Terjebak Dalam Pesona Sang Mafia

Terjebak Dalam Pesona Sang Mafia
# Adikku


__ADS_3

Runtuhnya kerajaan angkuh yang dibangun tuan Sanjaya telah tersebar ke seluruh penjuru. Segala kasus yang berkaitan dengan mereka akhirnya terungkap ke udara.


Sosok keluarga Sanjaya yang dikenal sebagai keluarga termasyur kini telah hancur berkeping-keping menjadi Keluarga pembunuh berantai paling bejat!


Semua orang bersyukur, bukanya berduka, mereka malah merayakan kehancuran Sanjaya yang tak lagi Jaya sesuai namanya.


Para kaum budak kini telah bebas, identitas mereka kini seutuhnya milik mereka, keluarga mereka kini dapat dipindahkan ke makam umum sebagai orang bias bukan sebagai manusia dengan status budak yang tak dianggap.


Hati Evan, Nadira, Chiko dan semua orang yang ada di area perbudakan itu kini telah lega. Mata ganti mata, gigi ganti gigi adalah hukum yang seharusnya mereka dapatkan. Bahkan membunuh mereka secara langsung setelah tahu kebenarannya saja sudah merupakan berkah bagi mereka karena mereka tidak merasakan penyiksaan seperti yang dialami para budak puluhan tahun lalu bahkan sampai saat ini.


Namun sepertinya penyiksaan itu akan berlanjut pada anak-anak tuan Sanjaya dan pria itu sendiri.


Yanto selamat dari insiden itu, tetapi dia kini hidup dalam cacat fisik yang membuat nya menderita. Kedua kakinya tak bisa digerakkan, dia lumpuh karena racun yang merusak saraf saraf kakinya.


Tuan Sanjaya dan anak perempuannya harus hidup menanggung malu seumur hidup mereka karena kejadian ini.


Tetapi hati yang terbelenggu dalam dendam kesumat kini telah bebas dari penyiksaan bertahun-tahun yang mereka rasakan.


Aresh pria tampan bertubuh tinggi tegap itu menghampiri Nadira.


" Nadira!" panggilnya sambil tersenyum lembut.


"Kak Aresh, lama tidak bertemu!" ucap Nadira sambil merentangkan kedua tangannya menyambut pria itu dengan senyuman sumringah.


Evan yang melihatnya berusaha tetap sabar, dia sadar kalau Nadira punya banyak teman, punya banyak orang yang dia kenal.


Kedua orang itu berpelukan hangat, menyampaikan rasa rindu satu sama lain.


"Kakak Senang, kamu dan orang yang kamu nantikan akhirnya bertemu, selamat untuk pernikahan kalian sayang," ucap Aresh sambil memeluk Erat Nadira.


Pria itu dulunya adalah anak gemuk yang terus dihina dan terkena body shaming oleh anak anak tuan Sanjaya.


Tetapi kini dia berhasil berubah dan hidup jauh di luar negeri.


Dia dan Nadira berhubungan baik, pria itu sangat menyayangi Nadira dan menganggapnya sebagai adik kandungnya. Alasannya karena Nadira adalah teman pertama nya.


Nadira menatap Aresh sambil tersenyum," Evan, perkenalkan, ini kak Aresh," jelas Nadira sambil menggenggam tangan suaminya.


" Aresh? apa aku mengenalnya!? siapa dia!?" tanya Evan sambil menarik istrinya ke dalam pelukannya dan menatap Aresh dengan tatapan curiga.

__ADS_1


Padahal sejujurnya dia merasa tersaingi karena sosok Aresh tak kalah tampan dengan dirinya yang memang sudah tampan sejak lahir.


Tapi begitu melihat Aresh dia malah merasa terancam karena keperkasaan pria itu jelas terlihat hanya dengan mata telanjang.


Aresh tersenyum melihat betapa posesif nya Evan terhadap Nadira, dia malah bisa bernafas Lega sebelum kembali ke negaranya setela memastikan kalau Nadira hidup layak dengan suaminya di tempat ini.


" Hai adik ipar, senang bertemu denganmu, aku Aresh, anak gemuk yang dulu sering di ejek sebagai Babi guling dari China, itu aku, kalau kau masih ingat," ucap Aresh sambil menjulurkan tangannya hendak bersalaman.


Evan terdiam sejenak, seraya sedang berpikir sambil menatap istrinya.


Lalu kedua Netranya menatap Aresh lagi, perlahan tangan pria itu menerima jabat tangan dari Aresh.


" Salam kenal, tapi aku tidak ingat padamu!" jawab Evan yang memang sama sekali tidak ingat pada Aresh.


Pada istrinya sendiri dia lupa wajah masa kecilnya apalagi pada Aresh yang jelas berubah total.


"Hah.... dasar pria ini, kupikir kau ingat!" Ketus Aresh .


Evan langsung melepaskan tangannya dan mengangkat kedua bahunya," Mungkin kau bukan orang penting," balas Evan cuek.


" Evan, jangan begitu!" Tegus Nadira.


Evan hanya mengangguk sambil tersenyum menatap istrinya tetapi menatap tajam dan garang pada semua orang, pria ini sudah mulai menunjukkan bibir budak cinta pada sang istri.


Mereka semua berseru bahagia.


Akhirnya Aresh dan semua kaum budak dulu pulang kembali ke tempat mereka setelah mengakhiri dendam mereka di tempat ini.


Leo menatap Nadira dengan mata berkaca-kaca, tidak sabar rasanya dia mengenalkan perempuan itu pada ayahnya.


" Nadira, Ada yang ingin ku beritahu padamu!" ucap Leo yang disaksikan oleh semua orang.


Evan memutar tubuh Nadira, membuat gadis itu menatap Leo yang sedang menahan tangisnya.


Menahan rasa terharu dan bahagia dengan hasil tes DNA yang dia lakukan beberapa waktu lalu.


" A...ada apa!?" tanya Nadira penasaran.


Leo tersenyum sambil mengeluarkan dokumen tes DNa yang sudah dia dapatkan.

__ADS_1


" Kamu adalah saudariku, adikku yang ditelantarkan oleh Ibu, adik yang kami pikir telah mati di jalanan tapi ternyata kamu hidup dan diadopsi sampai dua kali!" ucap Leo sambil menunjukkan dokumen itu.


Deghhh


Semua orang terbelalak tak percaya, Mahesa, Jonash, Amora, Chiko dan semua orang yang ada di sana terkejut bukan main saat mendengar penjelasan Leo.


Nadira adalah adik kandung pria itu, Nadira adalah anak dari salah satu jajaran orang terkaya di negeri itu, akhirnya setelah sekian puluh tahun hidup Nadira mengetahui siapa keluarganya.


Dengan tangan gemetaran perempuan itu membaca dokumen yang Leo tunjukkan.


Jantungnya berdebar, matanya menganak sungai, bagaimana bisa semua ini terjadi sekarang!?


Laura membacanya, hasil yang mengatakan dia adalah anak biologis dari ayah Leo yang berarti dia dan Leo bersaudara.


"A....aku.... ba..bagaiman mungkin!??" ucap Nadira dengan suara tangisan yang tercekat.


Salah satu keinginannya selama ini adalah menemukan keluarga kandungnya, dia benar benar ingin mengenal mereka, mengenal siapa sebenarnya yang menelantarkan dirinya.


Ternyata keluarganya berpikir dia mati karena dibuang ibu kandungnya, akhirnya fakta itu terbuka, bahwa Nadira masih punya seorang ayah dan kakak yang mengharapkan kehadirannya.


Leo tak kuasa menahan tangis, dia merentangkan kedua tangannya sambil menatap Nadira," Adik kakak...." lirih pria itu sambil menatap Nadira dengan tatapan penuh haru.


Nadira menatap suaminya, Evan tersenyum dan mengusap air mata di pipi Nadira," selamat sayang," bisik Evan .


"Hiks hiks hiks.... aku... aku punya keluarga kandung!!! huwaaa..... Kak Leoooo...." Nadira menghamburkan pelukannya ke tubuh Leo.


Dia menangis sesenggukan sambil memeluk Leo dengan sangat erat.


Kedua bersaudara Davinchi itu berpelukan hangat.


Bahagia dan haru bercampur menjadi satu. Senang rasanya mereka adalah keluarga yang sangat dekat.


Semua orang terharu, siapa sangka mereka akan dipertemukan oleh takdir dengan cara seperti ini!?


Evan menatap Istrinya yang menangis sesenggukan," Sayang, aku berjanji akan membuatmu bahagia, mulai saat ini kau adalah prioritas ku!"


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2