Terjerat Pacaran Kontrak

Terjerat Pacaran Kontrak
Episode 14 : Bertemu Tiga Berandalan


__ADS_3

Happy Reading 🌿


______________________________________________


Hari sabtu, adalah hari dimana menurut Suncha hari terbaik dalam hidupnya. Dia mulai berjalan ke dalam ruang kelasnya dengan seragam lengkap yang ia kenakan. Wajahnya tampak tersenyum seri, menatap senang pada sekotak susu di tangannya.


Setelah tiba di ruang kelas, Suncha melepas tas di punggungnya lalu menaruhnya pada sebuah kursi. Lekas ia pun kembali berjalan, kini tujuannya adalah ruang kelas 11-6, kelas Seohoon.


"Semoga kau meminumnya," ucap Suncha pada dirinya sendiri. Dia meletakkan sekotak susu itu pada meja Seohoon, dan berlari pergi dari ruangan itu sebelum makin banyak orang yang datang.


Waktu telah berlalu, saat bel masuk berbunyi, di sanalah Seohoon tepat masuk ke dalam ruang kelas. Beberapa anak memandangnya dengan tatapan yang tak seperti biasanya. Setelah duduk, Seohoon baru tau alasan mengapa banyak anak memandangnya dengan aneh.


"Suncha? Dia memberiku minuman ini? Sungguh lucu!" ucapnya dalam hati seraya menahan tawa kecilnya.


Setelah berakhirnya waktu pelajaran, semua anak lantas buyar menuju kantin. Terkecuali dengan Suncha, dirinya justru berniat ingin memantau si pacar kontraknya itu.


"Semoga saja Seohoon meminum susunya."


Suncha berjalan ke arah letak ruang kelas 11-6, tatapan sinis dari para manusia itu seketika tertuju padanya. Siapa sih yang tidak kenal dengan hubungan Suncha dan Seohoon, yang bahkan sudah meletup luas di sekolahnya.


Yah, karena hari itu Bora berhalangan hadir di sekolah, membuat Suncha harus beristirahat dan menghabiskan waktu selama seharian tanpa seorang teman.


Jika harus mengajak Jiyeon, mungkin tidak akan cocok. Gadis jutek sepertinya pun sudah sulit diajak bicara, mau tidak mau pasti Suncha yang harus membuka obrolan terlebih dahulu.


Brugh!!


Suncha terjatuh, ketika seseorang tengah berlari di tangga dan menabraknya. Mungkin tidak hanya Suncha, namun orang itu juga ikut terjatuh. Menciptakan bunyi yang cukup keras, seketika memikat perhatian para murid lainnya.


"Maaf, aku tidak melihatmu," ucap seseorang dengan tangan yang di ulurkan pada Suncha. Meskipun ragu, namun Suncha akhirnya berdiri dengan dibantu oleh anak lelaki tersebut.


"Kau?" Suncha terkejut, setelah melihat wajah anak lelaki yang kini di hadapannya. Entah karena kesialan nya atau apa, gadis itu tak sengaja bertemu dengan si berandalan sekolah yang dikawal dua teman dekatnya, Minha Jung dan Hayoon Gu.


"Kenapa aku harus bertemu dengannya di saat yang tidak tepat seperti ini? Padahal kan aku ingin memantau Seohoon," keluh Suncha dalam hati.


Gadis itu tak berani menatap Mireu yang tampangnya persis seperti preman. Bahkan sama sekali tidak pantas jika disebut sebagai anak sekolah.


"Apa kau terkejut?" tanya Mireu seraya tersenyum sinis, membuat tangan Suncha takut dan ber gemetar.

__ADS_1


"Jangan, aku tidak ingin mati sekarang!" Suncha terus melontarkan kata-kata yang tidak masuk akal dalam benaknya, hanya karena bertemu dengan anak berandalan itu.


"Ayolah, aku tidak akan menyakitimu. Bisakah kau santai sedikit?" Mireu meletakkan tangannya tepat di atas kepala Suncha, mengusuk lembut pada rambutnya dan seketika membuat heboh seluruh anak yang berada di tempat itu.


"Ma-- Maaf, aku sibuk!" Suncha berjalan pergi meninggalkannya, namun langsung dihentikan oleh Minha.


"Mireu sedang berbicara denganmu, bisakah kau mendengarkannya dulu?" kata Minha, menunjukkan wajah sadis pada gadis itu.


"Ayo pergi ke pasar hiburan nanti malam, aku sudah membeli dua tiket masuk pasarnya." Mireu menunjukkan sebuah tiket di tangannya itu, dia hendak memberikannya pada Suncha, namun ditolak mentah-mentah.


"Aku tidak bisa," balasnya tersenyum tipis.


Bukannya menolak, ia sebenarnya hanya merasa takut dengan Mireu yang mungkin akan mencelakai nya kapan saja.


Ditengah-tengah berdebatan mereka, Dohyun tiba-tiba datang dan langsung melerai keduanya. Membuat semua orang semakin heboh sekaligus panik.


"Biarkan Suncha pergi, jangan menyakitinya!" lontar Dohyun dengan tegas, sukses membuat Mireu berpaling dari Suncha dan mulai menatapnya.


"Siapa kau? Memangnya kau itu superhero?" sahut Mireu dengan gelak tawa yang menyertainya, lebih mirip seperti orang gila pada umumnya.


"Ayo, kita pergi saja." Dohyun menarik lengan Suncha, membuatnya terseret semakin menjauh dari tiga berandalan itu.


Tanpa disadari, kejadian yang sejak awal terjadi antara Suncha dengan Mireu itu dilihat oleh kedua mata Seohoon. Diam-diam ia menatapnya dari balik tembok menuju tangga.


"Apa dia hanya bermain-main?" gumamnya seraya tersenyum tipis.


***


Dohyun membawa Suncha hingga tiba di taman sekolah. Tampaknya kedua orang itu merasa canggung, setelah Dohyun menggenggam tangan Suncha tanpa sadar.


"Maaf tidak meminta izin padamu terlebih dahulu," ucap Dohyun sembari menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.


"Ti-- Tidak masalah! Aku yang berterima kasih karena kau sudah membawaku pergi dari tiga berandalan itu," balas Suncha gugup. Wajahnya berubah menjadi merah seperti apel.


"Pipinya memerah?" Dohyun bergumam.


Meskipun pernah menjadi sepasang kekasih, namun mereka merasa tidak ada hubungan apa-apa sebelumnya. Kejadian singkat yang tidak terlalu jelas itu masih menjadi pertanyaan di benak Suncha, menjadikannya penasaran dan tanpa sadar menanyakannya pada Dohyun.

__ADS_1


"Oh ya, kenapa kau dulu meninggalkan ku begitu saja?"


Sontak Dohyun hanya terdiam kaget, dia bingung harus menjawab apa.


"Aku ada urusan di organisasi, jadi aku harus pergi sekarang ...," tuturnya pelan, seketika pergi meninggalkan Suncha yang masih penasaran karena belum mendapat jawaban darinya.


"Hai! Tunggu!" teriak Suncha berusaha menghentikan langkah kaki Dohyun, namun tidak berhasil karena suaranya itu tak sampai terdengar.


"Haish, apa dia ingin menghindar dari ku?" ucapnya kesal seraya menghela nafas dengan kasar.


Drrttt ...


Ponselnya tiba-tiba berdering, membuat Suncha beralih fokus menatap layar ponsel.


"Halo, ada apa?" tanya Suncha sekaligus membuka pembicaraan.


"Kau dipanggil oleh pak Choi di gudang lama. Dia ingin menanyakan sesuatu padamu," ujar Jiyeon memberi tahu, seseorang yang sedang berbicara dibalik telepon dengan Suncha.


"Kenapa di gudang lama?" tanya Suncha merasa heran dan seperti ada yang tidak beres.


"Aku juga tidak tau. Tapi sebaiknya kau segera ke sana, karena pak Choi terlihat kesal sekali."


"Baiklah."


Suncha langsung mematikan panggilan tersebut, dia menyimpan ponselnya dalam saku dan segera berlari menuju tempat yang telah diberitahu oleh Jiyeon barusan.


Namun saat tengah berlari menuju gudang lama, dirinya tak sengaja bertabrakan dengan seseorang lantaran orang tersebut berlari dari arah yang berlawanan dengan cepat. Tentu membuat dirinya terjatuh ke lantai.


"Maaf, aku tidak sengaja!" ucapnya seraya membantu Suncha berdiri.


"Tidak apa-apa. Aku juga minta maaf," balas Suncha dengan membersihkan seragamnya yang tampak kotor karena terjatuh.


"Oh, okey."


Seusai berurusan dengan gadis tadi, Suncha pun akhirnya tiba di depan sebuah pintu gudang lama. Dia menoleh ke sana kemari mencari keberadaan si kepala sekolah.


𝙱𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚋𝚞𝚗𝚐....

__ADS_1


𝚃𝚎𝚛𝚒𝚖𝚊 𝚔𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚌𝚊 𝚜𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚊𝚔𝚑𝚒𝚛, 𝚓𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊 𝚕𝚒𝚔𝚎, 𝚐𝚒𝚏𝚝, 𝚔𝚘𝚖𝚎𝚗, 𝚟𝚘𝚝𝚎 𝚍𝚊𝚗 𝚏𝚊𝚟𝚘𝚛𝚒𝚝! 𝚂𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚓𝚞𝚖𝚙𝚊 𝚍𝚒 𝚎𝚙𝚒𝚜𝚘𝚍𝚎 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚗𝚢𝚊!!!𝙹𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚗𝚢𝚊 𝚢𝚊🍀


__ADS_2