
Tatapan mata Jonash, suara dan kesungguhannya menggetarkan hati beku milik Eka yang telah hancur berkeping-keping karena masa lalunya.
Eka menatap tangan itu, seolah ada harapan baru yang muncul bersama datangnya Jonash di hadapannya.
Kedua netra pria itu menatap lekat dan lembut pada Eka. Berharap Eka menerima dan membuka hati untuk tawarannya.
Tangan yang menggantung di udara itu menawarkan jalan baru bagi kehidupan Eka yang suram. ingin Eka membuka kebahagiaan baru, ingin dia melangkah ke arah yang baru, tetapi seolah masa lalu mencekiknya untuk terus tenggelam dalam lautannya.
Apakah hatinya siap untuk terbuka bagi seorang laki-laki lagi padahal jelas dia hancur karena laki-laki? akankah Jonash bisa memberikannya kehidupan yang benar benar bahagia? atau ini hanya permintaan semata.
" Aku akan memperlakukan mu sebagaimana kamu seharusnya diperlakukan sebagai seorang wanita, ajari aku untuk memahami aku akan pelan pelan, kita ikut prosesnya dengan baik, jika aku menjadi bajingan kau bisa langsung membunuhku, mungkin mereka semua akan membunuhku terutama Nadira jika sampai aku berkhianat, ini waktunya untuk lembaran baru Eka, kau tidak perlu hancur sampai separah ini hanya karena bajingan yang merusak hidupmu kau itu berharga!" ucap Jonash dengan lembut .
Tak terbendung lagi tangisan Eka, dia memang butuh seseorang yang benar benar menganggapnya ada, butuh sosok yang menghargainya, butuh sosok yang membuatnya merasa hidup.
Dan kini di hadapannya Jonash menawarkan apa yang dia butuhkan.
Dengan gemetar, Eka menerima uluran tangan Jonash. perlahan namun pasti dia menerima dan memilih membuka hati untuk lembaran baru bagi hidupnya.
Seperti yang Nadira dan keluarga nya harapkan, mereka ingin gadis itu bahagia dan melupakan semua trauma yang dia miliki.
Eka menerima tawaran Jonash. Senyuman indah terlukis di wajah pria itu. Jonash merangkul Eka dengan erat, hari yang akan mereka lalui benar benar berbeda mulai saat ini.
Kisah baru bagi Eka, kebahagiaan bagi keluarganya dan kelegaan bagi sahabat-sahabat baiknya.
Tidak terasa waktu terus berlalu, hingga hampir satu tahun penuh Evan dan Nadira berstatus sebagai suami istri. Hidup mereka kini lengkap dengan buah hati mereka yang sedang dikandung oleh Nadira.
Usia kandungannya baru seumur jagung, dan Evan benar-benar menjadi suami yang siaga dan sangat perhatian untuk semua kebutuhan sang istri.
Nadira tidak meminta banyak hal, selama kehamilannya ini dia hanya senang terus mengekor suaminya kemanapun pra itu pergi bahkan ke kamar mandi sekalipun.
Aneh memang bahan sempat membuat Evan penasaran dengan apa yang dialami Nadira. Dia sampai berkonsultasi dengan dokter dokter terbaik, dan semuanya tertawa mendengar celoteh dan kecemasan calon ayah itu.
Rumah mereka selalu ramai, seperti hari ini, kakak angkat perempuan Evan datang berkunjung bersama keluarga kecilnya, Eugene, Elliot dan putra pertama mereka yang belum genap satu tahun berkunjung ke rumah Evan dan Nadira.
Mahesa sudah bertobat dan kembali jadi pria normal karena habis digembleng oleh Nadira dan Evan. Hubungan Jonash dengan Eka berjalan dengan baik, Eka perlahan lahan bangkit dari traumanya dengan bantuan dari Jonash kekasihnya yang lembut dan baik hati.
__ADS_1
Leo sendiri masih menikmati kesendiriannya dengan ejekan ejekan dari para sahabat laknat yang menghiburnya setia hari.
Rumah mereka ramai,
" Nadira lihat sini kakak bawa apa!!!" teriakan Leo si tukang makan terdengar di seluruh ruangan di mana semua orang sedang berkumpul di akhir pekan menghabiskan waktu mereka bersama sama.
Penciuman Nadira yang sensitif membuat perempuan yang memakai piyama couple warna pink dengan gambar buah apel itu langsung berdiri.
Jangan sangka piyama itu ide Nadira, itu semua ide Evan yang ketularan Ngidam dari istrinya sendiri.
"Wahhhh nangka!!!" seru Nadira dengan senyum sumringah.
Semuanya tercengang, padahal jaraknya jauh dan benda itu di bungkus plastik hitam, tetapi Nadira langsung kenal dengan aromanya yang khas .
Dengan cepat dia berjalan menghampiri Leo.
"Sayang jangan terburu-buru, kau bisa jatuh!!!" teriak Evan yang langsung mengejar istrinya.
Mereka semua tertawa melihat kelakuan random pasutri ini, terkadang Evan justru lebih manja daripada Nadira yang sedang hamil.
"Heheh maaf sayang, aku terlalu bersemangat, akhirnya kak Leo bawa nangka, terimakasih kak!!" seru Nadira sambil berjinjit dan.
cup
Sebuah kecupan hangat mendarat di pipi kakak laki lakinya yang sangat peduli dan perhatian padanya.
"Apa pun untukmu adikku sayang, juga untuk ponakanku," ucapnya.
Leo membawa banyak buah dari petualangannya di desa.
Semuanya malah jadi kecipratan buah segar dari Leo.
Sambil tertawa mereka semua berkumpul di rumah itu. Di saat yang sama suara pria yang setahun tak mereka temui terdengar.
" Selamat akhir pekan semuanya!!!" suara itu sangat familiar di telinga mereka.
__ADS_1
Sontak semua orang menoleh ke arah pintu masuk. Seorang pria tampan berdiri di ujung pintu sambil menenteng banyak kue. Tubuhnya kekar berotot, tinggi dan tegap, potongan rambut berponi tengah dengan penampilannya yang sangat fashionable, kaos oblong dengan celana bahan kain berwarna hitam, dengan sepatu kets dan sebuah topi bertengger di kepalanya.
Chiko, pria yang dulunya gemuk kini berubah semakin tampan dengan penurunan berat badannya yang drastis serta tubuh yang kekar dan sehat.
Dia berubah banyak setelah bertugas ke negara tetangga untuk urusan bisnis keluarga besar Eka.
"Chiko!!!" teriak Eka tak percaya. Pria yang dia anggap sebagai kakaknya itu membuat semua orang terkejut dengan perubahan besar yang terjadi pada tubuhnya.
"Hai Eka, hai Nadira, hai semua, senang bertemu kalian!" seru Chiko sambil tersenyum sempurna.
Nadira dan Eka melongo sama dengan yang lainnya.
" Sialan, aku tersaingi, ketampanan ku berkurang karena dia, terlalu silau!!!" teriak Leo.
" Wahhh dewa Yunani muncul ke rumah ini, Wahhh kau hebat Chiko!!" seru Mahesa.
Dengan cepat Chiko menghampiri mereka sambil meletakkan barang bawaannya di sana.
Nadira dan Eka dengan senyuman bahagia berjalan mendekati Chiko sambil merentangkan kedua tangannya dan berpelukan disana.
" wahh kak Chiko kami semua merindukanmu, akhirnya pulang juga!!" ucap Eka.
" Wahh Chiko, angin Austria sepertinya sangat cocok untukmu, apa sudah punya calon!??" celetuk Nadira.
Chiko terkekeh," aku juga merindukan kalian, calon ya? hmmm masih pendekatan, doakan saja!" bisik pria itu.
Mereka semua tertawa bahagia, semuanya tersenyum bahagia dengan banyak hal baru di hidup mereka.
Banyak hal yang belum dijelaskan, banyak yang belum mereka selesaikan, tetapi mereka tidak terjebak dengan semua masalah dan masa lalu yang membuat hidup mereka hancur.
Proses demi prose mereka lewati untuk menjadi keluarga yang hebat dan saling mendukung satu sama lain.
Ini bukan akhir tetapi awal kisah baru bagi mereka.
Tamat
__ADS_1
^^^Sorry to say this, tapi author harus mengakhirinya sampai di sini, maaf banget bikin kalian kecewa, sampai bertemu di novel lainnya, terimakasih.^^^
^^^Harsie Alive^^^