
Nadira bersama Eka dan pacar perempuannya berjalan keluar dari rumah keluarga Eka , mengantarkan gadis itu ke depan rumah menunggu Evan menjemput Nadira di sana.
“ kalian berdua...” Nadira menatap Eka dan Anna yang terus menerus menempel satu sama lain.
“ Sadarlah, kalian sama-sama perempuan, jangan melakukan ini lagi, Eka... kau.. kau tidak sedih melihat om dan tante? Ini kesekian kali aku mengomeli kamu tentang masalah ini, dan aku Anna, tolonglah kalian jangan begini...” ucap Nadira lagi dengan wajah kesal.
Tak lelah bibirnya menasihati Eka tentang hubungan terlarangnya, gadis itu melakukan apa pun untuk menyadarkan mereka, tapi tampaknya hal itu akan sulit untuk di sembuhkan kecuali salah satu dari mereka memilih mundur dari hubungan tak berguna ini.
Eka melepas tangannya dari Anna dan memeluk Ndira,” aku tahu kamu cemas, tapi aku akan baik baik saja Nanad, semua akan baik baik saja, kenapa kamu jadi protektif begini?” tanya Eka sambil menatap wajah cemberut Nadira.
“ Ck... karena aku sudah punya suami Eka, siapa yang akan menasihati kamu nanti? Siapa yang akan mengomeli kamu, aku punya suami yang harus ku urus sekarang, kak Chiko juga sibuk dengan perusahaan, kamu juga sama sibuknya, kalau gak ada yang mengingatkan kalian berdua bisa kebablasan, hentikanlah ini , tidak ada gunanya,” ucap Nadira lagi sambil menatap Anna dan Eka penuh harap agar mereka sadar kalau apa yang mereka lakukan itu salah.
Anna tersenyum, perempuan berambut pendek yang terlihat tomboy itu menatap lembut ke arah Nadira bukan karena tertarik tetapi karena bersyukur Eka memilik teman seperti Nadira.
“ Tenanglah, dia ini mungkin hanya akan sebentar begini, sampai dia tenang saja, aku akan menjaganya, jangan terlalu khawatir, ahh dan selamat untuk pernikahanmu, rawat suamimu semoga kalian bahagia,” ucap Anna sambil tersenyum.
Nadira hanya bisa menghela nafas, dia menatap Anna dan Eka. Hubungan terlarang yang tidak masuk akal itu harus segera di hentikan.
“ Ini tidak bisa di biarkan, aku akan mencarikan jodoh untuk Eka, mereka tidak boleh terus bersama seperti ini,” batin Nadira .
“ baiklah.. jangan sampai kebablasan,” ucap Nadira .
Eka tersenyum,” kau sahabat terbaikku Nad, hanya kau yang benar-benar menerima diriku yang seperti ini,” ucap Eka terharu.
“ Cihh.. dasar gadis cerewet...” ketus Nadira sambil memandang ke depan dan melihat mobil sedan hitam telah tiba di depan rumah Eka.
Jonash tampak keluar dari dalam mobil sambil menatap ke arah mereka dengan tatapan terpana. Ya lagi-lagi pria itu terpana menatap Eka yang tampak sangat cantik dalam balutan pakaian kerjanya.
Nadira mengamati reaksi Jonash, seketika ide cemerlang muncul di kepalanya, dia tersenyum ,” sepertinya kau tahu apa yang harus ku lakukan,” batin gadis itu.
Sementara itu, Leo dan Evan keluar dari dalam mobil, Mahesa tidak ikut bersama mereka, ada pekerjaan yang harus dia lakukan.
Evan menggunakan tongkatnya sambil keluar dengan bantuan Leo.
__ADS_1
“ sana bicara dengan mereka, jangan merusak hari ini lagi,” ucap Evan menatap tajam Leo dari balik kacamata hitamnya.
Leo mengangguk,” iya maaf,” ucapnya sambil berjalan beriringan dengan Evan menjalankan peran orang buta dengan sempurna.
“ Evan.... kamu datang...” Nadira berlari dengan wajah ceria dan.....
Hap....
Gadis itu menghamburkan pelukannya pada Evan sambil menatapnya dengan senyuman secerah mentari yang membuat hati Evan yang menatapnya dari balik kacamata meleleh karena wajah cantik itu menyambutnya dengan antusias.
Hari yang cerah dan udara yang segar membuat perasaan Evan semakin bahagia belum lagi tatapan penuh cinta yang diberikan Nadira pada dirinya, sepertinya gadis itu benar benar menaruh perasaan pada Evan.
“ Bagaimana keadaanmu? Kau baik-baik saja kan? Tidak ada masalah? “ tanya Evan penuh curiga, dia tak yakin dengan Eka yang punya kelainan sama persis dengan mahesa.
“ Tidak ada masalah, aku baik-baik saja, sehat walafiat, “ jawab Nadira sambil memeluk lengan suaminya.
“ Wahhh kau mulai aggresif ya, cie yang pengantin baru hahahhaa...” goda Leo sambil menunjuk mereka berdua.
“ Ehh.. hehhe.. ma.. maaf...” ucap Nadira yang terlalu girang karena bertemu dengan Evan. Entah kenapa setelah mengetahui kalau dia dan Evan sudah sah jadi suami istri, hati Nadira berbunga-bunga. Sepertinya perasan sayang di masa lalu ketika dia masih kecil kembali mekar saat bertemu dengan Evan.
“ Aku tidak salah lihat kan? Wahhh kau luar biasa Nadira,” gumam Eka sambil menatap takjub ke arah Evan dan Nadira yang sangat cocok satu sama lain.
“ Leo selesaikan urusanmu, cepatlah,” ucap Evan dengan nada ketus.
Leo paham, dia mendekati Eka, “ emmm.. ma.. maaf untuk yang kemarin, aku berlebihan, aku salah... “ ucap Leo sambil menunduk seraya menggaruk garuk punggung lehernya.
Eka menatap sinis ke arah leo, “ Iya, sudah sana jauh jauh... ahh biar kuperkenalkan ini pacarku jadi jangan lakuan hal seperti itu lagi,” ucap Eka memperkenalkan Anna kepada mereka semua.
Apaaa...
Jonash dan Leo terkejut bukan main dengan pengakuan dari Eka. Apalagi Jonash, benih-benih cinta yang tumbuh di hatinya mulai hancur berkeping keping saat mendengar Eka ternyata punya kelainan sama seperti Mahesa.
“ Nona Anda tidak bercanda bagaimana bisa...
__ADS_1
“ Jonash, leo ayo , cepatlah kita harus ke kantor,” panggil Evan atas saran Nadira sebelum mereka berdua menyinggung Eka lagi dan malah memperburuk keadaan.
“ Kak Leo, Kak Jonash ayo cepat, Dahh Eka, Anna.. kami pulang dulu ya...” seru Nadira sambil melambaikan tangan pada Eka dan Anna yang juga membalasnya dengan lambaian tangan dan senyuman.
Hati Jonash seolah hancur saat mengetahui kalau Eka bukan perempuan normal, bagaimana bisa hati Jonash lagi lagi dipermainkan seperti ini?
Wajahnya mendung, dia masuk ke dalam mobil sambil terus menatap ke arah Eka yang menggandeng tangan Anna dengan mesra, Jonash tak terima karena jujur saja dia telah jatuh cinta pada gadis itu.
Nadira menatap Jonash sambil tersenyum licik, dari balik kacamatanya, Evan bisa melihat dengan jelas wajah Nadira yang tersenyum menatap Jonash.
“ Van.. apa Jonash sudah punya kekasih?” bisik Nadira tiba-tiba.
“ Belum, setahuku dia belum punya kekasih, kenapa?” tanya Evan penasaran.
“ aku ingin menjodohkannya dengan Eka, mereka akan cocok, “ balas Nadira.
“ tapi bukannya temanmu itu...
“ aku tahu, pacarnya itu baru saja mengirim pesan padaku, dia akan menikah dengan pria normal karena dijodohkan , Eka mungkin akan galau selama beberapa bulan, aku ingin Jonash yang mendekatinya, bagaimana menurutmu?” tanya Nadira.
“ Terserah, apa yang menurutmu baik lakukan saja, tetapi jangan sampai membahayakan dirimu,” ucap Evan sambil menepuk pucuk kepala Nadira dengan lembut.
“ hmm baiklah, tapi kita mau ke mana?” tanya gadis itu.
“ mengambil barang -barangmu, kita tinggal di rumahku, tidak apa kan?” tanya Evan.
“ baiklah, asal aku bersamamu,” ucap Nadira sambil bersandar di bahu Evan.
“ Nadira, tidak kusangka, kau masih sama seperti dulu,” batin Evan.
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen