Terjerat Pacaran Kontrak

Terjerat Pacaran Kontrak
Episode 6 : Kesalahan Pahaman


__ADS_3

Happy Reading 🌿


____________________________________________


Suara gemuruh hujan terdengar semakin dekat, dengan disertai badai angin dan guntur yang terus menyambar. Suasana di aula semakin sunyi, setelah beberapa anak mulai pergi menuju kelas mereka masing-masing.


Tetapi Bora yang masih penasaran dengan keberadaan sahabatnya itu lantas berpikir untuk mencoba mencarinya ke kelas 11-6. Karena itu adalah ruang kelas milik seniornya.


Kriett …


Seseorang membuka pintu ruang kelas, sontak mengejutkan dua pihak sekaligus. Suncha dan Seohoon yang tampak terbaring bertubrukan di lantai, membuat orang tersebut salah paham dan hanya bisa diam mematung di pintu masuk.


Sementara itu, beberapa anak yang lain juga mulai berdatangan. Mereka sempat syok ketika melihat perkara tersebut.


"Ma– maaf," ucap Seohoon seraya bangkit dari lantai. Dia mengulurkan tangannya pada Suncha untuk membantunya berdiri.


"Apa yang baru saja kalian lakukan?" tanya gadis itu dengan wajahnya yang kesal.


"Aku tak sengaja jatuh … aku benar-benar tidak berniat melakukan hal yang tidak senonoh!" sanggah Seohoon. Namun tampaknya gadis itu masih tidak percaya dengan kenyataan yang sebenarnya.


"A– Aku, aku harus pergi." Suncha berlari pergi keluar dari ruang kelas tersebut.


Dohyun Kim, salah satu anak dari penghuni kelas yang sempat melihat kejadian tadi cukup merasa bingung. Rasa penasaran lantas muncul di benaknya, ingin mengetahui siapa identitas gadis yang baru saja keluar dari dalam ruang kelas.


Dohyun adalah salah satu teman terdekat Seohoon, namun dia sendiri bahkan belum pernah tau mengenai hubungan antara sahabatnya itu dengan Suncha.


"Suncha!" teriak Bora dari tangga, dia berlari mendekati sahabatnya yang sedang berdiri di sebelah tangga.


"Ada apa dengan wajahmu?" tanya Bora merasa heran lantaran wajah Suncha yang tampak panik.


"Tidak ada apa-apa."


"Oh ya, ngomong-ngomong … aku lupa ingin memberitahu mengenai kak Mireu," ujar Bora cengengesan.


"Kak Mireu yang mana?" tanya Suncha bingung.


"Yang tadi pagi sempat bertabrakan denganmu, yang memiliki rambut pirang itu."


"Oh, iya! Aku ingat, ada apa dengannya?"


"Kau jangan berani macam-macam dengannya ya, dia adalah berandalan sekolah. Sebaiknya kau jaga jarak dengan bocah itu," terang Bora, lalu Suncha pun mengangguk paham.


Waktu menunjukkan jam berakhirnya pelajaran. Sepanjang Suncha berjalan melewati koridor sekolah, banyak cibiran mengenai kejadian yang sempat terjadi antara dirinya dengan Seohoon.


Bora yang sebelumnya belum tau menjadi terkejut setengah mati dengan gosip yang sudah tersebar luas di sekolahnya.


"Hai, apa benar kau melakukan hal yang tidak-tidak di kelas senior Seohoon saat semua orang berkumpul di aula?" tanya Bora dengan menahan amarahnya.


"Sebenarnya itu hanya salah paham, apa kau pecaya dengan gosip itu?" sergah nya.


"Jika sahabatku yang menjelaskan, mungkin aku akan percaya."


"Hmm … baguslah!"

__ADS_1


Tak lama setelah berjalan di sepanjang halaman sekolah, Boeun dan Sojun tiba-tiba berlari dan berteriak memanggil nama Suncha dari dalam gedung sekolah. Suncha yang menyadari bahwa seseorang tengah memanggil namanya lantas menghentikan langkah kakinya.


"Kenapa berhenti?" tanya Bora dengan heran.


"Sepertinya Boeun memanggilku?" tebak Suncha.


"Ummm, Suncha, maaf kalau aku harus pulang duluan. Orang tuaku sudah menungguku di cafe," ujar Bora.


"Ya, tidak masalah. Hati-hati," jawab Suncha seraya melambaikan tangannya pada sosok Bora yang sudah semakin menjauh dari pandangan matanya.


Selang beberapa menit kemudian, benar saja bahwa ternyata Boeun datang bersama Sojun. Keduanya menatap Suncha dengan tatapan jengkel. Namun Suncha yang tidak tau apa-apa hanya terdiam kebingungan.


"Dasar tidak tau diri!"


Plak!!!


Boeun mendaratkan telapak tangannya pada pipi Suncha, namun mulutnya itu tak berani bicara, masih bergeming tak merespon.


"Apa yang kau lakukan pada senior?!! Kau gila, ya? Memangnya kau pikir kau bisa melakukan hal seperti itu padanya?" lontar Boeun dengan emosi yang menyertainya.


Kini Suncha mengerti apa maksud dari tamparan itu.


"Kau percaya dengan gosip?" sahut Suncha, bibirnya terlihat mengukir senyuman tipis.


"Hei, gosip itu memang benar adanya. Apa kau tidak sadar kalau video itu sudah menyebar?" timpal Sojun.


Lelaki itu menunjukkan sebuah video saat kejadian terjadi pada ponselnya.


"Video nya bahkan sudah tersebar hingga ke grup-grup kelas lain. Mungkin sebentar lagi kau akan dipanggil oleh guru pembimbing," imbuh Boeun.


"Hai, tidak berani mengakui kesalahan?" kata Hana yang baru saja tiba dengan sebuah ponsel yang berada di genggamannya.


Terlihat Hana yang tengah melakukan video siaran langsung untuk mewawancarai Suncha. Yah, dia ingin agar Suncha hancur sehancur-hancur nya karena telah berani merebut Seohoon dari Boeun, sahabatnya itu.


"Hentikan live nya…," ucap Suncha pelan.


"Takut? Tenang, aku hanya ingin sedikit mewawancarai mu."


"Hentikan sekarang!" tegas Suncha. Ia langsung merebut ponsel tersebut dari tangan Hana, lalu membanting nya ke lantai.


Crakkk!!!


"Hei, apa yang kau lakukan?!!" Hana menarik rambut Suncha, membuat gadis itu merasakan sakit pada kulit kepalanya.


"Lepas!!!"


"Memangnya kau bisa mengganti ponselku? Hah!"


Seorang anak lelaki berlari kencang menghampiri mereka yang tengah berkelahi. Dia langsung melepas tangan itu dari rambut Suncha begitu dirinya tiba di hadapan mereka.


"Ka– Kau?!!" Suncha terkejut, membuka kedua bola matanya dengan lebar, ingin memastikan dengan apa yang sedang dilihatnya di depan mata.


"Senior Dohyun?" kejut Boeun.

__ADS_1


"Apa yang kalian lakukan padanya? Ingin menjadi pembully? Tapi maaf, ini bukan tempat untuk pembullyan terjadi," papar Dohyun. Wajah dinginnya itu diperlihatkan pada Boeun dan dua temannya. Lelaki itu tampak marah.


"Maaf, tapi dia duluan yang mulai!" tunjuk Hana.


"Suncha tidak mungkin melakukannya duluan. Aku sudah kenal dia sejak lama," ungkap Dohyun, mampu mengejutkan Boeun dan yang lainnya.


"A– Apa maksud senior?!!"


"Ayo pergi."


Bukannya menjawab pertanyaan dari Boeun, Dohyun justru langsung menarik lengan Suncha dan membawanya pergi ke luar sekolah.


***


"Apa aku tidak salah lihat? Dohyun, dia sekolah di sini?!!" tanya Suncha dalam benaknya.


Selama diperjalanan, mereka hanya saling terdiam tak membuka pembicaraan. Perjalanan dengan memakan waktu kurang lebih dua puluh menit itu membawa keduanya menuju sebuah taman yang tak cukup jauh dari area sekolah.


"A– anu, aku … aku … terima kasih telah menolongku …."


"Bicara santai saja denganku," potong Dohyun.


"Be– Begitu, ya?"


"Ah, sudah kubilang bicara santai saja denganku."


"Aku sudah bicara santai, kok!" kata Suncha sedikit menaikkan nada bicaranya.


"Tapi kau masih saja gagap."


"Dulu maupun sekarang, dia masih suka membuatku kesal. Apalagi wajahnya itu … benar-benar tidak pernah membuatku lupa," geram Suncha dalam hati.


"Aku ingin bertanya."


"Apa?"


"Apakah kau sekolah di SMA ini juga?" tanya Suncha, matanya itu menatap Dohyun begitu dalam.


"Ya."


"Sekarang aku yang ingin bertanya," sela Dohyun.


"Apa kau menjadi korban perundungan?" lanjutnya.


"Tidak, tapi sepertinya mereka hanya tidak suka denganku."


"Kenapa?" tanya Dohyun kembali.


"Karena … aku berpacaran dengan Seohoon."


"Suncha? Dia berpacaran dengan Seohoon? Berarti gadis yang selama ini menjadi gosip adalah … Suncha?!!"


𝙱𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚋𝚞𝚗𝚐....

__ADS_1


𝚃𝚎𝚛𝚒𝚖𝚊 𝚔𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚌𝚊 𝚜𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚊𝚔𝚑𝚒𝚛, 𝚓𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊 𝚕𝚒𝚔𝚎, 𝚐𝚒𝚏𝚝, 𝚔𝚘𝚖𝚎𝚗, 𝚟𝚘𝚝𝚎 𝚍𝚊𝚗 𝚏𝚊𝚟𝚘𝚛𝚒𝚝! 𝚂𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚓𝚞𝚖𝚙𝚊 𝚍𝚒 𝚎𝚙𝚒𝚜𝚘𝚍𝚎 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚗𝚢𝚊!!!𝙹𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚗𝚢𝚊 𝚢𝚊🍀


__ADS_2