Terjerat Pacaran Kontrak

Terjerat Pacaran Kontrak
Episode 21 : Merayakannya


__ADS_3

Happy Reading🌿


______________________________________________


Awan-awan gelap menampakkan wujudnya di langit, membuat beberapa para murid menjadi resah, tak tau harus bagaiamana saat pulang sekolah nanti.


Bel istirahat yang baru saja berbunyi, mengingatkan Suncha pada suatu hal. Ia harus menemui seseorang yang mungkin cukup penting baginya hari ini.


Setelah melewati beberapa lorong sekolah, Suncha akhirnya berhenti di depan sebuah ruang kelas, yang tak lain adalah ruang kelas 11--6.


Meskipun sedikit ragu, namun gadis itu akhirnya memberanikan diri untuk tetap masuk demi menemui Seohoon. Yah, jaman sekarang memang sulit jika ingin menemui seseorang tanpa menyimpan nomor teleponnya.


"Hai? Sedang apa?" Seseorang muncul dari balik badannya secara tiba-tiba, sukses mengejutkan dirinya yang hendak melangkah masuk ke dalam ruang kelas.


Begitu menoleh, dilihatnya sosok Yuri yang sedang tersenyum lebar. Memandang wajahnya cukup dekat.


"A-- Aku, ingin menemui Seohoon," jawab Suncha gugup.


Pertemuan pertama antara keduanya saat jam pulang sekolah kala itu membawa mereka pada sebuah hubungan yang semakin dekat. Mungkin bagi Suncha, Yuri adalah ganti dari Bora, sahabatnya yang sudah cukup lama tidak pernah terlihat.


"Seohoon? Memangnya kau ingin membicarakan apa dengan dia?" tanya Yuri, lalu menarik lengan Suncha dan membawanya duduk di sebuah kursi yang terletak di sebelah dinding ruang kelas.


"Sebenarnya, hari ini Seohoon ulang tahun. Tapi aku tidak tau harus memberikan apa padanya. Yuri, bisakah kau membantuku?" ungkap Suncha.


"Oh, begitu? Tidak masalah. Aku akan membantumu membeli sesuatu pulang sekolah nanti. Setuju?" ajak Yuri bersemangat, lantas disetujui oleh Suncha.


***


Waktu berlalu begitu cepat, bel pulang berbunyi nyaring hingga membuat para siswa di SMA JoHang itu berlari tak beraturan menuju gerbang sekolah.


Sementara itu, Suncha dengan Yuri tampak sedang duduk di taman yang tak jauh dari area sekolah mereka.


"Jadi, kau akan membantuku, kan?" tanya Suncha dengan serius.


"Tentu saja! Ayo kita pergi ke mal untuk membeli hadiah yang spesial."


Yuri menyangkat kakinya dari kursi, berjalan pelan dan diikuti oleh Suncha dari belakang. Karena kehidupan Yuri yang serba mewah, Suncha akhirnya diberi tumpangan gratis olehnya.


Keduanya masuk ke dalam sebuah mobil yang di dalamnya cukup luas disertai beberapa benda lengkap. Aroma wangi dihirup nya, serta suhu ruangan mobil yang dingin, tentu membuatnya nyaman berada di dalam sana.

__ADS_1


Tidak menggunakan waktu lama, keduanya pun akhirnya tiba di sebuah mal yang terletak di pusat kota. Langsung memasuki gedung mal itu, dan berjalan menaiki eskalator untuk tiba di lantai tempat penjualan barang mewah.


Yah, tempat itu membuat Suncha merasa khawatir. Mungkin uang dalam dompetnya itu tidak akan cukup untuk membeli benda-benda mahal.


"Ah, bukannya menolak. Tapi maaf, sepertinya aku tidak bisa membeli benda di sini. Kita ke tempat lain saja, ya?" usul Suncha, membuat Yuri yang berada di sebelahnya terdiam tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya.


"Bagaimana?" tanya Suncha, kemudian dibalas gelengan kepala oleh Yuri.


"Aku akan membayarkan semua, jadi kau tidak perlu khawatir."


"Sepertinya jangan, aku tidak enak padamu."


"Kumohon, kali ini saja? Aku yang akan membayar semuanya."


Tidak ingin membuang banyak waktu, Suncha lantas menyetujui permintaan Yuri meskipun dirinya sempat ragu dan menolak.


Tiga puluh menit lamanya menghabiskan waktu hanya untuk memilih hadiah, mereka pun akhirnya selesai dan kini tengah berjalan kembali ke tempat parkir mal. Benda yang penuh di dalam genggamannya, sempat menarik perhatian orang di sekitar.


"Sepertinya berlebihan, haha ...," tutur Suncha dengan tawa kecilnya.


"Tidak masalah," sahutnya santai.


Mobil yang mereka tumpangi akhirnya mulai melaju, melewati beberapa bangunan besar di jalanan kota.


"Apa?"


"Aku ingin minta alamat rumah Seohoon padamu. Kau tau, kan?" tanya Suncha kembali, lalu terukir senyuman lebar di wajah Yuri.


"Dia tinggal di apartemen Danhan," jawab Yuri singkat.


Namun didalam benaknya, Yuri benar-benar merasa heran dengan hubungan aneh antara Suncha dengan mantan pacarnya itu. Tapi karena tidak ingin ikut campur, Yuri memutuskan untuk diam tanpa harus bertanya banyak mengenai hubungan mereka.


Langit gelap akhirnya tampak dilangit. Cahaya matahari digantikan oleh cahaya rembulan, menyinari seluruh kota dan meninggalkan kesan indah. Disertai dengan sayup-sayup angin, membuat suasana menjadi sejuk.


Suncha turun di sebuah halte bus setelah dirinya tiba di tempat tujuan. Menatap gedung apartemen besar di balik tubuhnya, tampak senyum yang terukir pada wajah cantiknya itu.


"Benar-benar mewah. Padahal ukuran apartemennya tidak terlalu tinggi. Tapi sepertinya, desain didalam apartemen itu tidak main-main," gumamnya dengan kagum.


Tidak menggunakan waktu lama, ia pun langsung masuk ke dalam gedung apartemen tersebut. Melihat ke sana kemari karena bingung dengan tata letak ruangnya yang jauh berbeda dari apartemen lain pada umumnya.

__ADS_1


Setelah tak sengaja melihat seorang pria yang sepertinya adalah salah seorang penghuni apartemen, lantas Suncha pun berlari menghampirinya.


"Permisi, Tuan." Gadis itu membungkukkan badannya sebagai rasa hormat ketika berbicara dengan orang yang lebih tua.


"Ah, ada apa?" tanya pria itu merasa heran.


"Saya ingin bertemu dengan teman sekolah saya. Tapi ..., saya bingung dengan apartemen ini. Bisakah anda menunjukkan jalannya pada saya?" jelas Suncha memberitahu.


"Oh, kau bisa naik lift di sana. Dan klik saja tombol angka lantai yang ingin kau kunjungi," papar nya dengan menunjuk sebuah lift di sudut apartemen.


"Baik, saya mengerti. Terima kasih."


Suncha berjalan menuju lift, dan menekan tombol angka lantai enam. Di sanalah dirinya akan menemui Seohoon.


***


Tok ... tok ... tok ...


Kriett ...


Pintu rumah apartemen terbuka, melihat wajah Seohoon yang tampak lemas dengan benda berwarna hitam di wajahnya.


"Ada apa dengan wajahmu?" tanya Suncha dengan panik, reflek memegang wajah lelaki di hadapannya.


"Aku tidak apa-apa," jawabnya dengan suara dingin.


"Tapi, kenapa kau bisa tau alamat rumahku?" tanya Seohoon merasa heran.


"Itu tidak penting. Yang terpenting sekarang, kau harus ikut denganku!" lontar Suncha, langsung menarik lengan Seohoon sebelum lelaki itu memutuskan jawabannya.


Setelah berjalan cukup lama, sepasang kekasih itu akhirnya tiba di sebuah tempat yang tidak terlalu jauh dari area apartemen Danhan.


"Tempat apa ini?" Seohoon menatap segala arah, merasa aneh dengan tempat yang dikunjungi oleh keduanya.


"Selamat ulang tahun!!!" lontar Suncha, sukses membuat lelaki di hadapannya itu terkejut senang.


"Kau tau? Aku bahkan lupa dengan ulang tahunku sendiri," ungkap Seohoon dengan menundukkan kepalanya.


"Ayolah, jangan bersedih. Ini adalah hari spesial bagimu!!!" Gadis itu mengelus lembut kepala Seohoon, tinggi badannya yang tidak setara membuatnya cukup merasa kesulitan.

__ADS_1


π™±πšŽπš›πšœπšŠπš–πš‹πšžπš—πš....


πšƒπšŽπš›πš’πš–πšŠ πš”πšŠπšœπš’πš‘ πšπšŽπš•πšŠπš‘ πš–πšŽπš–πš‹πšŠπšŒπšŠ πšœπšŠπš–πš™πšŠπš’ πšŠπš”πš‘πš’πš›, πš“πšŠπš—πšπšŠπš— πš•πšžπš™πšŠ πš‹πšŽπš›πš’πš”πšŠπš— πšπšžπš”πšžπš—πšπšŠπš— πš‹πšŽπš›πšžπš™πšŠ πš•πš’πš”πšŽ, πšπš’πšπš, πš”πš˜πš–πšŽπš—, 𝚟𝚘𝚝𝚎 πšπšŠπš— πšπšŠπšŸπš˜πš›πš’πš! πš‚πšŠπš–πš™πšŠπš’ πš“πšžπš–πš™πšŠ πšπš’ πšŽπš™πš’πšœπš˜πšπšŽ πšœπšŽπš•πšŠπš—πš“πšžπšπš—πš’πšŠ!!!π™ΉπšŠπš—πšπšŠπš— πš•πšžπš™πšŠ πšπšžπš”πšžπš—πšπšŠπš— πšπšŠπš— πšœπšŠπš›πšŠπš— πš—πš’πšŠ πš’πšŠπŸ€


__ADS_2