Terjerat Pacaran Kontrak

Terjerat Pacaran Kontrak
Episode 37 : Belajar H-2


__ADS_3

Happy Reading 🌿


____________________________________________


Ruangan yang cukup berantakan, membuat Seohoon terpaksa harus membereskannya terlebih dahulu. Bahkan waktu luangnya untuk dia beristirahat justru malah digunakan untuk membereskan kamar kosong.


Setelah usai membereskan kamar tersebut, Seohoon berjalan menuju dapur untuk menyiapkan beberapa cemilan serta minuman dingin yang dia ambil dari dalam kulkas.


"Ini," ucap Seohoon seraya meletakkan cemilan serta minuman itu di atas meja ruang tengah.


"Aku tidak bisa minum dingin untuk sementara waktu, jadi ... ambilkan aku minuman hangat saja," pinta wanita itu.


Dengan rasa terpaksa, Seohoon kembali menuju dapurnya. Menuangkan air hangat dari dalam termos.


"Kenapa Kakak kemari? Bahkan tidak memberi kabar," ujarnya dengan kesal.


Wanita yang kini tengah duduk bersebelahan dengan Seohoon adalah kakak perempuannya, Chaeri Lee. Ia sudah lama tinggal di Amerika untuk membantu pekerjaan bisnis orang tuanya yang sudah berkembang pesat.


"Jika aku memberitahu padamu, pasti kau menolak untuk aku datang kemari," balas Chaeri.


"Kamarmu sudah ku bereskan, nanti kau tidur saja di sana," ucap Seohoon memberitahu, lalu dirinya pergi ke kamar untuk beristirahat.


Chaeri yang duduk seorang diri di kursi ruang tengah itu hanya bisa bengong. Tidak tau harus melakukan apa, dirinya lantas iseng membuat makanan untuk disantap besok pagi bersama sang adik.


Chaeri mengeluarkan beberapa bahan makanan dari dalam kulkas, menyiapkan bumbu untuk dicampur ke dalam makanan yang akan ia buat nantinya.


Namun makanan yang dibuatnya akan berbeda dari makanan Korea, sudah lama tinggal di Amerika, tentu ia sudah ahli dalam memasak makanan ala Amerika.


"Pasti Seohoon senang saat besok memakannya," ucapnya pada diri sendiri.


Karena tidak terlalu fokus, Chaeri pun melukai tangannya sendiri dengan sebuah pisau. Reflek wanita itu menjatuhkan pisaunya, menciptakan bunyi nyaring akibat pisau yang baru saja terjatuh.


Crank!!!


Seohoon yang hampir saja terlelap pun dibuat kaget dengan bunyi tadi, membuat dirinya bangkit dari ranjang dan berlari menuju sumber suara.


Begitu sampai di dapur, Seohoon terkejut melihat Chaeri tengah menahan darah yang keluar dari tangannya.


"Apa yang terjadi?" tanya Seohoon panik.


"Bukan masalah besar, ini hanya luka karena pisau," sahutnya cengengesan.


"Tidak perlu memasak, ini sudah malam. Kakak juga harus istirahat karena lelah berada di pesawat, bukan?"


"Ah, baiklah."


***

__ADS_1


Burung-burung berkicau mengelilingi halaman gedung apartemen, beberapa kendaraan sudah ramai memenuhi jalanan kota. Bahkan toko-toko di seberang jalan pun mulai buka untuk para pelanggan.


Suncha terbangun setelah mendengar seseorang mengetuk pintu rumahnya. Dengan langkah pelan, ia membukakan pintu tersebut.


"Dohyun? Kenapa?" tanya Suncha heran, melihat lelaki itu sudah rapih dengan seragamnya.


"Ini sudah jam 06.44. Apa kau kesiangan?"


Sontak gadis itu seketika membuka matanya lebar-lebar, tak menghiraukan Dohyun yang masih berdiri di depan pintu rumah apartemennya.


Dia berlari menuju kamar mandi, mengusap tubuhnya dengan sabun dan langsung membilas nya dengan air shower.


Hanya dalam waktu lima belas menit, Suncha akhirnya telah siap dengan seragam serta tas punggung miliknya.


Namun sesuatu yang tak disukai muncul di hadapannya, ketika hendak keluar dari rumah apartemen. Yah, Dohyun masih berdiri di sana, menunggunya sampai ia selesai siap-siap.


"Ayo, berangkat?" ajak Dohyun, menarik lengan Suncha dengan cepat.


"Lepaskan, aku tidak suka digandeng," cakap nya sedikit jengkel, lalu melepas tangan dari genggaman lelaki itu.


Selama diperjalanan menuju sekolah, mereka hanya saling terdiam, hingga suasana canggung menyelimuti keduanya.


Bahkan Suncha sendiri berjalan dengan langkah kaki cepat, berharap Dohyun akan tertinggal jauh di belakang.


Sepuluh menit telah berlalu, dan mereka akhirnya tiba di halaman gedung sekolah yang telah ramai oleh para murid.


"Semangat!" lontar Dohyun dengan tangan yang di lambaikan ke arah Suncha, namun tampaknya gadis itu tak menoleh, terus berjalan tanpa memperdulikan Dohyun.


"Huh ... sebenarnya apa yang dikatakan Seohoon padanya tentangku? Aku yakin sekali kalau dia membicarakan hal yang tidak-tidak tentangku dibelakang," gumamnya berpikir dalam hati.


Waktu yang telah menunjukkan pukul 10.00 tepat membawa para murid berlarian menuju kantin sekolah. Saling berebut makanan yang hanya tersisa sedikit.


"Suncha!" teriak Seohoon dari arah yang cukup jauh, membuat gadis itu menoleh dan berjalan menghampirinya.


"Kita makan berdua?" ajak Suncha bersemangat, tanpa mereka sadari ternyata Dohyun tengah memperhatikan keduanya.


Suncha dan Seohoon akhirnya berjalan menuju taman sekolah, memakan makanan mereka masing-masing dengan lahap.


"Oh ya, aku heran ... sudah sejak beberapa hari lalu, Boeun dan Hana tidak pernah hadir. Bahkan para guru mempertanyakan keberadaan mereka," tutur Suncha pelan seraya menatap wajah Seohoon dari dekat.


"Suncha? Apa dia belum tau?" pikirnya.


"Kenapa bengong?" tanya Suncha heran lantaran lelaki di sebelahnya hanya terdiam bengong sejak tadi.


"Apa aku harus memberitahumu?"


Suncha diam, berusaha mencerna tiap kalimat yang baru saja terlontar dari mulut Seohoon.

__ADS_1


"Ah, tidak. Sepertinya aku salah bicara."


Begitu bel masuk berbunyi, sepasang kekasih itu pun pergi dari taman sekolah untuk memulai belajar persiapan ujian beberapa minggu yang akan datang.


Seohoon mengajak Suncha untuk belajar di ruang kelas 12-3 yang kosong dari para penghuni.


Sementara itu, di ruang kelas lain sedang ribut membahas pelajaran bersama para mentoring mereka.


Ada beberapa diantaranya yang memilih untuk bolos belajar bersama mentor, dengan alasan kakak mentor yang menjengkelkan.


Jiyeon yang menyadari bahwa Suncha tidak ada di dalam ruangan tersebut lantas menanyakannya pada anak lain, tentu teman satu kelasnya.


"Apa kau melihat Suncha?"


"Tidak," balas si anak lelaki itu sembari menaikkan pundaknya.


Meskipun sudah berusaha menanyakannya pada beberapa teman yang lain, namun di antara mereka tidak ada satupun yang mengetahui keberadaan Suncha.


Hingga tak sengaja Dohyun masuk ke dalam ruang kelas dimana Jiyeon bersama teman yang lain belajar. Karena Jiyeon yakin kalau lelaki itu tau mengenai keberadaan Suncha, ia lantas menghampirinya.


"Permisi, Kak Dohyun," sapanya setelah berhadapan langsung dengan Dohyun.


"Ah, ada apa?"


"Apa Kakak tau dimana Suncha? Karena yang aku tau ... Kak Dohyun cukup dekat dengannya?" tanya Jiyeon, membuat lelaki di hadapannya menunjukkan raut wajah sedih.


"Ah, apa aku menyinggung perasaan Kakak?"


"Ti-- tidak, aku baik-baik saja. Ngomong-ngomong ... aku tidak melihat Suncha sejak tadi pagi," jawab Dohyun seadanya.


"Baiklah kalau begitu, terima kasih." Jiyeon berjalan kembali menuju tempat duduknya, dan melanjutkan membahas pelajaran bersama sang mentor.


Tetapi Dohyun justru malah pergi, tujuannya sekarang adalah mencari keberadaan Suncha.


Namun, sudah beberapa kali ia mencoba untuk menghubungi gadis itu, hasilnya tetaplah nihil karena tidak ada jawaban.


Hingga dirinya tak sengaja berhenti di depan ruang kelas 12-3, lalu mendapati dua orang tengah bermesraan tangan.


Dua orang yang bermesraan tak lain adalah Suncha bersama Seohoon, mereka sempat berpegangan tangan lantaran Suncha sedih dengan keadaan ayahnya sekarang, lalu Seohoon menenangkan gadis itu dengan mengenggam tangannya.


"Mereka bukannya belajar, malah bermesraan? Aku akan melaporkannya! Ini semua sungguh tidak adil," kesal Dohyun dalam hati.


Ia kemudian berjalan pergi meninggalkan tempat tersebut, langkah kakinya terseret menuju sebuah ruangan yang ramai oleh para guru, sibuk dengan laptop masing-masing.


𝙱𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚋𝚞𝚗𝚐....


𝚃𝚎𝚛𝚒𝚖𝚊 𝚔𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚌𝚊 𝚜𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚊𝚔𝚑𝚒𝚛, 𝚓𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊 𝚕𝚒𝚔𝚎, 𝚐𝚒𝚏𝚝, 𝚔𝚘𝚖𝚎𝚗, 𝚟𝚘𝚝𝚎 𝚍𝚊𝚗 𝚏𝚊𝚟𝚘𝚛𝚒𝚝! 𝚂𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚓𝚞𝚖𝚙𝚊 𝚍𝚒 𝚎𝚙𝚒𝚜𝚘𝚍𝚎 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚗𝚢𝚊!!!𝙹𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚗𝚢𝚊 𝚢𝚊🍀

__ADS_1


__ADS_2