan hal yang tidak tidak karena posisi tangan Evan yang terletak di dada Nadira.
__ADS_1
Setelah melihat hal itu, Nyonya Mirna merasa kalau Pak Yanto akan menyerah, tetapi kenytaaannya, Nyonya Mirna malah dikurung dan Pak Yanto langsung menyiapkan rencana untuk menikahi Nadira.
Dia memerintahkan anak buahnya mengawasi rumah itu dan melihat kondisi Evan. Menurut yang mereka laporkan Evan mengalami kebutaan, dan hal ini malah menjadi keuntungan bagi pak Yanto untuk mengancam Nadira.
Revina berjalan dengan cepat menuju kamarnya dan mengganti pakaiannya menjadi hoodie longgar untuk menutupi perutnya yang mulai mengalami perubahan. Yap wanita itu Hamill, di saat istri Yanto yang lain tidak hamil, dia malah hamil dan Revina tahu rahasia besar apa yang di simpan oleh Nyonya Mirna dan rahasia kenapa pada awalnya Revina tidak mengandung begitupun dengan istri ketiga Pak Yanto yang lokasinya dirahasiakan oleh pria itu.
“ Kita akan pergi dari rumah ini Nak, maafkan Ibu, Ibu tidak rela membiarkan keberadaanmu diketahui oleh ayahmu, atau dia akan melakukan hal yang sama dengan ibu tirimu,” batin Revina sambil mengusap perutnya. Dia telah mengandung dan usianya baru 3 bulan.
Revina mengganti pakaiannya dan berjalan dengan cepat menghindari semua pengawal, dia menatap Pak Yanto yang sedang berdiri di halaman rumah dengan senyum sumringah, bersiap untuk pergi menuju rumah Nadira untuk menjemput gadis itu.
“ Hahhaaa... aku akan menikah dengan Nadira, perempuan impianku , hari ini akan kuumumkan pada dunia, perempuan resmi yang akan mengandung buah hatiku...” Pak Yanto tampak sangat bersemangat. Lehernya diisi dengan kalung emas yang besar seperti rantai dan setiap jarinya berisi dengan perhiasan mahal.
“ Tuan semuanya sudah siap, saatnya kita berangkat,” ucap anak buahnya.
Pak Yanto , pria bertubuh besar dan tegap bak tentara itu tersenyum sumringah sambil menyisir rambutnya ke belakang dengan jari jarinya yang berisi cincin besar itu,” Saatnya beraksi, dia tidak akan bisa berkutik dengan melihat foto foto ini,” batin Pak Yanto sambil tersenyum licik sambil menggenggam beberapa lembar foto yang akan dia gunakan untuk mengancam Nadira.
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen