Terjebak Dalam Pesona Sang Mafia

Terjebak Dalam Pesona Sang Mafia
#9


__ADS_3

Evan menghajar seluruh anak buah Kevin dengan bantuan anak buahnya yang tersisa, hanya ada tiga anak buah yang tidak terkena obat tidur itu.


“ Boss... awasss!!!” teriak salah satu dari anak buah Evan saat melihat Kevin berlari ke arahnya dengan membawa air keras.


“ Mati kau!” pekik Evan sambil menatap tajam ke arah Kevin yang datang dari arah kanannya. Evan dengan tangannya yang kekar mengangkat tubuh pria besar itu begitu saja dengan satu tangannya dan mengangkatnya ke atas menunjukkannya ke arah Kevin sambil menatapnya dengan senyuman menyeringai yang membuat langkah kaki Kevin terlihat ragu dan terkejut dengan tenaga super yang bisa dikeluarkan Evan bahkan di saat dia di pukuli dari belakang.


“ Ini yang akan terjadi padamu!" ucap pria itu sambil mencabik Leher pria besar itu dengan belati yang dia pegang sampai darahnya muncrat begitu saja dan membasahi wajah dan tubuh Evan.


Crrrakkkk.......


“ Arrkhhh.....”


Brukkkh....


Pria bertubuh besar itu di bunuh di depan mata Kevin tanpa rasa bersalah, bahkan setelah membunuhnya tatapan mata Evan tetap tenang seolah tidak terjadi apa-apa barusan.


Kevin mengeraskan rahangnya,” aku tidak akan kalah bangsat!" pekik Kevin sambil menyerang Evan .


Kevin adalah anak dari salah satu bos mafia yang bertebaran di negeri ini, kelompok mereka memiliki dendam kesumat terhadap Evan dan berhubungan dengan masa lalu pria itu.


“ Sekali kau budak, kau akan tetap jadi budak dan mati mengenaskan dengan kepala di penggal seperti ayah dan ibumu yang hina itu! atau mungkin seperti mendiang adik mu itu, dia mati diperk$$4” ucapnya sambil tertawa dan menyerang Evan.


Wajah Evan berubah, sangat dingin dan menyeramkan, seolah mengatakan kalau dia sudah berada pada ambang batas kesabarannya.


“ Kau menjemput ajalmu sendiri, pada akhirnya kalian semua akan datang satu persatu menyerahkan nyawa kalian,” ucap Evan .


Bughhh.....


Sebuah pukulan telak mendarat di kepala pria itu, bahkan kepalanya sampai berdarah dan penglihatannya kabur. Evan pusing, pukulan itu terlalu kuat. Sebuah pemukul bisbol yang terbuat dari besi di hantamkan ke kepalanya berhasil membuatnya pusing tak karuan .


Kevin menerjang pria itu dan memukulnya bertubi-tubi.


“ Bos Evan!!” pekik anak buahnya yang sedang menangani anak buah Kevin yang menyerang membabi buta.


Evan pusing, penglihatannya kabur dan kepalanya berdarah, tetapi dia tidak boleh kalah, orangtuanya dihina dan keluarganya dibasmi, dendam itu harus dia balaskan.

__ADS_1


“ Tidak... aku tidak boleh begini!!” gumamnya , dia melihat dengan samar samar arah kedatangan Kevin yang berjalan dengan santai sambil membuka tutup botol air mineral itu dan terlihat seperti tersenyum menyeringai menatap Evan.


Bagaimana pun, kelemahan Evan adalah keluarganya, orangtuanya yang mati di hadapannya, membuat dia lemah dan kehilangan fokus, apalagi tenang adiknya yang terlebih dahulu dikabarkan meninggal, luka itu membuat nya tidak fokus.


“ Aku harus hidup, aku tidak boleh mati disini, sial... Jonash belum tiba...” batin pria itu sambil memasang kuda-kuda.


“ hahahhaha... ini yang katanya bos mafia yang ditakuti? Cuihh... ternyata sekali pukul sudah kebingungan, hahhahaa... Abraham Evan Boile... kau pikir aku tidak tahu siapa dirimu? Kau pikir aku tidak tahu kalau kau adalah anak budak yang melarikan diri? Ahhh akhirnya aku bisa menemukan dirimu, anak budak budak sialan yang telah membunuh ibuku...” ucapnya sambil tertawa dan menatap Evan dnegan tatapan penuh dendam.


2 keluarga budak bertahun tahun lalu dibasmi karena kematian tiba-tiba dari sang nyonya rumah , ibu kandung Kevin yang meninggal dalam keadaan mengenaskan. Tubuhnya bagai dicabik cabik oleh hewan liar dan lehernya dig0rok. Dia adalah nyonya yang sangat kejam dan menganggap budak sebagai mahluk paling hina dan rendah di muka bum ini.


Namun dia ditemukan mati mengenaskan di dalam gudang di dekat rumah para budak yang bekerja siang dan malam tak henti.


“ Memang dia pantas untuk mati...” ucap Evan dengan nada sarkas, dia berusaha mengembalikan penglihatannya tetapi semuanya tampak kabur.


“Pantas katamu, hanya kalian kaum budak yang pantas mati... matilah kau BAJINGAN SALAN...” pekik Kevin.


Tiba-tiba...


Duar.... duarr....


“ Serang mereka!” pekik Leo yang datang bersama Jonash dan Mahesa. Mereka semua menyerang anak buah kevin .


“ Evan....” pekik Mahesa berlari ke arah mereka sambil mengacungkan senjatanya.


Kevin benar benar kesal, tetapi anak buah yang dia bawa sangat banyak, dia tidak akan kalah,” semuanya keluar dan serang...” pekik pria itu. Dan muncullah anak buahnya yang bersembunyi di balik semak-semak . Terjadi perang besar antara dua klan mafia di tempat itu.


Kevin menatap Evan yang tampak kebingungan, tetapi Evan bukan pria bodoh, sekalipun penglihatannya kabur, dia tidak akan kalah.


“ sekarang kau akan mati budak sialan...” umpat Kevin .


Evan mengeraskan rahangnya, dia berdiam menunggu Kevin bergerak, tetapi tiba-tiba, cairan kimia di tuangkan ke tubuhnya membuat Evan berteriak kepanasan.


“ Arrkkkhhh bajingan...” pekik Evan sambil meangkap tangan Kevin entah bagaimana dia melakukan hal itu.


“Keluargaku bukan budak!!!” pekik Evan sambil menghajar Kevin membabi buta.

__ADS_1


Kevin sangat terkejut, ,setahunya cairan itu akan membuat Evan lumpuh tetapi seolah tak berati apa apa Evan masih punya tenaga.


“Cuihhh.... hanya kaum budak RENDAHAN!!!" pekik Kevin.


Mereka berdua berkelahi hingga Kevin benar benar ambruk karena pukulan dari raksasa yang menghajarnya secara membabi buta.


Brukkhhh...


Kevin dicampakkan begitu saja ke atas tanah dengan kondisi berlumuran darah,” kau pasti akan mati di tanganku bajingan, kau akan mati di tanganku, tunggu saja,” ucap Kevin.


Evan berjalan tertatih di tengah pertempuran itu, kepalanya pusing, matanya kabur dan setengah tubuhnya mati rasa. Pria itu berjalan menjauh dari kerumunan. Entah kemana dia akan pergi sekarang membawa semua beban hidupnya yang begitu menyakitkan. Bahkan sampai saat ini pun keluarganya yang sudah meninggal masih dihina dan direndahkan oleh orang itu, oleh keturunannya dan menuduh mereka membunuh majikan mereka di masa lalu.


Evan menahan rasa sakit di tubuhnya, hidupnya hancur, tinggal seorang diri dan tidak punya siapa siapa, dia mengumpulkan teman dan dikhianati. Bahkan Tom, orang yang sangat dia percayai menjualnya begitu saja ketika dia menaruh kepercayaan sepenuhnya pada pria itu.


Hidupnya berantakan, pekerjaannya dan masa yang dia hadapi sangat keras. Musuhnya tak henti mengawasi dan menginginkan nyawanya. Dia berjalan dengan aliran darah yang begitu deras mengalir dari tubuhnya. Hingga hari gelap, dia masih berjalan dan terus berjalan tanpa arah.


“ Mama, Papa... i miss you so much...” gumamnya sambil menatap langit dengan matanya yang kabur dan buram. Kepalanya sakit, tubuhnya terasa seperti terbakar. Dia berjalan terus di tengah padang belantara meninggalkan semua orang yang saat ini kelabakan mencari keberadaannya.


Hingga Evan tiba di sebuah tebing yang sangat tinggi, dia berdiri di pinggir tebing itu, menghirup nafas dalam dalam dan merasakan angin malam yang begitu dingin menusuk tulang tulangnya tetapi sedikit meredakan rasa sakit di bahu hingga perutnya yang melepuh.


Dia tahu disana ada jurang, dia menatap ke atas dengan matanya yang buram, tersenyum tipis sambil berkata,” aku akan pulang sekarang,” ucapnya sambil menjatuhkan dirinya dari tebing menuju aliran sungai yang deras dan dalam di bawah sana.


Evan, terjun bebas mengakhiri hidupnya sendiri di tempat itu.


“ Maafkan aku tidak bisa menemukanmu gadisku... maafkan aku tidak bisa membalaskan dendam kita Pa, Ma, aku pulang...” ucapnya sambil menutup mata.


Byuurr...


Tubuhnya masuk ke dalam aliran sungai yang deras dan dingin dan menghanyutkannya dalam aliran air itu dengan segala luka dan hatinya yang dingin.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen


__ADS_2