Terjerat Cinta Berantai

Terjerat Cinta Berantai
Tunangan pura-pura


__ADS_3

...Elise tidak sepolos itu. Dia pernah merasakan jatuh cinta sebelumnya, bahkan memiliki seorang kekasih. Ia tahu perasaan yang dimilikinya saat ini bisa berkembang menjadi cinta, karena itu Elise berusaha menahannya dan menganggap semua kata-kata manis dari Lucas hanya candaan....


...————...


Elise mengucek matanya. Cahaya matahari yang mengintip lewat balik gorden membangunkan dirinya yang baru tertidur beberapa jam sebab ia membawa sisa pekerjaannya ke rumah dan akhirnya malah mengurangi waktu tidurnya.


Jam menunjukkan pukul delapan pagi. Seharusnya dia masih bisa tidur karena hari ini adalah weekend, namun suara ketukan pintu yang sejak tadi terdengar mengharuskan ia untuk bangun dan membukakan pintu itu.


'Siapa yang datang pagi-pagi ke sini?'


Sangat jarang ada seseorang yang datang ke kamar Elise. Hanya beberapa pembantu rumah tangga dan Noise saja yang ke sana. Jadi Elise cukup terkejut saat melihat sosok yang mengetuk pintunya.


"Weekend memang waktu yang tepat untuk malas-malasan ya?"


Celetukan singkat dan menusuk itu keluar dari mulut wanita paruh baya yang sedang menatap Elise tak acuh. Ia adalah madam Julia, sosok tak terduga yang entah ada urusan apa dia sampai mendatangi Elise langsung begini.


"Ah—madam Julia. Maafkan saya karena baru membukakan pintu,"


Elise merasa malu. Image dirinya di mata madam Julia sudah jelek sejak awal, ditambah kejadian hari ini sudah pasti imagenya semakin jelek.


"Sudahlah, kau tak perlu merasa menyesal begitu"


Tak seperti biasanya, madam Julia membiarkan sikap tidak sopan Elise begitu saja—apa beliau salah makan? Elise malah berpikir aneh-aneh melihat sifat madam Julia yang agak lembut begini.


"Hari ini teman-teman ku akan datang berkunjung, mereka adalah para pebisnis dan istri dari pemilik perusahaan besar karena itu jangan membuatku malu" Dia menjeda ucapannya sejenak. "Jangan salah paham. Aku begini bukan karena sudah mengakui mu. Fiona tidak bisa ikut karena dia sedang liburan bersama Julian, aku akan memperkenalkan mu sebagai calon tunangan Lucas. Jadilah berguna untuk hari ini."


"Baik, madam Julia."


Jawabnya lirih. Madam Julia langsung pergi tanpa menatap Elise lagi, membiarkan perempuan berambut kemerahan itu berdiri diambang pintu.


'Ternyata beliau masih sama saja.'


Masih tak ada kelembutan dalam tutur katanya, juga tatapan tak acuh dan kesal miliknya masih sama seperti saat Elise datang dulu. Madam Julia sama sekali tidak berubah, dia tetap memperlakukan Elise seperti duri dalam daging.


Setelah itu Elise pergi bersiap. Ia memakai pakaian terbaik yang sekiranya tak akan mempermalukan madam Julia saat dia berperan sebagai calon menantu.


Sejenak Elise terdiam. Wajahnya merona malu saat ia baru menyadari perannya hari ini.


"Aku jadi tunangan kak Lucas!?"


Ia telat menyadari itu. Meskipun hanya pura-pura tapi tetap saja Elise merasa salah tingkah sendiri—dia lebih menyukai peran sementaranya ini daripada statusnya sebagai tunangan Julian.


Setidaknya Lucas tidak akan memperlakukan Elise seperti Julian.


"Jadi kita akan menjadi tunangan untuk satu hari, bagaimana menurutmu Elise? Apa kamu siap menjadi tunangan sementara ku?"

__ADS_1


Lucas berucap dengan senyuman jahil membuat Elise malu sendiri.


"Meskipun ini hanya pura-pura tapi aku akan berusaha tidak mengacau, kak Lucas"


Lucas menutup mulutnya menahan tawa. Pikiran jahil lain untuk mempermainkan perasaan Elise terbesit di benaknya, ia tak bisa menahan diri untuk tidak menggoda calon adik iparnya itu.


"Kok kamu kayak kecewa karena ini pura-pura doang, apa kamu mau jadi tunangan ku yang asli?"


Bagi Elise itu terdengar sebagai godaan maut sebab Lucas berbicara sambil tersenyum manis—amat sangat manis bahkan mengalahkan madu dari sarangnya.


Karena kesibukan masing-masing, mereka berdua jarang bertemu. Dan saat pertemuan terjadi, hanya akan diisi oleh godaan dan sifat jahil Lucas pada Elise yang memperlakukannya sebagai adik kesayangan. Elise tidak membencinya, hanya saja jika selama setengah hari ini dia harus meladeni tingkah Lucas yang begini itu tidak baik untuk jantung dan hati miliknya.


'Jantung tolong tenanglah! Kalau kak Lucas mendengarnya aku yang malu!'


Elise tidak sepolos itu. Dia pernah merasakan jatuh cinta sebelumnya, bahkan memiliki seorang kekasih. Ia tahu perasaan yang dimilikinya saat ini bisa berkembang menjadi cinta, karena itu Elise berusaha menahannya dan menganggap semua kata-kata manis dari Lucas hanya candaan.


"Jangan menggodaku terus kak Lucas. Kita bisa terlambat nanti!"


Sebenarnya Lucas sedang menahan Elise untuk tidak buru-buru datang ke ruang tengah, dia ingin mengobrol berdua dengan Elise setelah beberapa Minggu ini tak bertemu—tapi sepertinya dia tidak bisa melakukan itu sekarang.


Lucas terkekeh kecil, tangannya mencubit pipi Elise singkat lalu ia pun berjalan selangkah ke depan.


"Baiklah. Kalau begitu ayo, tunangan ku"


Elise berusaha untuk tidak tersentuh dengan ucapan manis dari lelaki berusia tiga puluh satu tahun itu. Ia berjalan beriringan dengan Lucas menuju ruang tengah, tempat perkumpulan para relasi madam Julia.


Ucap salah satu teman madam Julia, ia memuji Elise setelah mengobrol sebentar dengannya. Sementara itu, Elise hanya tersenyum simpul. Pujian dari teman madam Julia itu entah kenapa membuatnya terbebani.


"Masih calon. Dia belum resmi menjadi keluarga kami, saya harap kalian tidak berekspektasi terlalu tinggi pada Elise ya ibu-ibu"


Suasana yang awalnya bersahabat tiba-tiba saja menjadi canggung karena ucapan madam Julia tadi. Teman madam Julia yang memuji Elise terdiam, ia pikir dengan memberikan pujian pada menantunya akan membuat madam Julia senang, tapi tampaknya itu pemikiran yang salah.


"Maaf, ini agak lama tapi saya harap kalian menyukainya"


Lucas muncul dengan troli yang berisi makanan penutup hasil tangannya. Ia tak ada di sana karena memasak sesuatu—permintaan salah satu teman madam Julia adalah memakan makanan yang Lucas masak sendiri, sebab rupanya popularitas Lucas sebagai seorang chef sudah dikenal oleh mereka.


Cheesecake adalah dessert yang Lucas buat. Cake berwarna putih dari susu dan keju, diatasnya dihiasi dengan blueberry yang memiliki rasa asam segar sehingga menciptakan perpaduan rasa yang enak di lidah.


"Ini enak sekali."


"Betul. Beruntungnya bisa merasakan makanan yang dibuat oleh chef Lucas langsung"


Berbagai pujian Lucas tuai dari teman-teman ibunya. Ia tersenyum tipis dan mengucapkan terima kasih pada mereka.


Tatapan beralih menatap Elise yang memakan cheesecake buatannya. Elise sangat menikmati dessert itu, terlihat dari wajahnya yang berseri ketika mengunyah potongan cake di garpu miliknya.

__ADS_1


Karena terlalu menikmati, ia sampai tidak sadar ada noda krim di dekat bibirnya yang sibuk mengunyah.


Lucas terkekeh. Tangannya terulur untuk membersihkan noda krim menggunakan jari, spontan tingkahnya itu mengundang perhatian orang-orang yang ada di sana.


"Kamu sangat fokus makan dessert sampai belepotan begini, Elise." Katanya singkat. Diakhiri senyuman tipis.


"Kenapa kamu tidak memberitahukan padaku saja?" Elise berbisik kentara malu karena menerima perlakuan manis di depan teman-teman madam Julia, apalagi tatapan madam Julia juga terasa menusuk padanya.


"Tidak mau. Lebih seru membersihkannya sendiri."


Padahal cuaca di luar agak dingin, tapi Elise malah merasa panas di seluruh wajahnya setelah mendengar ucapan Lucas yang blak-blakan. Dia yakin saat ini wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus.


"Hohoho, pasangan muda ya. Suka sekali menampilkan kemesraan di depan umum"


Ucapan itu membuat Elise semakin malu. Rasanya ia ingin pergi saja dari sana dan menutup dirinya dalam kamar.


Berbeda dengan respon teman-temannya, madam Julia justru terlihat tak senang saat Lucas bertingkah layaknya seorang tunangan dengan Elise.


Ia meletakan garpu, sengaja hingga membuat suara yang menyita perhatian orang-orang di sana. Elise langsung diam, dia tahu madam Julia pasti akan berbicara padanya.


"Elise, tolong kamu ambilkan minumannya lagi di dapur. Kamu mau kan?"


Tapi, tidak ada lagi minuman di dapur. Itu artinya madam Julia ingin dia pergi dari sana sekarang. Sambil menatapnya dengan senyuman palsu, Elise mengangguk menyetujui permintaan dari madam Julia.


Elise pergi tanpa ada yang menahannya, sementara itu, Lucas menatap Elise sendu kemudian berdiri.


"Aku akan membantunya"


.


.


.


.


.


.


.


.


Lucas dan Elise sweet banget, jadi pengen halalkan mereka hmmm♡(ӦvӦ。)

__ADS_1


Btw, meskipun saya memakai latar di kota new York tapi saya tidak menggunakan semua kebiasaan orang-orang new York ataupun Amerika. Kenapa begitu? Sebab saya kurang tahu tentang budaya mereka, jadi harap dimaklumi kalau masih ada ucapan atau kegiatan yang 'melokal' (。•́︿•̀。)


jangan lupa like dan komen nya teman-teman!!(´∩。• ᵕ •。∩`)


__ADS_2