
Rumah Nadira,
Rumah beton sederhana itu tampak sepi. Tidak ada yang terdengar bicara seolah tidak terjadi apa-apa barusan. Eka dan Chiko duduk diam di dalam ruang depan sedang Nadira berada di kamarnya sedang memoles wajahnya dengan bedak. Menatap ke cermin dengan tatapan kosong setelah mendengar semua penjelasan dan informasi yang dia terima tadi.
Hal ini sangat tiba-tiba, rasanya kepalanya mau meledak memikirkan apa yang akan terjadi pada Evan khususnya. Jantung gadis itu berdebar tak karuan, dia sangat marah. Terlihat jelas beberapa kali dia meghela nafas berat dan menggertakkan giginya. Tatapannya yang dingin membuat hawa di dalam ruangan itu menjadi menyeramkan.
“ Jadi kau bilang, dia sudah menyiapkan semua ini sejak awal?!" Nadira berdiri, berbalik dan menatap perempuan yang duduk di kursi dalam kamarnya, duduk dengan tenang sambil mengusap perutnya.
Revina telah tiba di rumah Nadira beberapa menit yang lalu, dan menceritakan smeua yang terjadi di rumah Yanto dan apa yang sedang direncanakan oleh pria itu. Dengan tangan gemetaran dia dengan berani menceritakan apa yang sebenarnya terjadi di rumah Pak Yanto dan apa yang akan dilakukan oleh pria itu terhadap Evan yang disekap di gudang misterius yang tidak pernah di kunjungi oleh orang lain.
“ i.. iya... dia sudah menyiapkan semua ini sejak tahu kalau ada laki laki lain di rumah ini, dia mengetahuinya dari kak Mirna, sejak saat itu kak Mirna di sekap dan disebar rumor kalau dia gila padahal tidak, Pak Yanto sangat menyeramkan, dia bisa melakukan apa pun, sebaiknya kau segera melarikan diri Nadira, aku tidak mau ada korban lagi,” ucap Revina sambil menunduk.
“ korban lagi? Apa maksudmu?”tanya Nadira. Tetapi Revina tampak enggan menceritakan semuanya,” aku tidak bisa menceritakannya sekarang, mereka akan segera tiba, cepatlah pergi,” ucap Revina.
“ bagaimana aku bisa percaya padamu?”tanya Nadira.
“ kau kan istrinya, bagaimana bisa aku percaya pada komplotan pria itu juga, asal kau tahu karena suamimu yang gila itu aku terus berhati hati dan tidak bisa bergerak dengan bebas, dia seolah hendak mencekik leherku terutama si Mirna sialan itu, aku tidak bisa percaya satu pun dari kalian.”
Revina menatap Nadira, “ Jujur saja, Kak Mirna memberi ku pil KB di awal pernikahanku dengan Pak Yanto, dia bilang itu vitamin agar cepat hamil tetapi setelah kuselidiki ternyata itu pil KB sekaligus obat yang akan membuat mandul, aku berhenti memakannya dan kini aku hamil, aku tidak memberitahu mereka dan berencana kabur, karena jika Pak Yanto tahu, anakku mungkin akan dibunuh,” ucap Revina dengan tubuh gemetaran.
“ Nyonya Mirna akan membuat masalah, dia akan mengejarku dan membunuhku dan anakku, istri ketiga pak Yanto lama tidak kelihatan karena dia hamil, aku saja tidak tahu dia ada dimana!!" ucap Revina.
“ kau harus cepat pergi, pria itu mungkin sudah dihabisi, Pak Yanto orang yang nekat, kalau kau tidak mau terserah, aku akan kabur dari kampung ini,” ucap Revina sambil beranjak darisana.
Nadira terdiam, dia tahu kalau Pak Yanto orang yang sangat kejam tetapi siapa sangka kalau pak Yanto bahkan akan membunuh anaknya sendiri?
“ Revina, jangan pergi sendirian, aku akan coba percaya padamu, kau.. pergilah bersama temanku, kau akan aman bersama mereka,” Nadira menarik tangan Revina keluar dari kamar.
“ Nad.. bagaimana, apa yang akan kau lakukan?” Eka langsung menghampiri sahabatnya demikian juga dengan Chiiko.
__ADS_1
“ Aku punya rencana,” ucapnya sambil menatap datar ke arah pintu keluar rumahnya.
“ Kalian amankan Revina, dia sedang hamil, jangan sampai dia terguncang,” ucap Nadira sambil mengambil kunci rumah dan keluar dari rumah itu.
“ Nadira kau mau kemana? Berbahaya!!" teriak Chiko.
“ Chiko bantu aku jaga dia, bawa dia dari kampung ini,” uap Nadira sebelum dia benar benar menutup pintu .
“ Tapi nad...
“ Aku akan kembali, tenang saja, aku akan kembali, bukankah kalian sudah membawa anak buah?” ucap Nadira dengan rencana gila di kepalanya.
“Apa yang harus kita lakukan?” Eka tapak pusing.
“ Jangan bersembunyi di rumah ini, atau Nadira akan semakin berada dalam bahaya, terutama jika dia melihat laki-laki lain,” ucap Revina.
“ apa pria itu sangat menyeramkan?” tanya Chiko dan dijawab anggukan kepala oleh Revina.
Di saat yang sama, Pak Yanto dan anak buahnya tiba di rumah gadis itu. Dengan senyuman sumringah Pak Yanto turun dari dalam mobil. Sama halnya dengan Nadira yang langsung berjalan ke halaman rumah dengan wajah datar dan dingin.
“ Dimana pria yang kau culik itu bajingan!!” pekik Nadira melengking.
“ wohhhh hahahhaa... suaramu sangat indah sayang, pria apa? Siapa yang kau maksud? Apa kau punya pria lain selain diriku?” ucap pak Yanto sambil tersneyum genit menatap Nadira.
“Jujur padaku, kau kan yang menculik pria itu?” ucap Nadira memancing Yanto.
Pak Yanto tersenyum sinis, dia berjalan mendekati Nadira dan mencengkram rahang gadis itu dan menatapnya dengan tatapan tajam,” kalau iya kenapa? Apa kau pikir kau bisa menyelamatkannya?” ucap pak Yanto dengan nada ancaman.
Hakkk.... cuiihhh...
__ADS_1
Nadira dengan berani meludahi wajah Pak yanto,” Perempuan sialan ini.. beraninya kau...” Pak Yanto mengangkat tangannya tetapi tiba tiba dia teringat tujuannya kalau dia datang kesini untuk membawa Naddira menuju pelaminan yang sudah dia siapkan.
“ hehehe... “ Pak Yanto mengusap wajahnya dan menjilat bekas ludah itu dengan senyuman genitnya,” aku sangat mencintaimu Nadira,bahkan liurmu sekalipun, aku menyukai semuanya, jika kau ingin pria itu selamat hidup-hidup, kau harus menuruti permintaanku Nadira sayang, kau... harus menikah denganku... menurutlah maka dia akan selamat,” ucap Yanto sambil menunjukkan foto Evan yang babak belur dan bersimbah darah.
Mata Nadira membulat sempurna,” Beraninya.. beraninya kau menyentuh dia dan membuatnya sampai seperti ini!! bajingan! kau benar benar Bajingan sialan!!”ingin Nadira berteriak, tetapi itu tidak akan melancarkan rencananya.
Gadis itu tiba-tiba menangis,” jangan lakukan apa pun padanya hiks hiks hiks... kenapa kau melakukan ini padanya...” pekik Nadira menunjukkan dia sedang terpukul dan syok.
Pak Yanto tersenyum licik,” hah ternyata begitu mudah mengancam gadis ini, sepertinya dia memiliki hubungan dekat dengan pria itu, dan tidak boleh dibiarkana,” batin Pak Yanto.
“ Lepaskan dia, kenapa kau melakukan ini padaku, kau sudah punya banyak istri kenapa kau sampai melukai orang yang kusayangi..” pekik Nadira.
“ Jika kau ingin dia selamat maka kau harus menikah denganku, itu syaratnya,” ucap pak Yanto.
Nadira terdiam, air matanya berjatuhan, dia mengepalkan kedua tangannya,” apa tidak bisa kau melepaskan kami? Jangan lakuan ini padaku...” pinta gadis itu.
“ Jika kau tidak mau maka jangan salahkan aku, foto foto ini akan kusebarkan, kau dan pria itu akan diolok olok oleh warga,” ucapnya sambil menunjukkan foto Evan dan Nadira salam posisi ambigu serta foto lain seolah menunjukkan kalau Nadira dan Evan sedang bebuat tak senonoh.
“ ya ampun, otaknya benar benar otak udang ya? Sampai segitunya memaksaku dan membuat foto konyol ini, arrkhhhh ingin ku hajar sekarrang tapi belum sampai di rumahnya, hanya dengan mengikutinya aku bisa mengakses jalan ke gudang itu!!" batin Nadira.
“ da... dari mana... i... ini...
“ bagaimana kau mau kan?”
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen