Terjerat Pacaran Kontrak

Terjerat Pacaran Kontrak
Episode 31 : Masa Lalu Seohoon


__ADS_3

Happy Reading 🌿


____________________________________________


Beberapa hari telah berlalu. Ujian penentuan naik kelas akan diadakan beberapa hari ke depan. Seluruh siswa tampak ramai berada di koridor sekolah untuk melihat papan informasi.


Mereka para murid kelas 10 diperintahkan untuk mencari mentor dari anak kelas 11. Agar bisa membantu dalam belajar selama proses ujian tersebut.


Satu-satunya senior yang ramai diperebutkan adalah Seohoon. Tidak sedikit anak perempuan yang ingin Seohoon menjadi mentoring mereka.


"Wah, aku akan meminta senior Seohoon saja!" lontar salah seorang gadis yang tengah berdiri menatap papan informasi.


Suaranya yang cukup keras sontak menjadi pusat perhatian para murid lain. Mereka ribut lantaran ingin Seohoon menjadi mentoring nya.


Sementara Suncha yang juga berada di saja, dirinya justru santai dan tidak memperebutkan apapun. Bahkan si pacar kontraknya itu juga tidak terlalu dipikirkan. Siapapun mentornya, asalkan bisa membantu dirinya dalam ujian yang akan datang.


"Apa mentor mu adalah senior Seohoon?" tanya Jiyeon yang kebetulan berada di sebelahnya.


"Aku sih siapa saja. Yang penting bisa membantu ku," jawabnya dengan menunjukkan senyuman manis.


"Oh, begitu? Tapi, kau tidak cemburu?"


"Tidak."


Bel masuk yang berbunyi nyaring hingga ke koridor itu sukses membuyarkan kerumunan para murid yang tengah membaca papan informasi.


Mereka berlarian menuju kantin, dan hanya beberapa anak saja yang tersisa di sana.


"Suncha!" teriak seseorang dari balik tubuhnya, membuatnya menoleh dan kini tau siapa sosok yang baru saja memanggil namanya.


"Kau tau aku ada di sini?" tanya Suncha seraya menatap wajah lelaki di hadapannya itu dalam-dalam.


"Hanya dugaan saja, tapi ternyata benar."


"Oh ya, aku yang akan menjadi mentor mu, ya?" lanjut ucapnya, membuat beberapa anak yang masih berada di sana sontak menoleh ke arah mereka.


"Hah? Dia seriusan memilih Suncha? Memangnya tidak bosan ya bersama perempuan itu terus? Aku yang hanya melihat wajahnya juga sudah bosan," cibir salah seorang dari sekumpulan gadis itu.


Namun Suncha sama sekali tidak tersinggung, dirinya justru tersenyum senang lantaran Seohoon dengan senang hati menjadi mentoring nya.


"Oke, jika begitu ya aku tidak masalah!"

__ADS_1


Setelah keduanya saling setuju, mereka pun jalan beriringan menuju kantin sekolah. Tetapi karena ruangan kantin yang telah dipenuhi oleh murid lainnya, membuat mereka pergi dan memilih untuk menuju ke atap.


Di sana Suncha dan Seohoon saling bercerita. Hingga di tengah perbincangan, Seohoon menanyakan sesuatu yang membuat Suncha merasa panik.


"Aku ingin bertanya, seberapa jauh hubungan mu dengan Dohyun? Jika kau tidak mau menceritakannya juga ... tidak masalah."


"Tapi berjanjilah, setelah aku jujur dengan hubunganku bersama Dohyun, kau juga akan jujur dengan hubungan mu bersama Yuri."


Seohoon mengangguk. Kini suasana menjadi cukup serius, keringat dingin terus mengalir di sekujur tubuh gadis itu, lantaran masih ragu untuk jujur dengan masa lalunya.


"Jadi, kau duluan," ucap Seohoon mempersilahkan.


"Sebenarnya, aku dan Dohyun adalah mantan pacar semasa SMP dulu. Tapi karena alasan yang tidak jelas, dia tiba-tiba memutuskan hubungan kami. Lalu setelahnya, dia menghilang entah kemana. Dan takdir mempertemukan kami kembali di sekolah ini."


"Jadi ... kecurigaan ku selama ini benar? Pantas saja Dohyun jadi menjauhiku setelah aku berpacaran dengan Suncha," batin Seohoon.


"Aku sudah jujur dengan semuanya. Sekarang giliran mu yang jujur padaku," kata Suncha, dia menatap mata lelaki di sebelahnya sambil tersenyum.


"Ah, ya. Jadi ... hubungan ku dengannya bermula saat ...."


Flashback on


Tahun ajaran baru dimulai, ketika Seohoon pertama kalinya menginjakkan kaki di SMA JoHang. Kehadirannya pertama kali sukses memikat perhatian di kalangan para murid dan guru.


Ketika Seohoon tengah dikerumuni oleh para murid perempuan, sesosok anak lelaki tiba-tiba menarik lengannya. Membawa dirinya menuju sebuah ruang kelas yang masih kosong tanpa satupun orang di dalamnya


Tak disangka, ruang kelas itu ternyata adalah kelas menetap nya saat kelas 10.


"Terima kasih karena sudah membawa ku kabur dari perempuan-perempuan itu," tuturnya pada seorang anak lelaki yang baru saja membantu dirinya.


Lelaki itu adalah Dohyun, mereka sudah berada di kelas yang sama sejak awal masuk sekolah.


Sejak pertemuannya hari itu, mereka jadi sering menghabiskan waktu bersama. Bahkan beberapa anak mulai beranggapan bahwa keduanya saling menyukai.


Hingga suatu ketika, Dohyun yang tengah berada di gedung bar seorang diri itu tampak mabuk lantaran terlalu banyak minum.


Disaat yang bersamaan, Yuri datang bersama segerombolan geng nya. Geng yang terkenal centil pada para senior.


Yuri yang juga sama terlalu banyak minum, membuatnya jatuh tak sadar. Berjalan menuju lantai atas dan akhirnya tiba di sebuah ruang kamar.


Tak disangka, ruang kamar yang baru saja di masuki oleh Yuri terdapat Dohyun. Keduanya yang sama-sama tengah mabuk lantas melakukan hal yang tidak senonoh.

__ADS_1


Namun beberapa teman Yuri yang menyadari bahwa Yuri tidak ada di sana, mereka justru pergi meninggalkan gedung bar. Tidak memperdulikan Yuri tak mereka ketahui keberadaannya.


Ketika matahari telah berada di posisinya, menampakkan sinar cahaya pada bumi. Burung mulai berkicau bagai irama, terbang mengelilingi gedung pusat kota.


Dohyun membuka kedua bola matanya, sontak dirinya langsung terkejut ketika melihat sosok perempuan yang tengah tidur bersamanya di satu ranjang yang sama.


Wajah perempuan itu tidak terlalu jelas di matanya, masih terlihat samar-samar lantaran belum sepenuhnya sadar.


Dohyun kemudian berlari menuju toilet, membasahi wajahnya dengan air yang keluar dari dalam shower.


Setelah beberapa saat, Dohyun akhirnya bisa sadar sepenuhnya. Dia kembali menuju kamar, dan kini melihat siapa perempuan yang telah tidur bersamanya semalaman.


"Yuri?!! Ke-- kenapa dia?" kejut lelaki itu.


Yah, perempuan itu adalah Yuri. Sosok dengan rambut panjang berwarna abu. Wajahnya yang putih bersinar masih terngiang di kepalanya.


Tidak berpikir lama, Dohyun lantas membuka layar ponselnya. Menelepon seseorang untuk meminta bantuan.


Setengah jam telah berlalu, dan kini orang yang diminta bantuan olehnya pun tiba.


"Seohoon, bantu aku. Aku tidak sengaja melakukannya dengan Yuri. Aku bahkan tidak tau kenapa dia tiba-tiba satu kamar denganku!" ungkap Dohyun dengan panik.


"Astaga, kenapa bisa seperti ini?" balas Seohoon sedikit jengkel terhadapnya.


"Kumohon, lakukan apa saja yang bisa membantuku keluar dari masalah ini. Aku takut ... aku tidak punya apa-apa untuk bisa bertanggung jawab padanya."


"Kau tenanglah, aku akan membantumu ...," tutur Seohoon pelan berusaha menenangkan sahabatnya itu.


Lekas Dohyun menghela nafasnya secara perlahan, satu-persatu mengeluarkan seluruh beban dalam pikirannya.


"Jadi, apa yang akan kau lakukan?" tanya Dohyun masih dengan rasa panik.


"Kau pergilah, biar aku yang berpura-pura berada di posisi mu."


"Ka-- kau, yang benar?"


"Ucapanku benar, pergilah ...."


Dohyun mengangguk, dia bergegas pergi dari dalam kamar tersebut dengan langkah kaki yang tergesa-gesa.


𝙱𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚋𝚞𝚗𝚐....

__ADS_1


𝚃𝚎𝚛𝚒𝚖𝚊 𝚔𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚌𝚊 𝚜𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚊𝚔𝚑𝚒𝚛, 𝚓𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊 𝚕𝚒𝚔𝚎, 𝚐𝚒𝚏𝚝, 𝚔𝚘𝚖𝚎𝚗, 𝚟𝚘𝚝𝚎 𝚍𝚊𝚗 𝚏𝚊𝚟𝚘𝚛𝚒𝚝! 𝚂𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚓𝚞𝚖𝚙𝚊 𝚍𝚒 𝚎𝚙𝚒𝚜𝚘𝚍𝚎 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚗𝚢𝚊!!!𝙹𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚗𝚢𝚊 𝚢𝚊🍀


__ADS_2