Terjerat Pacaran Kontrak

Terjerat Pacaran Kontrak
Episode 30 : Rumah Seohoon


__ADS_3

Happy Reading 🌿


____________________________________________


Karena mulai merasakan kantuk pada matanya, tanpa di sengaja Suncha pun ikut tertidur di sebelah ranjang Seohoon. Dengan tangannya yang masih saling menggenggam erat.


****


Matahari tampak berada di tempatnya. Tersirat ke setiap sudut ruang kamar. Membangunkan Seohoon dari tidur lelapnya setelah semalaman tak sadar karena mabuk.


Dirinya bangun dengan rambut yang acak-acakan. Bahkan kancing kemeja yang dipakainya juga telah terbuka seutuhnya.


Ia menoleh, dan melihat sosok Suncha yang masih terlelap di sebelah ranjang miliknya. Dengan rasa terkejut, lelaki itu lantas turun dari ranjang. Berjalan menuju cermin dan menatap wajahnya pada cermin tersebut.


"Apa yang kulakukan kemarin malam?" ucapnya pada sosok wajah dibalik cermin.


Langkah kakinya itu berjalan mendekati ranjang, yang di sana terlihat Suncha masih terlelap.


Seohoon mengangkat tubuh gadis itu, membaringkan nya di ranjang lalu membaluti nya dengan sebuah selimut.


Dengan pikiran yang berantakan, ia lantas menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang tercium bau alkohol.


Setelah rapi menggunakan pakaian, Seohoon bukannya membangunkan Suncha, dirinya justru berjalan menuju dapur untuk membuat makanan.


Di lain sisi, Suncha terbangun setelah mendengar nada dering pada ponselnya. Matanya terbuka lebar lantaran terkejut dengan bunyi yang terdengar keras di telinganya.


Dia menatap layar ponsel, dan terlihat sang ayah tengah meneleponnya. Dengan terburu-buru, gadis itu mengangkat panggilan dari ayahnya.


"Suncha?" sapa Dowon setelah si anak gadis mengangkat panggilan telepon dari nya.


"Ah, ada apa Ayah?" tanya Suncha.


"Kenapa masih belum pulang? Bukankah Ayah sudah menyuruh mu agar pulang lebih pagi?" protes si ayah dari balik telepon itu.


Merasa terkejut, Suncha langsung menatap sebuah jam yang berada di dinding kamar milik Seohoon.


Tampaknya waktu telah menunjukkan pukul 08.21. Merasa panik, ia lekas mengakhiri panggilan secara sepihak. Membuat Dowon merasa sedikit jengkel karena sikapnya.


Karena khawatir, Dowon mulai menghubungi Suncha kembali. Namun gadis itu sama sekali tak mengangkat panggilan dari nya.


Dia berlari menuju sumber aroma yang tercium dari arah dapur. Kini terlihat siapa orang yang tengah berada di ruangan itu.


Seketika Seohoon menoleh ke arah Suncha yang masih diam berdiri di tengah-tengah pintu.


"Mandi dulu gih," ucapnya dengan senyum manis yang mengembang di wajahnya.


"Ah, ta-- tapi, aku tidak bawa pakaian," jawabnya dengan kepala yang tertunduk malu.


"Aku menyimpan pakaian kakakku, jadi kau bisa memakainya setelah mandi nanti."


Suncha pun mengangguk paham. Lalu dirinya berlari menuju tempat yang dikira adalah kamar mandi. Tapi setelah tiba di tempat itu, yang berada di depan matanya bukanlah tempat yang ia cari, melainkan kamar ganti.

__ADS_1


Dengan langkah kakinya yang tergesa-gesa, gadis itu kembali menuju ruang dapur. Menghampiri Seohoon yang masih sibuk dengan masakannya.


"Kamar mandinya ada di sebelah kamarku," ungkapnya secara tiba-tiba.


"Oh, oke."


Selama Suncha membersihkan diri, ia merasakan sensasi yang berbeda pada air yang keluar dari dalam shower. Aroma vanilla juga dihirup nya dari air yang keluar.


"Bajunya sudah ku letakkan di kamarku, kau bisa mencobanya yang mana saja," teriak Seohoon dari balik pintu kamar mandi.


"Iya!"


Seusai membersihkan diri, ia lekas berjalan menuju kamar milik Seohoon. Menutup pintu dengan rapat dan menguncinya supaya tidak ada siapapun yang bisa masuk.


Begitu menoleh ke arah ranjang, tampak beberapa pakaian yang dirasa cukup mahal hanya dengan pandangan mata.


"Apa dia benar akan meminjamkan padaku pakaian mewah ini?" gumamnya seraya meraih salah satu pakaian tersebut.


Gadis itu mencobanya satu persatu, melihatnya dengan menghadap ke arah cermin. Namun diantara lima pakaian di sana, semuanya tidak ada yang cocok dipakai olehnya.


Tidak ingin terlalu lama berada di dalam kamar pacar kontraknya itu, Suncha pun dengan nekat membuka pintu kamar. Tapi ...


"Aaaa!!!" ia berteriak, ketika melihat Seohoon yang ternyata berada di depan pintu kamar.


"Ma-- Maaf, aku tidak bermaksud-- "


"I-- Iya, tolong carikan pakaian yang lain saja untukku." Suncha langsung menutup pintunya, tak ingin berhadapan lagi dengan lelaki itu sebelum tubuhnya terbalut dengan pakaian.


Selang beberapa waktu kemudian, Seohoon mengetuk pintu kamarnya, membawakan sebuah pakaian yang lebih sederhana.


"Sepertinya ini lebih cocok untukku," ujar Suncha ketika dirinya meraih pakaian dari tangan Seohoon.


Tak lama setelah itu, Suncha akhirnya bisa keluar dari dalam kamar Seohoon dengan penampilannya yang telah rapih. Lelaki itu juga menyiapkan beberapa make up untuk dipakai olehnya.


Kini keduanya tampak sedang berada di ruang makan. Meja luas yang penuh dengan makanan, tentu membuat Suncha termangap kaget.


"Kau sendiri yang memasak?" tanya Suncha tidak percaya dengan apa yang ia lihat di depan mata.


"Tentu saja, cobalah."


Seohoon meletakkan beberapa makanan yang sebelumnya ia masak ke dalam piring gadis di sebelahnya.


Mereka menikmati seluruh makanan itu tanpa berbicara. Hanya ada sendok dan garpu yang saling berperang memperebutkan makanan.


Hampir dua puluh menit lamanya, mereka akhirnya selesai sarapan. Membawa keduanya pada suasana canggung lantaran tidak ada topik yang cocok untuk dibicarakan. Hingga akhirnya, Seohoon yang memulainya terlebih dahulu.


"Oh ya, ngomong-ngomong ... aku minta maaf karena kemarin sempat merepotkan mu," cakap Seohoon dengan nada bicaranya yang rendah.


"Tidak, kok. Lagipula ini hanya hal biasa."


"Apa paman tidak mencarimu?"

__ADS_1


"Paman? Paman siapa?" tanya Suncha kebingungan. Lalu lelaki di hadapannya menghembuskan nafas dengan kasar.


"Ayahmu."


"Oh, tidak. Aku sudah izin kemarin malam," cakap nya tanpa memandang ke arah Seohoon.


Yah, padahal tadi pagi Dowon sempat meneleponnya dan menyuruh agar ia cepat kembali ke rumah. Tapi sayangnya, gadis itu sudah lupa bahwa sang ayah telah menunggu nya pulang.


"Oh ya, dimana keluarga mu? Kenapa aku tidak melihatnya sama sekali sejak kemarin?"


Seohoon terdiam, lalu bangkit dari kursi dan meninggalkan Suncha tanpa alasan.


"Hei, tunggu!"


Gadis itu menarik kemejanya, membuat kemaja yang tengah dipakai nya menjadi berantakan.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Seohoon dengan mata yang memandang sinis pada Suncha. Membuatnya reflek melepas tangan.


"Toh, tadi aku bertanya. Tapi kau malah pergi."


"Keluarga ku ada di Amerika untuk mengelola bisnis," ungkap Seohoon, membuat Suncha terdiam kaget.


"Hah? Yang benar?" Seohoon mengangguk.


"Lalu, kakakmu juga?" tanya Suncha lagi.


"Iya, semuanya di Amerika. Hanya aku yang tinggal di Korea."


"Apa alasannya?"


"Alasannya, adalah rahasia bagiku."


"Kau tidak ingin memberitahu padaku?"


"Suatu saat, kau juga akan mengetahuinya sendiri."


***


Kriett ...


Suncha membuka pintu rumah apartemennya, dan terlihat sosok ayah yang tengah berdiri dari balik pintu tersebut. Sukses mengejutkan Suncha.


"Kenapa Ayah berdiri di sini?" tanya nya dengan nada kesal.


"Ada apa dengan bajumu? Kemarin kau tidak pulang ke rumah setelah pulang dari sekolah, lalu ... sekarang kau memakai pakaian yang berbeda."


"Sudahlah, Ayah terlalu berlebihan. Jangan mengkhawatirkan ku seperti itu, ya? Aku tidak suka," ujar Suncha seraya berjalan meninggalkan ruang tamu.


𝙱𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚋𝚞𝚗𝚐....


𝚃𝚎𝚛𝚒𝚖𝚊 𝚔𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚌𝚊 𝚜𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚊𝚔𝚑𝚒𝚛, 𝚓𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊 𝚕𝚒𝚔𝚎, 𝚐𝚒𝚏𝚝, 𝚔𝚘𝚖𝚎𝚗, 𝚟𝚘𝚝𝚎 𝚍𝚊𝚗 𝚏𝚊𝚟𝚘𝚛𝚒𝚝! 𝚂𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚓𝚞𝚖𝚙𝚊 𝚍𝚒 𝚎𝚙𝚒𝚜𝚘𝚍𝚎 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚗𝚢𝚊!!!𝙹𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚗𝚢𝚊 𝚢𝚊🍀

__ADS_1


__ADS_2