Terjerat Pacaran Kontrak

Terjerat Pacaran Kontrak
Episode 34 : Seharian Di Rumah Sakit


__ADS_3

Happy Reading 🌿


____________________________________________


Matahari telah terbit, menyilaukan mata yang baru saja terbuka. Seohoon menoleh ke arah kanan dan kirinya, namun semuanya masih terlihat sama.


Dowon terbaring di atas ranjangnya tanpa sadar. Lalu di sebelahnya duduk tampak Suncha yang masih tertidur pulas. Mungkin karena lelah lantaran semalaman menjaga Dowon.


Tak tega melihat pacar kontaknya itu tidur di tempat yang menurutnya tidak nyaman, Seohoon lantas membangunkannya.


"Ba-- bangun ...."


Suncha terbangun dengan kaget, setelah lelaki di itu menepuk pahanya.


"Tidurlah di sofa," ucap Seohoon tersenyum lebar.


Tubuhnya yang masih dibalut dengan seragam membuat Suncha sadar bahwa hari ini tidak sedang cuti sekolah.


"Ah, iya. Kita harus berangkat."


Gadis itu beranjak dari kursinya, melepas tas yang masih menempel pada punggungnya sejak kemarin sore.


Namun Seohoon meraih lengan Suncha, membuatnya terhenti dan menoleh ke arahnya.


"Jika kau lelah, istirahat saja. Sekolahnya bisa besok?" tutur Seohoon seraya mengelus kepala gadis itu.


Tapi tampaknya Suncha menolak dengan ucapan Seohoon. Dia menggelengkan kepalanya dengan pelan.


"Aku tidak ingin nilai ujianku roboh."


"Lihat mataku, bukankah aku adalah mentor mu? Kita bisa belajar di sini sambil menunggu ayahmu sadar."


Yah, Suncha kini tersadar. Ada benarnya juga dengan ucapan lelaki di hadapannya itu.


"Baiklah," sahutnya mengangguk setuju.


Karena keadaan Suncha yang masih menggunakan seragam sekolah, Seohoon pun memberi usul agar gadis itu kembali ke rumah untuk membersihkan tubuh dan mengganti pakaiannya.


Begitu setuju, Suncha akhirnya pergi menuju apartemen Gonsang dengan menggunakan taxi. Berkat taxi yang ditumpangi olehnya, iapun berhasil tiba di apartemen tersebut hanya dalam waktu hitungan menit.


Tidak menggunakan waktu lama, ia bergegas naik ke lantai letak rumahnya. Kemudian membersihkan tubuh dengan air hangat yang keluar dari shower.


Setelah usai, gadis itu beranjak menuju ruang kamar. Memilih pakaian yang cukup sederhana untuk ia kenakakan.


Tidak lupa juga baginya untuk menggunakan riasan wajah dengan warna ringan, serta liptint untuk melembapkan bibir yang terasa kering.

__ADS_1


Hingga waktu menunjukkan pukul 08.33, Suncha pun telah tiba di rumah sakit dimana ayahnya tengah dirawat.


"Sudah selesai?" tanya Seohoon menoleh ke arah pintu masuk. Tampak Suncha dengan nafas berantakan berdiri di tengah-tengah pintu.


"Ya, sekarang giliranmu untuk mandi," sahutnya seraya berjalan mendekati ranjang Dowon.


Karena Suncha sudah tiba di rumah sakit, kini giliran Seohoon untuk kembali ke rumahnya. Dia juga butuh waktu untuk membersihkan tubuh serta mengganti pakaiannya dengan pakaian lain.


Selama lelaki itu tidak berada di rumah sakit, Suncha yang merasa kelaparan terpaksa harus menahan rasa laparnya demi menjaga Dowon yang masih belum sadar.


Tak lama berselang, seorang dokter dengan didampingi oleh suster itu masuk ke dalam ruangan tempat dirawat nya Dowon.


"Permisi, saya ingin memeriksa beliau dulu. Silahkan keluar," pinta sang dokter yang baru saja menginjakkan kakinya ke dalam ruang tersebut.


Suncha mengangguk, dirinya melangkah keluar dan menunggu di sebuah kursi yang telah tersedia.


"Huh, kenapa aku bisa tidak tau dengan keadaan ayah? Apa dia akan baik-baik saja?" gumamnya menatap ke arah jendela ruangan.


Lima belas menit telah berlalu, dokter dengan seorang suster itu akhirnya keluar. Mereka langsung pergi tanpa menghampiri Suncha, yang padahal adalah keluarga dari pasien tersebut.


"E-- eh? Kenapa mereka langsung pergi?"


Tapi ia tak ambil pusing, kembali masuk untuk melihat keadaan sang ayah tercintanya.


Lelaki itu meletakkan seluruh makanannya ke atas meja, ditaruh bersebelahan dengan makanan yang sempat dibelinya kemarin malam.


"Makanlah dulu, kau pasti lapar?"


Seohoon menodongkan sekotak makanan pada Suncha. Aromanya yang menyengat begitu wangi, hingga membuat si gadis tak sabar untuk segera menghabiskannya.


***


Suasana sekolah ramai dengan para murid yang tengah menikmati makanan mereka di kantin. Obrolan serta canda tawa bahkan tak luput dari wajah mereka.


Jiyeon berjalan menuju ruang kelas 11-6 dengan pandangan mata yang terus tertuju ke depan. Tidak perduli siapa saja orang yang dilewatinya.


Langkah kakinya kini terhenti, begitu tiba di ruang kelas tujuan. Masuk dengan asal tanpa permisi.


"Ada apa?" tanya seorang murid bernama Chu, dia berjalan mendekati Jiyeon yang masih berdiri di tengah pintu masuk.


"Dimana senior?" tanya nya tanpa memasang ekpresi apapun. Membuat Chu si kakak kelas menjadi geram terhadapnya.


"Pergilah. Dia tidak hadir!"


"Apa alasannya?" tanya Jiyeon kembali, lantas Chu hanya membalas dengan gerakan pada pundaknya.

__ADS_1


Karena tak dapat bertemu dengan orang yang tengah dicari, ia pun memutuskan untuk kembali ke kelas.


Sudah sejak beberapa hari lalu, ruang kelas 10-2 yang sebelumnya ramai dengan keributan kini berubah drastis.


Hening, damai, santai hanya karena dua orang yang tidak pernah hadir ke sekolah. Tentu saja Boeun dan Hana, gadis yang selalu membawa keributan di kelasnya.


"Entah kenapa ... suasananya benar-benar berbeda. Ada apa dengan mereka semua? Kenapa satu persatu anak mulai menghilang dari tempat ini?" ucapnya pada diri sendiri yang tengah melamun menatap cermin di toilet.


***


Awan gelap menyelimuti seisi langit. Menutupi cahaya matahari dan membawa angin terbang mendinginkan seluruh kota.


Suncha membuka buku mata pelajaran bahasa Korea, dengan didampingi oleh sosok lelaki yang sudah tentu adalah si pacar kontraknya.


Dia menyimak penjelasan Seohoon dengan seksama, meskipun pikirannya terbang mengingat kondisi sang ayah. Ditambah dengan kejadian yang baru dialaminya kemarin, ketika dirinya mengetahui bahwa Yuri hamil.


"Fokus!" tegas Seohoon. Lelaki itu sadar bahwa Suncha melamun membayangkan hal lain sejak tadi.


"Maaf, aku gagal fokus," ungkapnya berusaha mendengarkan penjelasan Seohoon.


"Apa yang kau pikirkan?"


"Tidak, bukan masalah besar."


"Tidak mau jujur?"


Suncha terdiam, ingin rasanya ia mengungkapkan seluruh isi dalam pikirannya pada lelaki itu. Namun dirinya masih cukup bimbang untuk mengatakan semuanya.


"Jujur saja, aku akan menjaga rahasia. Jika perlu?" lontar nya, seakan mengetahui isi benaknya.


Tak ada pilihan lain, Suncha yang memang tidak bisa menjaga rahasia itu akhirnya menceritakan sesuatu yang ada pada pikirannya saat ini. Hal itu juga dilakukannya demi bisa fokus dalam belajar.


"Kemarin, aku tak sengaja bertabrakan dengan Yuri. Dan aku ...."


"Kau? Kenapa?"


"Aku terkejut, karena sepertinya dia hamil."


Plak!!! Tangan Seohoon mendarat di pipi nya dengan keras, merasakan sensasi kasar yang bahkan selama ini sama sekali tidak pernah di rasakan olehnya.


"Apa yang lakukan?!!!" Suncha berteriak, dia tak terima dengan perlakukan lelaki yang duduk berhadapan dengannya.


𝙱𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚋𝚞𝚗𝚐....


𝚃𝚎𝚛𝚒𝚖𝚊 𝚔𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚌𝚊 𝚜𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚊𝚔𝚑𝚒𝚛, 𝚓𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊 𝚕𝚒𝚔𝚎, 𝚐𝚒𝚏𝚝, 𝚔𝚘𝚖𝚎𝚗, 𝚟𝚘𝚝𝚎 𝚍𝚊𝚗 𝚏𝚊𝚟𝚘𝚛𝚒𝚝! 𝚂𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚓𝚞𝚖𝚙𝚊 𝚍𝚒 𝚎𝚙𝚒𝚜𝚘𝚍𝚎 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚗𝚢𝚊!!!𝙹𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚗𝚢𝚊 𝚢𝚊🍀

__ADS_1


__ADS_2