Terjebak Dalam Pesona Sang Mafia

Terjebak Dalam Pesona Sang Mafia
#33


__ADS_3

Semua orang terdiam, Abraham Evan Boile, pria menyeramkan yang bahkan dalam mimpi pun orang enggan untuk bertemu dengannya.


Semua yang mengenalnya tahu betapa kejam dan sadis pria itu. Semua yang pernah bertemu dengannya dan berhasil selamat berharap untuk tidak pernah bertemu dengan pria itu lagi seumur hidupnya.


Ruangan bawah tanah itu terlihat menegangkan, rintihan kesakitan keluar dari bibir Juan, Bola matanya baru di cungkil entah bagian tubuhnya yang mana lagi yang akan di permainkan oleh Evan.


Jonash, Mahesa, Yaksen dan semua yang berbaris di sana terdiam dengan tubuh gemetaran.


Pantas saja sebutannya pangeran iblis dari kerajaan kegelapan, berapa banyak orang yang memilih mati sendiri daripada harus tersiksa di tangan pria kejam yang enggan membunuh mangsanya itu.


Evan belum pernah menghilangkan nyawa seseorang secara langsung. Singkatnya dia menyiksa mereka sampai benar-benar muak dengan kehidupan dan memilih untuk mati sendiri, kejam dan tidak berperasaan.


Sama halnya dengan yang Evan rasakan saat melihat kedua orangtuanya mati di tangan tuan Sanjaya yang memenggal kepala mereka tepat di depan matanya sendiri.


Evan hidup dalam kegelapan, dunia bawah jadi tempatnya bertahan. Diselamatkan oleh keluarga Eugene kakak angkatnya yang baik hati, sejak saat itu dia mengabdi pada keluarga itu dan berjanji menjaga Eugene pada mendiang ayah dan ibu angkatnya.


Tap... tap...


Telapak kaki pria itu menjajaki ruangan itu sambil menatap tajam ke arah puluhan anak buah yang berbaris di depannya. Tangannya masih memegang bola mata milik Juan, memainkannya tanpa jijik.


Bak kehilangan pasokan udara, semuanya terasa sesak dan mencekam. Hanya ada dua orang wanita di antara semua anggota mafia itu. Mereka adalah wanita yang memilih setia dan mengabdikan diri pada Evan setelah diselamatkan dari dunia malam yang mengerikan.


“ Apa tuan akan menarik pengkhianat lagi? Kenapa suasananya seperti sedang dalam sidang?” batin Jonash yang bahkan tidak berani menatap mata Evan.


“Jika sudah tahu konsekuensi masuk ke kelompok ini maka siapa pun dari antara kalian tidak akan berani bertindak yang aneh-aneh. Kalian tahu betul resikonya adalah nyawa kalian terancam, bukan hanya nyawa kalian tetapi semua orang yang dekat dengan kalian,” Evan mulai berbicara sambil mengelilingi mereka.


Langkah kakinya bak suara alarm bom yang sewaktu-waktu bisa meledak.

__ADS_1


“ Pengkhianat, aku benci Pengkhianat, sama seperti Tom.. apa ada yang mau mengikuti nasib Bajingan itu?” Evan menekan tombol remot kontrol yang dia pegang.


Bersamaan dengan itu, pintu besi sebuah penjara terbuka dengan kotak transparan yang turun dari langit-langit di sisi lain.


“ arrhrhkkkkk.... Lepas.. ampun i saya tuan... arkkhhh ampuni saya tuan...” Terdengar suara Tom, orang kepercayaan Evan yang dimasukkan ke dalam box transparan berisi air dan dua ekor belut listrik dengan beberapa ekor piranha di dalamnya sedang menggigit daging Tom dan menyengat tubuh pria itu sampai airnya manjadi merah.


“ ya.. ampun...” Semua orang terkejut, mereka syok melihat apa yang baru saja mereka saksikan. Tom diikat, tanpa sehelai benang pun dia disiksa di dalam box transparan itu. Tubuhnya disengat belut listrik, kaki dan perutnya digerogoti oleh ikan piranha yang beringas dan kejam.


Semua orang bergetar ketakutan, tak ada yang berani bicara, tubuh dan kaki mereka lemas, wajah mereka pucat, semuanya menanggak saliva dengan kasar saat melihat hal itu terjadi.


Tiba-tiba, suasana berubah menjadi horor.... seisi ruangan dibuat tegang dengan teriakan meraung-raung dari pria yang di tahan di dalam sel pintu besi di belakang mereka.


Wajahnya berkeriput, tubuhnya tua dan renta, dia telah kehilangan empat jari tangannya dan dua jari jempol kakinya.


Diikat dengan rantai besi, tidur bertemankan kotoran dan bau amis yang menyengat.


“ halo tuan sanjaya? Apa kau mau mati? Um... umm...” Evan menatapnya sambil menggoyangkan jarinya ke kanan dan kiri, dia duduk di kursi sambil tersenyum sinis menatap pria itu,” belum saatnya, kau harus sehat sampai kau melihat putra dan putrimu mati dengan cara yang sama dengan bajingan ini, lebih sadis dari yang kau lakukan pada keluargaku dan keluarga gadis itu,” ucap Evan sambil tersenyum.


“ Tidak... tidak... jangan lakukan apa pun pada anak-anakku, aku yang salah, aku yang salah.... aku salah ampuni au.. anak anakku tidak tahu kalau aku yang membunuh ibu mereka, mereka tidak tahu,.... maafkan aku...” Tuan Sanjaya, pria yang membunuh ayah dan ibu Evan juga orangtua Nadira telah lama disekap di penjara itu.


Tetapi anak-ananya tidak, tahu. Mereka hanya dikirimi jasad yang sama persis dengan tuan Sanjaya dan mengatakan kalau ayah mereka telah meninggal dunia tanpa tahu kalau ini semua sudah masuk ke dalam skenario besar balas dendam Evan.


“ Maafkan dirimu? Ohhh tidak semudah itu..” ucap Evan sambil berpangku tangan dan menatap sinis ke arah tuan Sanjaya yang dia tangkap tujuh tahun yang lalu.


“Kau memprkosa adikku tetapi mengatakan orang melakukannya, rohnya tak tenang dan ingin membunuhmu sekarang juga, ibu dan ayahku kau penggal di depan mataku dan semua keluarga budak waktu itu kau basmi untuk menutupi bahwa kau lah yang membunuh pewaris utama keluarga Sanjaya. Hahahhaa... lucu sekali kau tuan Sanjaya, mengikut nama belakang keluarga istri hanya karena harta dan membunuh mertua juga istrimu sendiri, apa masih belum cukup?” sindir Evan.


Tuan Sanjaya adalah dalang dari balik semua kejadian mengenaskan di masa lalu, dia yang membunuh istrinya dan membasmi habis keluarga istrinya hanya untuk menjadikan dirinya sebagai pewaris satu satunya. Adik Evan yang masih kesil dilecehkan, ibunya bahkan hampir mendapat pelecehan yang sama beruntung ayahnya menemukan hal itu dan melawan tuan sanjaya.

__ADS_1


Karena menyelamatkan istrinyalah, keluarga budak Sanjaya di basmi habis waktu itu.


Dendam berkarat yang tidak akan pernah dilupakan oleh Evan untuk selamanya, dia akan menyimpannya sampai benar benar bisa membalas kematian orangtuanya.


“ Aku salah.. bunuh aku saja, jangan sentuh anak anakku..” pinta tuan Sanjaya, dia berlutu di atas lantai sambil menangis memohon.


Tetapi yang dia ajak bicara sekarang adalah seorang bos mafia yang gila dan kejam.


Evan menyeringai,” tidak mau.. anakmu mencoba menyakiti istriku, apa menurutmu aku bisa memaafkannya? Tidak akan... “


Semua anak buah Evan terdiam. Beberapa diantaranya terkejut mendengar Evan menyebutkan kata istri. Evan yang sempat hilang ternyata telah menikah.


“ Tuan Evan menikah? Kapan? Kenapa aku tidak tahu? Siapa perempuan itu? Siapa yang merebut tuan Evan?” batin salah satu perempuan di dalam ruangan itu.


Dengan tatapan kecewa dia melirik evan,” padahal aku mencintainya, dia tak pernah melirikku , dia tak pernah melihatku, kenapa dia memilih perempuan lain yang tidak tahu apa apa tentang dirinya? Ini tidak adil....” batin perempuan bertubuh tegap dan tinggi. Kerap di sebut sebagai pendekar wanitanya kelompok boile, cantik dan berbakat. Menaruh hati pada Evan sejak pertama mereka bertemu.


“Lihat ini, kau akan mengerti saat melihat anakmu di depan rumah ini, dia sedang kupermiankan tersenyum sinis menatap layar lebar yang menayangkan rekaman CCTV yang menunjukkan sebuah halaman kosong rumah kecil di tempat terpencil di mana Kevin sedang masuk bersama anak buahnya.


“ Tidak.. Kevin anakku, jangan sakiti dia...” pekik Tuan Sanjaya.


“ Cihhh... bbwahahhaha jenegn seketi diee... cuihh.. jangan mencoba jadi ayah yang baik , dasar munafik!!" umpat Evan sambil berdiri.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen .


__ADS_2