
Happy ReadingπΏ
______________________________________________
Suasana hening menyelimuti ruang kelas 10-2, dimana seluruh anak terlihat tenang mengerjakan tugas kelompok masing-masing.
"Saya tinggal sebentar, nanti kumpulkan tugasnya pada Jiyeon, ya," ucap sang guru dengan pandangannya ke arah para murid.
"Baik Bu," balas semuanya dengan kompak.
Seusai jam pelajaran berakhir, seluruh anak lantas buyar dari dalam ruangan kelas. Mereka bersantai dengan bermain ponsel atau semacamnya.
Namun dari arah tempat duduk Suncha, ia melihat Seohoon yang tampaknya sedang berjalan menuju ruang kelas 10-2.
Sebelum lelaki itu masuk, Suncha memutuskan untuk menjemputnya di luar kelas, daripada harus banyak gosip yang nantinya akan cepat menyebar dengan luas.
"Seohoon, ada apa?" tanya Suncha ketika dirinya telah tiba di depan pintu.
"Aku ingin mengajakmu istirahat di kantin berdua," jawabnya tanpa memasang ekspresi apapun.
"Oh, begitu? Ayolah!" Ia pun setuju.
Selama berjalan menuju kantin sekolah, Seohoon tampak fokus menatap layar ponselnya dengan sebuah headphone yang menempel pada kepalanya itu, tentu saja membuat Suncha merasa sedikit jengkel.
Setibanya mereka di kantin, terlihat tempat kantin yang tidak telalu ramai, membuat keduanya langsung bisa membeli makanan.
"Seohoon, kau kenapa diam saja dan hanya menatap makanan didepanmu? Sepertinya bel masuk akan berbunyi sebentar lagi, bisakah kau cepat makan?" cakap Suncha seraya melahap makanannya dengan cepat.
Waktu yang hanya tersisa belasan menit untuk beristirahat tentu membuatnya merasa gugup. Tetapi lelaki itu bukannya langsung melahap makanan, ia justru masih terdiam mendengarkan sesuatu dari headphone miliknya.
"Ayolah, aku tidak akan menunggumu jika kau terlalu lama," lanjut ucapnya dengan kesal.
"Ya, kau boleh pergi dulu jika sudah selesai makan."
Yah, gadis itu hanya bisa terdiam dan menahan amarahnya. Meskipun tidak tahan dengan sikap lelaki di hadapannya itu, tetapi ia lebih memilih untuk tetap tenang.
Tujuh menit telah berlalu, kini Sincha telah menghabiskan seluruh makanannya yang berada di atas meja. Berbeda dengan Seohoon, makanan miliknya bahkan masih utuh tanpa berkurang sedikitpun.
"Boleh aku pinjam headphone nya?" tanya Suncha dengan wajahnya yang terlalu didekatkan pada Seohoon, membuatnya terkejut panik.
Tanpa menjawab, Seohoon lantas memberikan headphone miliknya pada Suncha, namun hanya dengan kata meminjam.
"Wah, baik sekali Seohoon ku, terima kasih!" lontar nya kegirangan.
Tanpa ia sadari, ternyata wajah Seohoon telah berubah drastis menjadi merah. Dia salah tingkah dengan ucapan yang baru saja terlontar dari mulut gadis di depannya.
__ADS_1
"Makan, gih!" cetus Suncha.
Tapi karena bel masuk yang mendadak berbunyi, membuat keduanya harus berpisah di momen santai ini. Seohoon yang belum memakan makanannya itu tak mempermasalahkannya, dirinya masih salah tingkah karena Suncha.
"Sayang sekali, padahal aku belum sempat mencoba headphone ini."
"Kau bisa membawanya pulang, dan mengembalikannya besok," jawab Seohoon tanpa memandang wajah Suncha sedikitpun.
"Benarkah? Akan ku bawa pulang kalau begitu."
Keduanya pun berjalan menuju kelas masing-masing. Namun ketika tengah berjalan menuju ruang kelasnya, Seohoon justru dikagetkan oleh sosok gadis yang tiba-tiba muncul di hadapannya.
"Seohoon, apa kabar?" Gadis itu menempel pada lengan Seohoon, sensai empuk lantas dirasakan oleh lelaki dingin itu.
"Lepas." Seohoon dengan sikap dinginnya meminta gadis itu untuk melepas tangannya.
"Sikapmu berubah drastis, apa karena wanita lain? Tapi aku yakin tidak ada siapapun yang bisa menggantikan aku di hatimu."
Yuri Chae, seorang anak dari pemilik perusahaan terkenal di Kotanya. Dia sempat bersekolah selama enam bulan di Amerika, lalu kembali lagi ke Gangnam setelah terakhir kali duduk di kelas 10.
Yuri adalah seorang mantan kekasih Seohoon Lee, namun karena suatu alasan mereka pun harus mengakhiri hubungan setelah tiga bulan berpacaran.
Di masa itu hubungan mereka juga sempat heboh sampai ke para senior. Menjadi orang yang paling terkenal di SMA JoHang hanya karena sebuah gosip.
"Ayolah, kita berpacaran lagi. Aku merindukanmu sejak lama," ucap Yuri kembali meraih lengan Seohoon.
Seohoon melepas tangan Yuri, lalu berjalan pergi meninggalkannya di tempat itu.
"Seohoon, kenapa kau berubah?" gumamnya seraya melihat kepergian lelaki itu.
Hari berakhir dengan cepat. Ketika matahari hampir tenggelem di arah barat, Suncha yang baru saja pulang dari sekolahnya itu langsung bergegas melompat ke atas ranjang.
Seragam yang masih menempel di badannya bahkan tak ia sadari, hanya karena ingin mencoba headphone yang ia pinjam dari Seohoon.
"Apa dia sangat menyukai benda ini? Perasaan dia sering menggunakannya," ucap Suncha dengan memasang headphone pada kepalanya.
Ia mendengarkan sebuah musik selow, membuatnya tertidur tanpa sadar.
Kriett ...
Pintu rumah apartemennya terbuka, ketika Dowon pulang dari tempat bekerjanya. Dia meletakkan tas kecil di atas meja, lalu berjalan menuju kamar.
Tetapi langkah kakinya itu sempat terhenti, ketika melihat sang anak yang telah terlelap dengan seragam sekolah. Meskipun tak tega, namun akhirnya Dowon pun membangunkan Suncha.
"Suncha, bangun ...." Ia menggoyangkan tubuh Suncha, tetapi hasilnya nihil karena Suncha tidak juga terbangun.
__ADS_1
"Apa dia sangat lelah?" pikirnya dalam hati.
"Ah, ini milik siapa ya?" Dowon menatap sebuah headphone yang menempel di kepala anak gadisnya, tapi tak berani menyentuh.
****
Drrtttt ...
Ponselnya berdering keras, membuatnya terbangun setelah tertidur semalaman penuh.
"Jam berapa ini?" tanya Suncha seraya menatap sebuah jarum jam pada dinding kamarnya.
Waktu yang telah menunjukkan pukul 07.40 itu sontak membuatnya panik dan langsung melompat dari ranjang.
Karena waktu yang sudah terlalu mepet, Suncha akhirnya memutuskan agar tidak perlu mandi, apalagi ia sudah mengenakan seragam, mungkin hanya perlu mencuci muka saja.
Selama sepuluh menit ia habiskan untuk bersiap-siap, kini Suncha pun sudah melangkah menuju pintu keluar rumah apartemennya.
Headphone milik Seohoon juga tidak lupa untuk dibawa, semalaman menyala membuat benda itu terasa panas ketika berada di genggamannya.
Brugh!!!
Gadis itu menabrak seseorang yang mungkin sudah lama berada di sana, membuatnya hampir terjatuh namun tertunda oleh pintu di belakangnya.
"Dohyun? Kenapa kau di sini?" tanya Suncha merasa heran.
"Aku kesiangan, dan sepertinya kau juga."
Suncha tersenyum menanggapi ucapan Dohyun. Karena sama-sama terlambat, mereka pun memutuskan untuk jalan bersama menuju sekolah.
"Milik siapa?" tanya Dohyun menunjuk headphone di tangannya.
"Ini milik Seohoon, dia meminjamkannya padaku kemarin."
"Sepertinya tak ada pilihan lain, selain aku menjauhinya. Aku kira dia adalah teman yang paling mengerti tentangku, tapi ternyata tidak sama sekali."
"Kenapa diam?" Suncha menatap Dohyun yang dirasa aneh sejak tadi.
"Tidak apa. Aku hanya membayangkan sesuatu," jawabnya dengan tersenyum kecil.
Sampai mereka tiba di area sekolah, dilihatnya gerbang yang telah tertutup dengan rapat. Merasa bingung harus berbuat apa, Dohyun lantas mengajak Suncha untuk masuk ke dalam sekolah melalui gerbang belakang.
Tetapi tiba-tiba saja ...
π±πππππππππ....
__ADS_1
ππππππ πππππ πππππ πππππππ ππππππ πππππ, ππππππ ππππ πππππππ ππππππππ ππππππ ππππ, ππππ, πππππ, ππππ πππ πππππππ! ππππππ πππππ ππ πππππππ ππππππππππ’π!!!πΉπππππ ππππ ππππππππ πππ πππππ ππ’π π’ππ