Terjerat Pacaran Kontrak

Terjerat Pacaran Kontrak
Episode 15 : Dijebak


__ADS_3

Happy Reading 🌿


_____________________________________________


Karena cukup lama Suncha menunggu si pak kepala sekolah tak kunjung datang, dengan rasa ragu ia lantas melangkah masuk ke dalam gudang lama itu.


Namun tiba-tiba ...


Brugh!!


Seseorang mendorongnya dari belakang, membuat Suncha terjatuh keras ke lantai dan menyenggol sebuah rak lemari kosong.


"Auh, kenapa? Apa yang terjadi barusan?" ucap Suncha seraya menoleh ke arah belakang, dilihatnya pintu gudang yang telah tertutup dengan rapat.


"Tertutup???" herannya. Suncha berdiri dan berjalan ke arah pintu tersebut, berusaha membukanya namun tak berhasil karena pintu itu terkunci dari depan.


"Apa ada hantu?"


Suncha perlahan mundur, menjauh dari arah pintu. Ketika ingin meminta bantuan melalui ponselnya, dia baru sadar bahwa ponselnya itu sudah tidak berada di dalam saku.


Berpikir bahwa terjatuh tadi, ia pun mencarinya ke setiap sudut ruangan di dalam gudang.


"Kenapa tidak ada juga?"


Tak lama berselang, suara langkah kaki dari balik pintu belakang itu terdengar, semakin mendekat, mendekat dan mendekat hingga akhirnya seseorang itu tiba di hadapan Suncha.


"Sojun?" heran Suncha seraya membuka matanya lebar-lebar. Tak percaya bahwa ada teman satu kelasnya yang juga berada di sana.


"Kau juga terkunci di sini?" tanya Suncha sedikit merasa tenang, karena dia tidak hanya sendirian.


"Kau polos sekali, ya ...," papar Sojun dengan langkah kecil yang semakin mendekat ke arahnya.


Srak!!!


Sojun memojokkan Suncha hingga ke sudut tembok, membuatnya diam tak dapat berkutik. Lelaki itu memegang erat tangan Suncha, mengarahkannya ke atas dan ...


Brak!!!


Pintu gudang tiba-tiba terbuka, membuat keduanya terkejut secara bersamaan.


"Mengganggu saja," kesal Sojun. Dia kemudian berjalan ke arah terbukanya pintu tersebut.


"Seohoon?!!!" Suncha terkejut, ketika melihat sosok Seohoon yang ternyata berada di sana tengah menyaksikan aksinya dengan Sojun barusan.


Suncha langsung berlari ke arah Seohoon, menggenggam tangan lelaki itu dan membawanya jauh-jauh dari area gudang lama.


"Seohoon, aku dijebak!" lontar nya merasa takut. Tidak menunjukkan ekspresi apa-apa pada wajahnya, Seohoon langsung pergi dan meninggalkan Suncha yang masih berdiri mematung di sana.


"Seohoon! Tunggu, ini salah paham!"

__ADS_1


Sementara itu, Seohoon malah kembali ke tempat gudang lama. Kini terlihat bahwa Sojun tengah berbincang dengan dua sejoli nya, yang tak lain adalah Boeun serta Hana.


"Baguslah, apa kita berhasil?" cakap Hana kegirangan. Diantara mereka tidak ada yang sadar bahwa Seohoon tengah memperhatikannya.


Flasback on


"Hai, aku punya rencana." Boeun menatap senang pada dua teman di depannya.


"Katakan saja, jangan berbelit-belit," lontar Sojun sedikit sebal.


"Baiklah-baiklah, jadi begini ... kita akan mengurung Suncha di gudang lama. Tapi, Sojun juga harus ada di sana. Kita akan membuat senior salah paham saat kau akan mencium bibir gadis jelek itu!" terang Boeun. Lalu di angguki paham oleh kedua temannya.


"Aku sih setuju saja. Tapi bagaiamana caranya membawa Suncha ke gudang lama tanpa ketahuan?" tanya Hana.


"Kita pakai Jiyeon, pura-pura saja kalau pak Choi ingin berbicara dengan Suncha berdua saja di gudang itu. Bagaimana? Bagus, kan ide ku?"


"Baiklah, sepertinya akan berhasil," ucap Hana setuju. Namun Sojun malah tersenyum sendiri layaknya orang tidak normal.


"Kenapa kau?" heran Boeun.


"Aku senang, mungkin aku akan mencoba bibir tebalnya itu."


Semuanya terdiam, kecuali Sojun yang masih membayangkan hal yang akan dilakukannya nanti.


"Terserah deh, asalkan berhasil."


"Benar dugaanku, pasti ini ulah mereka," Seohoon bergumam dalam hatinya.


Tanpa berpikir panjang, lelaki itu lantas pergi ke tempat lain. Kini dirinya ingin membahas sesuatu hal penting dengan Jiyeon, orang yang bersangkutan langsung dengan masalah tadi.


"Jiyeon, aku ingin berbicara denganmu," cakap Seohoon dari balik telepon. Dia hanya berani menunggu di depan ruang kelas 10-2 lantaran tak ingin banyak gosip yang akan tersebar.


"Dimana?" tanya Jiyeon.


"Atap sekolah."


Seohoon mematikan panggilannya secara sepihak. Dia langsung bergegas menuju atap. Tujuan Seohoon mengajaknya ke tempat itu juga karena atap adalah tempat yang tidak ramai oleh para murid lainnya.


Setelah beberapa saat, Seohoon dan Jiyeon akhirnya berhadapan langsung. Tatapan dingin diantara keduanya bahkan membuat mereka sendiri merasa canggung.


"Ada apa, senior?" tanya Jiyeon seraya membungkukkan badannya tanda hormat.


"Apa kau yang sudah menyuruh Suncha untuk pergi ke gudang lama?" Jiyeon mengangguk menanggapi pertanyaan lelaki di depannya.


"Kenapa? Apa kau juga ingin menjebaknya?" tanya Seohoon kembali, tetapi gadis jutek itu hanya terdiam bingung lantaran dirinya tidak tau apa-apa mengenai kata 'menjebak'.


"Bisa senior jelaskan padaku apa masalahnya?"


Seohoon menghela nafasnya dengan kasar, lalu dirinya menceritakan seluruh kejadian yang baru saja terjadi pada Suncha dengan syarat Jiyeon tidak memberi tahu pada siapapun.

__ADS_1


"Maaf, tapi aku diberitahu oleh Boeun kalau Suncha dipanggil oleh pak Choi."


Beberapa waktu yang lalu, Boeun seorang diri mendatangi Jiyeon yang tengah fokus membaca buku di perpustakaan. Boeun langsung duduk disebelahnya, membuat Jiyeon sempat merasa heran.


"Apa aku boleh minta tolong padamu?" ucap Boeun tiba-tiba. Jiyeon yang sebelumnya fokus dengan sebuah buku kini menoleh menatap gadis yang duduk dsebelahnya.


"Katakan saja," balasnya dengan suara yang dingin.


"Tadi aku bertemu pak Choi, dan dia memintaku untuk memanggil Suncha agar bertemu dengan beliau."


"Lalu?"


"Tapi aku tidak tau Suncha ada dimana sekarang, dan aku juga tidak menyimpan nomor Suncha. Jadi aku tidak bisa menghubunginya," lanjut ucapnya.


"Jadi maksudmu, aku yang harus memberi tahunnya lewat telepon?" Boeun mengangguk dengan senyuman yang tampak terukurir di wajahnya itu.


Dan pada akhirnya, Jiyeon dengan berat hati itu menelepon Suncha, menyuruhnya untuk menemui pak Choi yang sekarang berada di gudang lama.


*****


"Begitu ceritanya."


"Aku mengerti," sahut Seohoon.


Setelah mengerti semua kebenarannya, Seohoon langsung angkat kaki dari atap meninggalkan Jiyeon seorang diri.


Langkah kakinya itu terseret menuju sebuah ruangan yang banyak ditakuti para murid di sekolah.


Kriett ...


Perlahan pintu terbuka, lalu Seohoon duduk di sebuah kursi yang telah disediakan.


"Pak Lim, selamat siang," sapa Seohoon.


Pak Hanju Lim adalah seorang guru bimbingan, dia yang menangani seluruh masalah di sekolah. Dari dimulainya sebuah masalah kecil perihal pertengkaran, hingga masalah besar yang bisa membuat anak itu keluar dari sekolah.


"Selamat pagi juga. Ada apa? Apa kau ada masalah dengan temanmu?" tanya pak Lim dengan sebuah pulpen di tangannya.


"Tidak. Tapi ini masalah kekerasan yang terjadi pada Suncha, anak yang belum lama ini masuk di kelas 10-2."


"Ah ..., saya mengenalnya dari gosip. Tapi, bukankah kau pacarnya? Jika tidak salah sih begitu. Apa kau ribut dengan Suncha?" beber nya dengan tertawa kecil.


"Bukannya membantu, malah menanyai hal yang tak penting!" kesal Seohoon dalam hati.


"Sebenarnya ...."


𝙱𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚋𝚞𝚗𝚐....


𝚃𝚎𝚛𝚒𝚖𝚊 𝚔𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚌𝚊 𝚜𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚊𝚔𝚑𝚒𝚛, 𝚓𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊 𝚕𝚒𝚔𝚎, 𝚐𝚒𝚏𝚝, 𝚔𝚘𝚖𝚎𝚗, 𝚟𝚘𝚝𝚎 𝚍𝚊𝚗 𝚏𝚊𝚟𝚘𝚛𝚒𝚝! 𝚂𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚓𝚞𝚖𝚙𝚊 𝚍𝚒 𝚎𝚙𝚒𝚜𝚘𝚍𝚎 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚗𝚢𝚊!!!𝙹𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚗𝚢𝚊 𝚢𝚊🍀

__ADS_1


__ADS_2