
Happy ReadingπΏ
___________________________________________
Langit cerah dengan awan berwarna putih menyambut hari kedua Suncha di sekolah barunya. Matanya terbelalak lebar menatap jarum jam yang menunjukkan angka enam pagi.
Suncha dengan bersemangat langsung melompat dari atas ranjangnya. Langkah kakinya itu berjalan mulus menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah cukup lama menghabiskan waktu di dalam kamar, Suncha akhirnya duduk di kursi dapur. Gadis itu berhadapan langsung dengan sang ayah yang tengah sibuk mempersiapkan sarapan pagi untuknya.
"Wah ..., anak Ayah terlihat sangat senang sekali pagi ini. Apa yang terjadi kemarin?" tanya sang ayah seraya meletakkan dua buah piring berisi makanan penuh ke atas meja.
"Sebenarnya, aku senang karena bisa bersekolah di Gangnam," balasnya berbohong, namun si ayah menanggapinya dengan tersenyum lebar seakan percaya begitu saja dengan ucapan Suncha.
Dowon Choe, seorang Jaksa berusia empat puluh lima tahun itu berasal dari Seoul. Dia sempat ditugaskan untuk melaksanakan tugas di Gangnam. Ayah dari Suncha ini memiliki sifat yang begitu penyayang dan baik hati.
Waktu pun akhirnya berlalu. Suncha menginjakkan kakinya masuk ke halaman sekolah. Namun pagi yang masih cukup buta ini membuat gedung sekolah terlihat sepi. Hanya ada beberapa anak saja yang berada di sana.
"Apa Seohoon sudah datang?" tanyanya pada diri sendiri. Dia meletakkan tas punggungnya di kursi, lalu beranjak pergi meninggalkan ruang kelas.
Waktu telah menunjukkan pukul 07.00 tepat. Gedung sekolah sudah mulai ramai dipenuhi oleh para murid dan guru. Bora yang tak mengetahui keberadaan Suncha lantas mencarinya ke setiap ruangan di sekolah.
"Dimana anak itu?!!" ucapnya merasa jengkel.
Tak lama berselang, Bora yang sempat melintas di depan pintu toilet itu tak sengaja bertemu dengan Suncha. Membuat keduanya langsung menuju kelas setelah bel masuk berbunyi.
"Kau darimana saja?" tanya Bora merasa penasaran.
"Aku hanya pergi ke toilet," jawabnya singkat.
***
Sementara itu, ruang kelas 10-6 sempat dihebohkan oleh kejadian kemarin saat Seohoon menyelamatkan Suncha dari sebuah bola yang hampir mengenai gadis tersebut. Tidak sedikit dari mereka yang membicarakan sikap aneh Seohoon dibelakang.
"Tidak lelah para manusia ini membicarakan ku di belakang?" batin Seohoon merasa sedikit jengkel.
***
Matahari tampak berada hampir di puncaknya. Seluruh anak sibuk menghabiskan waktu mereka untuk mengisi perut di kantin sekolah. Begitu usai menghabiskan seluruh makanannya, Suncha dan Bora akhirnya kembali menuju ruang kelas dengan kondisi perut mereka yang sudah terisi penuh.
Namun suasana tak diinginkan datang pada Suncha, ketika dirinya bersama Bora masuk ke dalam kelas.
"Hai, kau pakai jurus apa untuk menggoda Seohoon ku?!!" teriak Boeun tiba-tiba, membuat Suncha merasa heran.
"Apa maksudmu?"
__ADS_1
Suncha duduk di bangkunya dengan santai. Tampaknya seluruh anak di dalam kelas tengah memperhatikan Suncha dengan tatapan mata mereka yang sinis.
"Masih bertanya?!!" timpal Hana. Dia juga menunjuk sekotak susu yang berada di atas meja Suncha.
Flashback on
Beberapa menit yang lalu, Seohoon datang ke kelas Suncha dengan sekotak susu rasa coklat di genggamannya. Tentu, kedatangannya itu langsung membuat heboh seluruh anak di dalam ruangan.
"Kak Seohoon? Ada apa kau datang kemari?" tanya Boeun dengan langkah kaki yang semakin mendekati Seohoon. Tetapi lelaki itu hanya diam tak menggubris pertanyaannya barusan.
"Susu? Apa itu untuk-- "
"Ini untuk Suncha," ucap Seohoon cepat. Dia langsung meletakkan sekotak susu itu diatas meja Suncha, lalu tanpa berpikir panjang langsung meninggalkan ruangan kelas.
"Ah, apa aku tidak salah dengar?" tanya salah seorang dari mereka.
"Suncha lagi?" timpal Hana kesal.
"Yah, dia memang cantik!" ungkap Sojun dengan diiringi senyum tipis.
Flasback off
"Hai, apa kau memiliki hubungan dengan kak Seohoon?" bisik Bora, sahabatnya itu juga merasa sedikit heran.
"Aku tidak percaya, Suncha. Sepertinya memang ada sesuatu diantaramu dengan kak Seohoon. Tapi, aku juga tidak bisa asal menebaknya, sih."
Jam kelima akhirnya dimulai. Kelas Suncha mendapat jam olahraga, itu artinya mereka semua pergi ke ruang ganti untuk mengganti seragam mereka dengan pakaian olahraga.
Hanya dalam belasan menit, Suncha dan Bora telah siap dengan pakaian olahraga mereka. Tidak menunggu waktu lama, keduanya lantas berjalan menuju lapangan olahraga.
Setelah cukup lama menunggu beberapa anak yang lain, guru olahraga pun memulai dengan dengan tiupan peluit pertama. Mereka yang berada di barisan paling depan mendapat giliran pertama untuk memutari lingkaran di lapangan tersebut sebanyak lima kali untuk anak laki-laki, dan tiga kali untuk anak perempuan.
"Hosh ... hosh ... aku harus kuat!" lontar Suncha bersemangat.
Begitu usai memutari lapangan, kemudian berganti dengan barisan di belakangnya. Dan begitulah hingga seluruh anak sama rata berlari mengitari lapangan.
Ccsss ...
Suncha merasakan sensasi dingin pada pipinya, saat sebuah botol dingin mendarat di pipi cantiknya itu. Begitu menoleh, dilihatnya seorang lelaki yang sudah cukup lama dinanti kedatangannya oleh Suncha.
"Minumlah ... " ucap Seohoon pelan. Dia memberikan sebotol minuman dingin pada Suncha.
"Ah, terima kasih. Aku tidak tau kalau kau akan datang hanya untuk memberiku minuman ini."
"Tidak kok, aku juga datang untuk menyemangati mu," ungkap Seohoon. Sontak gadis itu menahan rasa malunya, dia menoleh dan tampak pipinya yang mulai memerah.
__ADS_1
Dari kejauhan, terlihat beberapa anak yang lain mulai berjalan menuju ke arah dimana Suncha tengah beristirahat. Reflek Seohoon pun langsung bangkit dan pergi meninggalkan dirinya.
"Semangat lah!" lontar Seohoon.
"Pasti." Suncha mengangguk.
***
Setelah pergantian jam, Suncha pergi ke ruang ganti seorang diri lantaran Bora mengalami keram pada perutnya. Itu terjadi lantaran ia tidak bersungguh-sungguh dalam melakukan pemanasan.
"Ah, bukannya tadi aku menaruh seragam ku di sini?" Suncha membongkar seluruh isi dalam tas nya. Gadis itu berusaha mencari seragam yang dirasa hilang.
"Ah, apa kau melihat seragam ku?" tanya Suncha pada Jiyeon, lalu dibalas dengan gelengan kepala olehnya.
"Ah, lalu dimana ya? Perasaan aku menaruhnya di dalam tas."
"Hilang?" tanya Jiyeon.
"He'em."
Satu persatu anak mulai berdatangan masuk ke dalam kelas, dengan penampilan mereka yang telah rapih mengenakan seragam.
"So-- Sojun! Apa kau melihat seragam ku?" tanya nya pada Sojun yang baru saja masuk ke dalam kelas.
"Tidak tuh. Apa hilang?"
"Sepertinya begitu."
Suncha masih sibuk dengan urusannya mencari seragam miliknya. Tak lama setelah itu, Boeun datang bersama Hana dengan sebuah seragam di genggaman mereka.
"Itu kan, seragam ku!" ucap Suncha langsung merebut seragam tersebut dari Hana.
"Eh? Apanya yang punyamu! Itu punyaku!!" kesal Hana, dia mengambil kembali seragam itu.
"Apa-apaan kau, asal merebut saja!" cibir Boeun.
Tap ... tap ... tap ...
"Kembalikan seragam itu pada Suncha."
Seseorang tiba-tiba datang, dan sempat membuat bengong seluruh anak di dalam ruangan.
π±πππππππππ....
ππππππ πππππ πππππ πππππππ ππππππ πππππ, ππππππ ππππ πππππππ ππππππππ ππππππ ππππ, ππππ, πππππ, ππππ πππ πππππππ! ππππππ πππππ ππ πππππππ ππππππππππ’π!!!πΉπππππ ππππ ππππππππ πππ πππππ ππ’π π’ππ
__ADS_1