
Happy Reading 🌿
______________________________________________
Sayup-sayup angin berhembus, merasakan udara segar di pagi yang cukup terik ini. Keduanya berlari melewati sebuah gerbang yang tak terlalu tinggi secara bergantian.
Namun tiba-tiba, seorang penjaga gerbang sekolah itu melihat Suncha dengan Dohyun yang baru saja masuk melalui gerbang belakang.
"Aku baru tau kalau ada gerbang di sini," ucapnya tersenyum menatap Dohyun.
"Karena kau belum lama bersekolah di sini, jadi kau baru tau."
"Hai, sedang apa kalian di sana?" teriak pak satpam itu, langkah kakinya berjalan mendekati keduanya.
"Habislah aku ...."
"Kami terlambat," jawab Dohyun dengan membungkukkan badannya sebagai tanda hormat.
"Baguslah kalian baru datang sekarang."
Suncha dan Dohyun terdiam, mendengar ucapan yang tidak masuk akal keluar dari mulut pria itu.
"Jadi saya bisa menghukum kalian berdua!" lanjut ucapnya dengan tegas.
Yah, karena sudah tertangkap basah, mereka pun terpaksa mengikuti langkah kaki si satpam hingga akhirnya berhenti di depan ruang guru.
"Kenapa berhenti, Pak?" tanya Suncha sedikit heran, lalu Dohyun dengan sengaja menyenggol lengannya sebagai kode.
"Apa lagi jika bukan dihukum?!!" sahut nya dengan kesal.
Pria satpan itu mengambil dua buah kursi, lalu memberikannya secara bersamaan pada Suncha dan Dohyun.
"Pegang kursi ini dengan berjongkok, hingga waktu istirahat kedua tiba."
"Yang benar saja, aku kan perempuan!" protes Suncha seraya memalingkan pandangannya.
"Saya sih tidak perduli, lagipula kau sendiri kenapa bisa telat? Sudah berapa kali telat?"
Satpam itu kemudian pergi meninggalkan keduanya, membuat bekas rasa malu pada Suncha yang akhirnya terpaksa menuruti kata si satpam.
"Tidak apa, aku menemanimu, kok," kata Dohyun tampan tersenyum sedikitpun.
"Hmmm, iya."
Waktu telah berlalu, begitu seluruh anak keluar dari kelas saat mendengar bel istirahat berbunyi, mereka mendapati sosok Suncha bersama Dohyun dari kelas 11-6 tengah dihukum.
"Hai, mereka terlambat?" lontar seseorang, membuat perhatian semua orang tertuju pada Suncha dan Dohyun.
"Sial, berisik sekali dia!" kesal Suncha dalam benaknya.
__ADS_1
Karena ramai dengan tontonan para murid, tentu membuat Seohoon menjadi cukup penasaran. Dengan langkah pelan ia mulai mendekati kerumunan orang-orang, kini dirinya bisa melihat bahwa pacar kontaknya itulah yang menjadi tontonan.
"Suncha? Sedang apa kau di sana?" tanya Seohoon dengan heran. Dia yang melihat Dohyun di sebalah Suncha membuatnya sedikit geram.
"A-- Aku, aku terlambat," jawabnya dengan suara lirih.
"Kau juga?" Seohoon menatap Dohyun yang juga tampak menatapnya.
"Iya. Kami sama-sama terlambat."
"Oh, begitu," balas Seohoon dengan ketus.
Merasa tidak tega melihat Suncha menjadi tontonan banyak orang, Seohoon lantas membubarkan orang-orang tersebut.
"Tidak ada yang perlu di tonton di sini!" lontar nya sukses membubarkan kerumunan itu.
"Wah, ka-- kau, hebat juga mengusir orang, ya!" kata Suncha dengan senyuman yang terukir di wajahnya.
Senyuman yang tampak manis tentu membuat Seohoon serta Dohyun menjadi salah tingkah. Keduanya memalingkan pandangan secara bersamaan, membuat Suncha terdiam heran.
"Baiklah, akan ku belikan makanan untukmu." Seohoon berjalan semakin menjauh dari tempat itu.
"Hai, aku bukan pengemis!" teriak Suncha tidak terima.
***
Selang beberapa waktu kemudian, Seohoon akhirnya kembali dengan tangan penuh berisi makanan. Dia juga sempat membelikan untuk teman dekatnya itu, namun ditolak secara mentah-mentah.
"Dohyun, kau makanlah. Aku yakin kau pasti lapar," timpal Suncha sembari mengunyah makanan yang penuh berada di mulutnya.
"Mereka terlihat dekat sekali, aku penasaran kenapa mereka bisa sedekat ini," pikir Seohoon.
"Sudahlah, aku memang tidak lapar."
"Kalau begitu biar aku saja yang makan," kata Seohoon seraya memasukkan makanan itu kedalam mulutnya.
Waktu telah berlalu dengan cepat, Suncha dan Dohyun akhirnya bisa lepas dari hukuman yang diberikan oleh penjaga gerbang sekolah seteleh bel istirahat kedua berbunyi.
Tangannya terasa pegal lantaran mengangkat kursi terlalu lama, membuat tubuh Suncha menjadi lemas.
"Kau baik-baik saja?" tanya Dohyun menatap gadis di sebelahnya itu. Lalu dibalas anggukan olehnya.
"Aku pergi dulu," ucap Suncha berlalu pergi meninggalkan Dohyun.
Di jam istirahat kedua ini, Suncha berniat ingin mengembalikan headphone Seohoon yang sempat dipinjamnya kemarin.
"Seharusnya aku kembalikan tadi, tapi kenapa aku bisa lupa?" gumamnya dengan langkah kaki berjalan menuju ruang kelas 11-6 yang terletak di lantai ujung.
Setibanya di ruang kelas itu, Suncha terkejut karena melihat Dohyun tengah meletakkan kepalanya di atas meja.
__ADS_1
Sebelumnya dia tidak mengira kalau Dohyun satu kelas dengan Seohoon, namun yang kini dilihatnya di depan mata tentu menjadi bukti.
"Ada apa?" tanya Seohoon muncul dari balik pintu secara tiba-tiba, sukes membuat jantungnya hampir lepas.
"I-- Ini, aku ingin mengembalik headphone yang kemarin sempat ku pinjam. Ngomong-ngomong, terima kasih, ya!"
Seohoon mengangguk, lalu memakai headphone itu di kepalanya. Baru beberapa detik, lelaki itu melepaskan headphone dari kepalanya, membuat Suncha sedikit heran.
"Kenapa rusak?" tanya Seohoon mampu membulatkan mata gadis di depannya.
"Masa, sih? Perasaan kemarin baik-baik saja, kok," tuturnya panik.
Dia lantas merebut benda itu dari tangan Seohoon, lalu memakai pada kepalanya.
"Lah, kenapa rusak?" gumam Suncha heran.
"Aku tidak tau, atau mungkin karena semalaman menyala?" tebak nya.
"Ah, kau memakainya semalaman?" tanya Seohoon memastikan, lalu di angguki oleh Suncha.
"Tidak masalah, akan ku ganti dengan yang baru!" Suncha tersenyum ragu, sebenarnya dia tidak memiliki uang untuk mengganti benda yang telah rusak karena nya.
"Aku bisa membelinya sendiri, kau tidak perlu memikirkan ini." Seohoon berjalan masuk ke dalam ruang kelas, tampak ia yang sedang mencari sesuatu di dalam tas miliknya.
"Aku ingin berbicara sesuatu padamu, apa bisa?" Seohoon kembali berhadapan dengan Suncha, setelah ia mengambil sesuatu dari dalam tas.
"Baiklah."
Suncha dan Seohoon berjalan menuju taman sekolah, berniat ingin menciptakan kehebohan di sekolah. Yah, sejak awal itu memang tujuan Seohoon meminta berpacaran dengan Suncha.
Di lain sisi, Dohyun yang tampak sedang tertidur di atas mejanya itu ternyata tengah fokus memainkan ponsel.
Lelaki itu bangkit dari kursi setelah mengetahui bahwa Seohoon keluar bersama Suncha.
"Mereka kemana?" tanya Dohyun pada salah satu teman kelasnya.
"Entah, aku juga tidak tau," jawabnya seraya mengangkat kedua bahu.
Sebelum bel masuk kembali berbunyi, Dohyun lantas memutuskan untuk mencari keberadaan dua orang itu.
Lelaki berjalan menuju atap, bukannya menemukan Seohoon, ia justru melihat seorang gadis yang cukup familiar di matanya. Karena penasaran, Dohyun lantas mendekati gadis yang masih terdiam menatap langit.
"Hai, kau?" Ia meletakkan tangannya pada pundak gadis itu. Membuat sang gadis menoleh menatapnya.
"Kau teman Seohoon?" Yuri, gadis di hadapannya adalah Yuri.
Dohyun baru mengenal kembali wajahnya setelah Yuri menoleh, sempat pangling dengan wajah cantiknya yang sudah lama tidak pernah terlihat.
𝙱𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚋𝚞𝚗𝚐....
__ADS_1
𝚃𝚎𝚛𝚒𝚖𝚊 𝚔𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚌𝚊 𝚜𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚊𝚔𝚑𝚒𝚛, 𝚓𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊 𝚕𝚒𝚔𝚎, 𝚐𝚒𝚏𝚝, 𝚔𝚘𝚖𝚎𝚗, 𝚟𝚘𝚝𝚎 𝚍𝚊𝚗 𝚏𝚊𝚟𝚘𝚛𝚒𝚝! 𝚂𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚓𝚞𝚖𝚙𝚊 𝚍𝚒 𝚎𝚙𝚒𝚜𝚘𝚍𝚎 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚗𝚢𝚊!!!𝙹𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚗𝚢𝚊 𝚢𝚊🍀