Terjebak Dalam Pesona Sang Mafia

Terjebak Dalam Pesona Sang Mafia
#7


__ADS_3

Nadira berlari sekuat tenaga menghindari dua nenek lampir berwajah semen putih yang sedang mengejar dirinya.


Dia mengerahkan seluruh tenaganya untuk menghindari kedua perempuan yang sedang mengejarnya dengan taring yang sudah naik di atas kepala mereka karena ulah tangan jahil si Nadira yang jahilnya sebelas dua belas dengan Leo si pirang.


Nadira berlari sampai ke sebuah ruangan di sudut lorong gedung perusahaan tersebut, kelihatannya seperti ruangan gudang penyimpanan barang barang tidak terpakai. Dengan cepat Nadira masuk ke dalam ruangan itu, bertepatan dengan itu kedua perempuan tadi lewat dari lorong yang sama sambil berteriak mencari cari dimana Nadira berada.


Perlahan-lahan gadis itu menutup pintu dan bersembunyi di sana,” huffthhh.. hehhe..... menyenangkan juga, mumpung hari terakhirku besok aku keluar saja sekarang hiihi...” Gadis itu tertawa cekikikan sambil berjalan mundur di dalam ruangan gelap itu hingga tiba-tiba..


Bughh...


“ Arrkkkkhhhh.....” terdengar dua teriakan anak manusia beda gender.


“ Seeetaaannn....” pekik Nadira panik dan langsung menyalakan lampu.


Klak!


“ Siapa kau!" Suara si pirang putra tunggal kaya raya pengangguran, si Leo terdengar, tampaklah pria itu sedang berdiri di sana sambil memegang tongkat sapu dengan posisi waspada sambil menatap ke sembarang arah.


“ Kau!!?” Nadira menunjuk pria itu sambil membulatkan matanya.


Pria yang sudah membuatnya kehilangan ciuman pertamanya yang berharga,” kau yang membuatku kehilangan ciuman pertamaku dasar lampu neon sialan!!” teriak Nadira mengamuk.


Entah kenapa hari ini dia sangat energik, rasanya ingin mengamuk besar-besaran dan kebetulan ada pria mengesalkan di depannya yang jadi sasaran amukan sang Nadira.


Leo terperangah, dia mengingat kejadian di lorong tadi saat Nadira menarik kepala Lika sampai tertampar oleh Susi dan mendorong Susi sampai kepalanya terjerembab ke lantai, “ Sialan, lepas dari singa lapar malah ketemu istrinya, arrkkhhhh dial nasibku sial....” batin Leo sambil melirik pintu keluar.


Leo berjalan mundur sambil tertawa cengengesan,” heheh... nggak sengaja, hehehh habisnya gemes ingin lihat orang cumbu cumbuan.. hehehe... “ Leo tersenyum kikuk sedangkan Nadira sudah mendengus kesal, bahkan jelas terdengar di telinga Leo deru nafas kasar dari gadis tukang marah itu.


Leo terdesak ke arah tumpukan barang yang di tutup dengan kain, dia menggenggam kain itu dengan ide licik di kepalanya.

__ADS_1


“ Beraninya kau...” geram Nadira sambil mengepalkan kedua tangannya.


Leo tersenyum,” tentu saja, maaf ya nona manis, semoga kelak kita tidak bertemu lagi!!” celetuk Leo sambil menarik kain putih penutup barang itu dan melemparkannya ke arah Nadira menutupi wajah dan tubuh gadis itu lalu berlari sekencang-kencangnya keluar dari dalam ruangan itu meninggalkan Nadira dalam posisi kebingungan.


“ arrrhkkkkkk lampu neon kurang ajarr......” pekik Nadira sambil mengacak-acak kain yang menutupi kepalanya. Kain malang itu terhempas begitu saja dan kedua kaki jenjang dan langkah panjang sang Nadira menyusuri ruangan itu mengejar kembali si pirang lampu neon yang sudah melarikan diri.


Nadira mencari kemana-mana, tetapi pria itu sama sekali tidak dia temukan, dia menghela nafas kelelahan. Gadis itu berdiri sambil memijit pelipisnya, tak sengaja kedua matanya tertuju pada jam di dinding ruangan di depannya.


“ jam 2 ? ya ampun aku terlambat ke super market... “ gadis itu panik, pasalnya sejak dua jam yang lalu pekerjaannya sudah selesai tetapi dia berlama lama menghabiskan waktu mengejar si pirang dan lebih sialnya kehilangan ciuman pertamanya.


Nadira berlari dengan cepat menuju ruangan staff. Sepertinya kehidupan gadis ini tidak lepas dari berlari dan berlari.


Nadira mengambil tas dan barang -barangnya setelah melepas seragam kerja ,” bye kantor, sebaiknya aku tidak perlu datang besok, huhhh malas bertemu mereka, toh juga harusnya hari ini aku keluar,sudah ciuman pertamaku hilang.. ahrhhhhkkk memikirkannya saja membuatku geram..... dan pria tadi... si muka tembok itu, arhhkkk ciumanku...” Nadira menangisi dirinya sendiri, dia keluar dari ruangan staf, berjalan dengan lemas sambil terus mendumel dengan tas selempang yang menyamping di tubuhnya.


Gadis itu berjalan dengan cepat, dia punya banyak pekerjaan sampingan, tergantung jadwal dan sudah dia atur sebaik mungkin agar tidak berantakan.


Dan betapa cerdasnya dia mengatur pekerjaannya, setelah dari supermarket dia akan berjalan lurus menuju Restoran setelah bekerja 4 jam di supermarket, jalannya searah restoran dimana dia bekerja pada jam sibuk selama 2 jam lalu setelah itu berangkat ke Bar dan bekerja sampai jam 11 malam lalu kembali ke desa kecil yang berada di pinggiran kota itu dengan menggunakan sepeda ontelnya yang sudah sangat lama.


Kehidupannya penuh dengan drama, tetapi dia beruntung memiliki teman yang selalu ada bersamanya.


Nadira keluar dari perusahaan itu, sambil mendorong sepeda ontelnya dari parkiran. Gadis itu berjalan dengan cepat hingga matanya menangkap sosok Leo dan dua gadis yang mengejarnya tadi keluar dari dalam perusahaan dengan jalan terpisah.


Nadira masih menyimpan dendam pada leo, “ grrhhh.....” dia menatap jamnya,” masih sempat, dendam ini harus berbalas,” gumam Nadira yang melihat seember air yang terletak di parkiran.


Dengan cepat gadis itu mengatur posisi sepedanya agar cepat melarikan diri dari perusahaan itu. Nadira berjalan mengedap-endap mendekati ember berisi air itu, lalu mengangkatnya pelan dan membawanya bersembunyi di balik pilar bangunan sambil mengintip apakah sasarannya sudah tiba atau belum.


Nadira melihat bayangan mendekat, dia tersenyum licik sambil melirik sepeda motornya di belakang . dengan kuat dia menggenggam ember itu dan menghamburkan seluruh isi airnya...


Byuuurrrr.....

__ADS_1


“ ya ampun Evaaann.....” teriakan Leo terdengar melengking saat melihat Evan terkena siraman air dari Nadira.


“ ya ampun nanad... Salah sasaran... arrhhhkkkk.... maafkan saya Tuaaan....” teriak gadis itu sambil berlari kencang dari sanaenuju ke arah sepeda ontelnya


"Sialan!!" Evan terdiam di tempat dengan tubuh basah kuyup akibat ulah Nadira, dia mengeraskan rahangnya menatap kesal dan marah ke arah Nadira yang sudah melarikan diri dengan sepeda ontelnya.


Leo terkejut bukan main saat melihat pria itu terdiam suasana dengan tubuh basah kuyup


"Ya ampun Evan... Sial sekali nasibmu!!!" Ucap Leo tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.


Evan mengeraskan rahangnya, dia berbalik dan menatap Leo dengan tatapan berapi-api karena tubuhnya basah kuyup akibat kejadian ini.


"Ini semua gara gara ulahmu bangsat, kejar dia sekarang!" Geram pria itu sambil memeras kantong jasnya yang basah tak ketulungan.


Glekk....


"Ba... baik!!!" Leo mengejar Nadira yang melarikan diri dengan sepeda.


Sedangkan Evan masuk ke dalam mobil dengan wajah kesal. Dia terdiam dan menghela nafas kasar sambil melepaskan dasinya dengan kasar.


Dalam keadaan basah kuyup dia menghubungi Jonash," Pecat mereka, aku ingin pengganti nya besok!" ucap pria itu yang langsung memutus sambungan tanpa mendengar jawaban dari Jonash.


.


.


.


like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2