Terjebak Dalam Pesona Sang Mafia

Terjebak Dalam Pesona Sang Mafia
#32


__ADS_3

Markas Boile,


"Yaakk lepaskan aku, kenapa kalian membiarkan aku di alam sini, arrkhhhhhh Evaaannn maafkan aku membatalkan malam pertamamu tapi jangan masukkan aku ke dalam kandang kodok kodok berlendir ini arrrhhhkkk dia masuk ke celanaku tolong aku woiii!!!" Leo berteriak histeris di dalam kandang yang berisi ribuan kodok yang dipelihara entah untuk tujuan apa.


Kodok besar sampai kodok kodok kecil berkeliaran ke sana kemari, melompat dan menari-nari di dalam kandang besar itu dengan Leo yang diikat di tengah kandang. Tanpa memakai kaos hanya celana boxer hello Kitty yang dia kenakan.


" Warrjkkjj ampun, Evan tooolooonbgg kodok ya masuk ke celanaku arrhhhhh.... kodok gabung sama burung apa apaan ini ARHHHH tolong aku!!!!" pekik Leo.


Geli dan menjijikkan, lendir dari kulit kodok besar menempel di dadanya, belum lagi kodok kecil yang meraya masuk ke dalam celananya dan menggerogoti kediaman pusaka ajaibnya.


Evan, Jonash dan Mahesa hanya menatap pria itu dari luar. Evan sangat kesal karena ulah Leo, dia tidak bis menghabiskan malam pertamanya dengan Nadira, dia menatap datar pria itu sambil mengusap dagunya.


" Apa kau sadar kesalahanmu!??" tanya Evan.


Leo dengan cepat mengangguk sambil menangis.


"Aku sadar... aku sadar!!!" teriak Leo yang kedua kakinya sudah di penuhi dengan kodok kodok kecil warna warni yang menempel di sana.


"Keluarkan dia!" ucap Evan sambil berlalu dari sana menuju penjara bawah tanah di mana dua akan mengeksekusi seseorang yang telah berani mengganggu mereka.


Anak buah Evan membantu Leo keluar dari kanding kodok tempat hukuman yang paling dibenci oleh Leo.


Evan berjalan dengan santai namun auranya menyeramkan, dia menuruni anak tangga melewati lorong yang remang-remang menuju ruang bawah tanah.


Batu batuan tersusun rapi, pentilasi udara berada paling atas, cahaya obor dengan nyala api yang berkobar menerangi langkah mereka.


Tepat itu dijaga oleh anak buahnya 24 jam penuh. Sepanjang lorong hanya diselimuti dengan hawa dingin yang menusuk tulang, rasanya membuat kaki membeku dalam seketika dan bernafas pun akan sulit.


Evan diikuti Jonash dan Mahesa masuk ke dalam ruang bawah tanah di mana penjara mereka berada. Tak ada yang tahu bahwa mereka telah mengurung banyak manusia di sana.


pranggg.... Pranggg.... praanggg....


" Lepaskan aku!!!!!" teriakan melengking seorang pria yang memukul jeruji besi tempat dia di sekap terdengar begitu jelas di telinga mereka.


Pria suruhan Kevin Sanjaya telah dibawa ke markas oleh Yaksen tangan kanan Evan di markas Boile.


" Selamat datang tuan!" ucap Yaksen menyambut Evan dan yang lainnya sambil membungkuk hormat begitupun dengan anak buah lain yang berada di ruangan itu.


"Kau... kau lepaskan aku bajingan, kau akan mati, kalian semua akan mati di tangan Tuan Kevin, dasar budak sialan!!!!" teriak orang itu sambil menatap Evan dengan tatapan melotot Seolah ingin memakan pria itu saat ini juga.

__ADS_1


Evan terkekeh,"Hahahah..... Hahahhahaha.......Hahahahhahaha......."


Evan tertawa terbahak-bahak, bukannya ikut senang seisi ruangan itu dibuat merinding dengan tawa menyeramkan sang pimpinan. Wajahnya saja yang tertawa tetapi auranya mengatakan kalau dia sedang sangat marah saat ini.


Bersamaan dengan tawa Evan yang menggelegar. Para ketua geng di bawah pimpinan Kelompok Boile telah tiba di sana.


Lima orang ketua kelompok dengan wakil mereka masing-masing terdiam kala mendengar tawa sang bos.


Semuanya terdiam dengan mulut membisu bahan merinding saat mendengar tawa kematian itu dikumandangkan.


"Hahaha... bukan kah dia sangat lucu!?? hahhaha umur segini memang sedang lucu lucunya!" ucap Evan sambil tertawa sinis menatap pria yang kerap disapa Juan itu.


Tak ada yang berani tertawa, mereka semua menutup mulut mereka rapat-rapat dan berdiri tegap di belakang Evan, pria menyeramkan yang kapan pun bisa membunuh mereka semua.


Evan berbalik," ahhh kalian tiba? berbaris yang rapi, akan ku tunjukkan pelajaran baru hari ini!" ucapnya sambil tersenyum.


Mereka semua saling melirik, rasanya begitu menakutkan, mau tidak mau mereka berbaris rapi disana ada 5 ketua kelompok dengan satu perempuan diantaranya dan 5 wakil lainnya.


Semuanya berdiri tegap sambil menatap ke depan.


"Yaksen, ponselnya!" Ucap pria itu dengan tangan menengadah.


Dengan cepat Yaksen memberikan ponsel Juan. Evan membuka ponsel itu dan menatap pesan serta foto-foto yang dia kirimkan pada Kevin Sanjaya, ketua kelompok mereka.


"Si Bos bisa-bisanya kesal karena foto candid? apa Bos benar-benar jatuh cinta pada Nadira? bukankah ini akan jadi angin baru!??" batin Jonash tak percaya.


Evan mengetik sesuatu di sana sambil tersenyum.


"Kita lihat siapa yang akan segera datang, mereka sudah di jalan," ucap Evan sambil berjalan ke sana kemari.


" Kalian... kalian akan mati di tangan tuan Kevin!!! kalian akan mati sialan!!!!" pekik Juan.


Evan terdiam, tiba-tiba dia duduk membungkuk dengan tangannya yang menggenggam seonggok tanah dari tempat dia berdiri.


Pria itu kembali berdiri tegap lalu berbalik dan...


Greeepp....


Dia menarik rambut Juan dari balik jeruji besi itu dan mengeluarkan kepala pria itu dari sana dengan satu tangan.

__ADS_1


" Arrkkhhhh apa yang kau lakukan bangsat, kau menyakiti kepalaku arrkkhhh dasar budak sialan!!!!!" pekik pria itu tak takut mati.


Mendengar kata 'budak' semua anggota Evan terdiam membeku,mereka tau kalau Evan sangat membenci kata kata itu.


Evan menyeringai, satu tangannya menarik rambut Juan dengan kasar bahkan hampir mengelupas kulit kepala pria itu.


" Budak? Budak!??? BUDAK KATAMU BANGSAT!!!!" Evan berteriak sambil mengusapkan segenggam tanah bercampur pasir itu ke mata dan wajah Juan dengan kasar.


Menggosok gosok nya Samapi wajah Juan hancur lebur di tangan Evan.


" Arrkhhhhhhhh......


Bughhh... bughhh... bughhh... bughh!!!


Tangan kekar Evan memukuli kepala Juan, menghajarnya habis-habisan bahkan sampai babak belur dan berdarah.


Amarah Evan sudah sampai pada puncak ubun-ubunnya. Dia menghajar Juan sampai pria itu tak berdaya, lehernya di tarik dari balik pintu besi itu, hampir kepalanya terlepas dari tubuhnya.


Evan mengambil belati dari dalam kantongnya, dengan senyuman menyeringai dia menatap pria itu.


"Kau... akan dapat hadiah!!" ucap Evan sambil tersenyum licik.


Glekk...


Semua orang di alam ruangan itu menenggak saliva mereka dengan kasar.


Pisau belati milik Evan dia keluarkan lalu ditusukkannya ke bola mata Juan. Dengan sadis dan mengerikan dia mencongkel bola mata sebelah kiri pria itu sampai benda putih itu keluar dari sana dengan darah merah yang segar mencuat dari kelopak mata Juan diiringi dengan tangisan penuh siksaan.


"Aarrrkkhhhhhhhhh....... Mataku!!!!" Pekik Juan kesakitan bukan main.


" Hahahahhahahaa...... sakit ya? uhhh kasihan... hahahhaha..... ini akibatnya kalau kau mengusik hidupku bangsat!!!!" ucap Evan sambil mendorong kepala pria itu sampai dia terjerembab ke tembok dengan bersimbah darah.


Evan mengambil bola mata itu, memainkannya seperti memainkan kelereng," besar juga hahaha..." Ucapnya sambil menunjukan benda itu pada anak buahnya sambil tersenyum.


Psikopat apa yang baru saja dinikahi Nadira!???


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2