Terjerat Cinta Berantai

Terjerat Cinta Berantai
Persiapan hari esok


__ADS_3

...Sekarang Elise yang melongo. Apa dia tidak salah dengar? Julian secara tidak langsung mengatakan bahwa ia mau menunggu Elise di sana!? Elise lebih percaya teori bumi itu datar daripada perubahan sikap Julian saat ini....


...————...


"Besok adalah hari penting kita. Mari kita tunjukkan usaha terbaik pada para calon investor"


Dengan begitu pekerjaan akhir mereka pun selesai di sana, besok adalah waktu untuk Elise dan teman-teman kerjanya persentasi menunjukkan hasil projects kolaborasi mereka pada calon investor.


Pertama kalinya Elise bekerja bersama tim besar begini, tentu saja menunggu besok membuat Elise merasa tidak sabar dan gugup secara bersamaan. Dia takut melakukan kesalahan, karena itu sebelum pulang ia lagi-lagi mengecek kembali semua hal yang diperlukan besok supaya tak ada kesalahan sedikitpun.


Kalau sudah seperti ini Elise bisa menjadi perfeksionis meskipun pada dasarnya ia agak ceroboh dan kurang teliti.


"Mempersiapkan diri untuk besok?"


Elise berbalik ketika mendengar suara yang familiar di telinganya. Oliver tersenyum tipis padanya, berdiri di belakang Elise yang masih berkutat dengan laptop sendiri.


"Oliver! Ah—iya. Aku takut melakukan kesalahan besok, karena itu lebih baik melakukan antisipasi dulu kan?"


Elise menjawab riang, merasa senang sebab Oliver kembali mengajaknya berbicara seperti dulu. Sebenarnya, sejak ia meminta bantuan pada Elise untuk dekat dengan Nicolas tempo dulu perempuan itu jarang mengajak Elise berbicara, seolah-olah ia menghindarinya dengan sengaja.


Elise yang tak tahu alasannya tentu bingung. Dia tidak melakukan kesalahan terakhir kali, jadi kenapa Oliver memperlakukannya seperti ini? Pada akhirnya Elise tak ambil pusing, dia hanya menunggu sampai Oliver mau membicarakan masalahnya dan mengajaknya berbicara lagi.


"Tidak diragukan lagi dari sekretaris cadangan kita. Kamu sangat teliti ya, Elise."


Sekretaris cadangan. Sebutan Elise dari para karyawan yang mengenalinya, sebutan itu ada karena ia sering menggantikan Fiona sebagai sekretaris.


"Hanya mencegah terjadinya kesalahan. Ini kan pekerjaan yang dikerjakan banyak orang, jika aku melakukan kesalahan besok maka usaha mereka pasti terasa sia-sia"


Sebagai informasi, Elise-lah yang menjadi pemegang file berisi hasil mereka untuk dipersentasikan besok, jadi bisa dibilang beban pikirannya semakin bertambah sekarang.


Oliver tertawa kecil, ia sangat setuju dengan ucapan Elise. Kalau besok dia melakukan kesalahan maka semua orang akan terkena dampaknya.


"Jangan memaksakan dirimu oke? Aku akan kembali ke hotel duluan, sampai jumpa besok."


Ia melambaikan tangannya sebelum pergi. Elise membalasnya dengan senyuman manis, syukurlah Oliver benar-benar kembali menjadi teman yang dia kenal.


"Astaga! Aku lupa meminta maaf pada Oliver."

__ADS_1


Seharusnya tadi Elise sekalian mengatakan maaf karena kejadian pesta ulang tahun, tapi ia malah lupa dengan hal sepenting itu.


'Aku akan melakukannya besok,'


"Masih di kantor jam segini?"


Suara seseorang menginterupsi pikiran Elise yang membuat perempuan itu sedikit terkejut. Dia pikir sudah tak ada orang di sana selain dirinya.


Elise dibuat makin terkejut lagi saat melihat sosok yang berbicara itu, dia adalah Julian—orang yang tak disangka-sangka ada di sana.


"Saya harus mengecek semuanya untuk besok." Ujarnya singkat. Menjawab jujur tanpa repot-repot menatap wajah Julian yang berdiri di sampingnya.


Julian mengucapkan oh singkat. Seperti tak minat namun masih diam memperhatikan—membuat Elise merasa tak nyaman saja.


"Permisi? Mengapa anda belum pulang ke hotel?"


Elise bertanya. Sebenarnya ia memberikan kode terselubung yang menyuruh Julian untuk pergi, soalnya dia masih lama ada di sana jadi kalau Julian tidak buru-buru pergi maka itu akan sangat menganggu dirinya.


"Sekarang kau mengusirku?"


Julian melongo. Menatap Elise dengan tatapan tak percaya. Bisa-bisanya perempuan ini terang-terangan mengusir bos di perusahaan tempatnya bekerja, apa dia mau di pecat!? Jika itu Julian yang dulu mungkin Elise akan dipecat saat ini juga.


Tapi Julian yang berdiri di samping Elise ini berbeda. Anehnya dia tidak memiliki keinginan untuk memecat Elise atas tindakan kurang ajarnya itu, ia malah berdeham kemudian duduk di kursi lain dekat sang perempuan.


"Sayangnya aku tidak mau pergi sekarang. Aku akan pergi kalau kamu juga pergi,"


Sekarang Elise yang melongo. Apa dia tidak salah dengar? Julian secara tidak langsung mengatakan bahwa ia mau menunggu Elise di sana!? Elise lebih percaya teori bumi itu datar daripada perubahan sikap Julian saat ini.


Dia meragukan keaslian sosok Julian di sebelahnya.


"Apa harus kau menatapku seperti melihat hantu?"


Ujarnya singkat lantaran Elise menatapnya dengan tatapan terkejut dan tak percaya secara bersamaan, apa sebegitu mengejutkannya ucapan ku tadi? Julian memikirkannya.


"Tolong jangan begini. Jadilah sosok Julian Eldegar yang biasanya, anda bisa pulang lebih dulu lalu menelpon romantis dengan Ms Fiona"


Memikirkan tentang kejadian beberapa hari lalu membuatnya menjawab demikian. Dari ucapannya Elise terlihat seperti orang yang cemburu dan Julian pun malah berpikir begitu.

__ADS_1


'Apa-apaan? Elise Anderson cemburu pada Fiona?'


Julian membatin. Rasanya ada sesuatu yang menggelitik hatinya saat melihat ekspresi datar Elise, perasaan lain yang ia rasakan, bahkan jantungnya berdetak lebih cepat sekarang.


"Aku pasti menelpon romantis dengan Fiona nanti. Sekarang aku akan membantumu dulu, sini biar aku saja yang mengeceknya"


Julian secara tiba-tiba mengambil laptop Elise lalu meletakkan tepat di mejanya dan mulai mengecek.


"Apa yang anda lakukan!? Kembalikan! Saya bisa melakukannya sendiri!"


Elise secara tak sadar membentaknya. Perlakuan Julian ini begitu asing, meskipun bukan hal yang buruk tapi Elise merasa tak nyaman.


Lagipula, mengapa dia tiba-tiba baik begini? Perubahan yang tiba-tiba malah terasa mencurigakan.


"Aku akan membantumu. Kita kerjakan sama-sama supaya ini bisa cepat selesai. Jadi, bagian mana yang sudah kamu cek? Kita tak mau ada kesalahan untuk besok kan?"


Celetuknya, tak menghiraukan wajah Elise yang kesal meskipun apa yang Julian katakan itu benar adanya. Pekerjaannya akan cepat selesai kalau dilakukan bersama.


Untuk kali ini saja Elise mengalah. Dia menunjukkan bagian yang sudah dia cek pada Julian, kemudian lelaki itu pun mulai mengerjakan bagiannya.


Elise dan Julian menyelesaikannya bersama-sama. Dalam waktu tiga jam kerja sama mereka, tak hanya diri yang bersama namun mereka juga merasakan hal lain dari masing-masing.


Lagi-lagi Elise dibuat kagum dengan kemampuan Julian. Disela-sela pekerjaan mereka Julian menanyakan hal-hal tentang masalah pekerjaan dan lainnya pada Elise—perempuan itu menjawab sesuai dengan apa yang dia tahu dan sepertinya Julian puas dengan jawaban-jawaban darinya.


Meskipun sikap dan ucapannya perlu diperbaiki tapi ternyata wawasan Julian cukup luas.


Tiga jam yang mereka lewati bersama secara ajaib membuat mereka lebih dekat satu sama lain, mungkin setelah ini ketidaksukaan Elise pada Julian bisa berkurang.


Meskipun itu tak berpengaruh pada tujuannya yang ingin membatalkan pertunangan mereka.


Selamat siang semuanya!!(◕ᴗ◕✿)


Saya up siang hehe, semoga kalian semua dalam keadaan baik dan sehat ya juga jangan lupa bahagia(灬º‿º灬)♡


Jangan lupa juga tinggalkan jejak berupa like dan komen♡(ӦvӦ。)


Terima kasih sudah mampir dan baca✧◝(⁰▿⁰)◜✧

__ADS_1


__ADS_2