Terjerat Cinta Berantai

Terjerat Cinta Berantai
Tumpukan masalah.


__ADS_3

...Untuk meredakan emosinya biasanya madam Julia melakukan sesuatu. Salah satunya adalah memanjakan 'menantu' kesayangannya dengan pergi berlibur dan berbelanja apapun yang Fiona mau—baginya itu adalah cara yang tepat untuk meredakan emosi....


...————...


Setelah kejadian itu Elise menjalani harinya seperti biasa. Pernah sekali ia bertanya pada Lucas, apa yang terjadi dengan madam Julia? Namun jawaban dari Lucas hanyalah senyuman kecil dan ucapan "Beliau tidak apa-apa." Menerima jawaban seperti itu membuat Elise tidak enak hati.


'Sepertinya kak Lucas tidak mau mengatakan apa yang sebenarnya terjadi waktu itu'


Tidak mungkin madam Julia baik-baik saja setelah meluapkan emosinya, mungkin hubungan ibu dan anak itu menjadi renggang karena pertikaian antara Elise dan madam Julia.


Selain bertanya pada Lucas, Elise juga menanyakan sesuatu pada Noise waktu mereka mengobrol di balkon seperti biasa. Elise bertanya tentang keputusan Noise selanjutnya—apakah ia akan menjadi violinis dan bergelut di bidang musik atau menuruti apa yang madam Julia mau? Dan jawaban Noise adalah yang pertama.


"Ibu mungkin tidak setuju dengan impianku ini, tapi Ayah mendukungku setelah aku memberanikan diri mengatakan keinginan ku padanya. Ayah bilang, jika mau aku bisa pindah universitas lain dan berfokus pada bidang musik tapi aku masih mempertimbangkan hal itu"


Rupanya ayah Noise memiliki pemikiran yang terbuka, berbeda dengan madam Julia yang terkesan menuntut.


Mendengar kata 'Ayah' membuat Elise berpikir tentang masalah lain yang dia miliki. Ayahnya, Gio, ia masih belum menghubungi Elise sekalipun.


Tak peduli seberapa sering ia mengirimkan pesan dan telfon, atau transfer uang ke dalam rekeningnya tapi Gio tidak membalas satupun pesan darinya. Elise ingin memastikan keadaan sang ayah dan pergi ke Boston, tapi dia terlalu sibuk di perusahaan saat ini sampai tak bisa meluangkan waktunya untuk pulang sejenak.


"Haaa—hidup itu sulit ya."


Elise mengeluh. Saat ini dia sedang bersandar di kursi ruang kerjanya setelah menyelesaikan setengah dari pekerjaan yang dia miliki. Nicolas pergi meeting bersama Julian,  sedangkan Fiona entah ada di mana saat ini sebab sejak tadi pagi dia tidak melihat perempuan itu dimana pun.


'Mungkin dia sedang jalan-jalan santai bersama madam Julia dan dimanjakan'


Untuk meredakan emosinya biasanya madam Julia melakukan sesuatu. Salah satunya adalah memanjakan 'menantu' kesayangannya dengan pergi berlibur dan berbelanja apapun yang Fiona mau—baginya itu adalah cara yang tepat untuk meredakan emosi.


Elise pasti sudah membuatnya sangat marah karena menyinggung madam Julia. Setiap mereka berpas-pasan di rumah, madam Julia selalu bersiap seolah-olah ia tidak melihat Elise dan pergi begitu saja.


Awalnya Elise merasa tidak nyaman, tapi lama-kelamaan ia menyesuaikan dirinya dan bersikap seperti yang madam Julia mau. Lucas dan Noise masih memperlakukan Elise seperti biasa, hanya madam Julia saja yang seperti itu.


Saat Elise masih memikirkan masalahnya di rumah keluarga Eldegar, gawai yang ia miliki bergetar—pertanda panggilan masuk.


Nomor sahabat karibnya terpampang di layar gawai. Sudah lama dia tak menerima telfon darinya, jadi saat menjawab telfon itu Elise merasa senang.


"Hana! Kenapa kamu baru menghubungiku sekarang?"


Suara Elise begitu riang seolah-olah pikirannya yang kusut hilang begitu saja setelah mendengar suara sahabatnya.


"Maafkan aku. Sangat sulit meluangkan waktu saat syuting, kau tahu kan aku mengambil film baru lagi sekarang" Hana menjelaskan sedikit situasinya.

__ADS_1


Hana Wood, sahabatnya itu adalah seorang aktor film yang sedang naik daun. Kesibukannya dengan dunia film membuat ia sulit berhubungan dengan Elise, karena itu ia baru bisa mengabarinya sekarang.


Elise memakluminya. Lagipula, dia juga sibuk dengan pekerjaannya jadi mereka sama-sama tenggelam dalam kehidupan masing-masing.


"Congrats untuk film mu itu. Akan ku pastikan untuk menontonnya nanti,"


Hana tertawa di ujung sana, dia merasa tersanjung karena sahabatnya mau meluangkan waktu untuk menonton film yang ia perankan.


"Aku hanya peran antagonis kau tahu, tidak akan banyak pujian yang aku terima."


"Tidak masalah. Kalau begitu aku yang akan memberikan pujian padamu karena sudah menganiaya protagonis dengan baik,"


Pfttt!!


Mereka tergelak bersama. Beginilah mereka saat bertukar sapa, selalu ada candaan dan tawa di setiap percakapannya. Di ujung sana Hana berusaha berhenti tertawa, dia harus mengatakan urusannya dengan Elise sebelum waktu istirahatnya habis.


"Ada yang ingin aku katakan tentang ayahmu"


Suasananya entah kenapa berbalik begitu cepat. Elise langsung tersentak sebab Hana menyinggung tentang ayahnya.


"Ada apa dengan ayah?"


Ucapannya penuh dengan kekhawatiran. Sebelum pikiran Elise over thinking Hana segera melanjutkan ucapannya.


Ada perasaan lega dalam hatinya ketika tahu kondisi sang ayah baik-baik saja. Elise pikir Gio mengalami kesulitan setelah perusahaan yang dia bangun bangkrut, tapi dia bersyukur ayahnya bisa mengatasi itu dengan baik.


"Ayah tidak pernah memakai uang yang aku berikan padanya, aku pikir dia sudah membuang ku setelah memutuskan pertunangan dengan Julian"


Hanya Gio keluarga yang Elise miliki. Meskipun dia tidak memiliki sifat yang lembut tapi Elise tahu sang ayah menyayanginya, jika Gio berpaling dan menjauh darinya—itu akan membuatnya sakit hati.


"Ngomong-ngomong, bagaimana kondisimu di sana? Bagaimana perkembangan misi 'menghancurkan perusahaan Eldi group' dari dalam seperti yang kamu katakan waktu itu?" Ujar Hana. Dia sengaja menekankan kata "menghancurkan" dengan suara yang dibuat-buat.


Ucapan Hana berhasil menyentil hati Elise. Bisa-bisanya dulu dia berkoar-koar akan menghancurkan perusahaan Eldi group dari dalam dengan mudahnya, dia tak memikirkan akibatnya jika beneran melakukan itu.


"Menghancurkan perusahaan Eldi Group dari dalam, ya? Itu memang tujuanku"


Elise menjeda ucapannya sejenak. Untung saja tidak ada siapapun di ruangannya, jika saja ada orang lain yang mendengar ucapan Elise mungkin ia akan dalam masalah.


"Bercanda. Aku hanya menggertak supaya ayah tidak melakukan pertunangan waktu itu, tapi ternyata dia masih melakukannya"


Hana lagi-lagi tertawa. Sudah dia duga dari Elise—sifatnya itu tak mungkin membuatnya tega menghancurkan perusahaan yang menaungi banyak orang di dalamnya, ia pasti tidak melakukan itu karena mengkhawatirkan nasib para karyawan tak bersalah yang akan kehilangan pekerjaan jika ia benar-benar mengacaukan perusahaan.

__ADS_1


Meski hanya cabang, tapi perusahaan yang Julian kelola ini memiliki banyak karyawan.


"Aku sudah menduganya. Kekhawatiran ku terasa sia-sia, padahal dengan kepintaran yang kamu miliki bisa saja kamu meraup untung dari sana kan?"


"Iya, lalu aku akan masuk ke penjara karena memanipulasi akuntan perusahaan besar"


Hana kembali tertawa. Rasa penat karena pekerjaannya seolah hilang hanya dengan mengobrol dengan Elise. Sahabatnya itu selalu bisa menghiburnya, dia bersyukur miliki Elise.


"Hahaha, kau benar. Jangan melakukan itu, aku memang tidak keberatan memiliki teman seorang tahanan tapi memikirkan kamu yang dalam kesulitan begitu membuatku sakit" Ia menjeda ucapannya sejenak "Hei Lise"


"Iya?"


"Kamu baik-baik saja kan di sana?"


Elise bungkam. Matanya menatap ke depan, memperhatikan jam dinding yang menunjukkan jam istirahat akan habis dalam waktu tiga menit lagi. Karena itu Elise menjawab cepat pertanyaan dari Hana, dengan senyuman tipis yang tak dapat Hana lihat dari sana.


"Ya, aku baik-baik saja."


.


.


.


.


.


Siapa di sini yang kalau di tanya keadaan selalu jawab baik-baik aja padahal banyak masalah kayak Elise?


Saya, saya, saya, saya〈(•ˇ‿ˇ•)-


Padahal Hana siap mendengarkan kalau Elise curhat, tapi dia enggak mau membebani sahabatnya yang sibuk dengan masalah yang dia punya. Hadeh—


Enggak banyak lho teman yang mau dengerin curhatan tanpa menghakimi, biasanya orang-orang yg enggan buat curhat tuh karena mereka selalu di hakimi atau malah adu nasib padahal yang mereka butuhkan hanya pendengar aja:(


Selalu bahagia ya teman-teman.


Jangan lupa tinggalkan jejak berupa Like dan komen, karena itu bisa membuat saya semangat untuk membuat cerita ini menjadi lebih baik lagi( ◜‿◝ )♡


Terima kasih sudah mampir dan baca!

__ADS_1


Jadwal saya up malam ya.


__ADS_2