
Kirana terihat terlelap di gubuk tua sendiri. Mimpi masa kecilnya muncul kembali. Dia memanggil 'kakak' lagi dan lagi, bahkan terdengar lebih keras dari biasanya. Keringat bercucuran diwajahnya dengan raut wajah takut membuatnya terlihat begitu tersiksa di dalam mimpinya saat ini.
"Kakak, jangan tinggalkan aku" Teriak Kirana memenuhi gubuk kecil itu. Kepalanya bergerak kekiri dan ke kanan mengisyaratkan kata "tidak" dan "jangan" dengan air mata yang sudah bercucuran membasahi pipinya.
Senyuman tiba-tiba mengembang di wajahnya saat sebuah tangan menggenggam tangannya.
"Kakak" Panggil Kirana dan memeluk tangan itu tanpa membuka matanya sedikit pun.
"Jangan pergi kak, tetaplah disini" Kata Kirana saat pemilik lengan itu mulai membopongnya. Dalam keadaan tertidur laki-laki itu membawa Kirana keluar dari gubuk. Ada rasa penasaran bercampur sedih terukir jelas diwajahnya saat melihat gadis kecilnya terlihat begitu pucat karena keringat dan air mata membasahi wajahnya.
Laki-laki itu adalah Syam. Dia berhasil menemukan Kirana setelah bertanya pada warga desa. Berutung ada warga yang melihatnya masuk ke gubuk itu. Padahal gubuk itu terkenal begitu angker dan menyeramkan, dia tidak habis pikir jika Kirana bis masuk kesana bahkan tertidur disana.
"Terima kasih Pak" Kata Syam pada seorang laki-laki yang membawanya bertemu Kirana.
"Sama-sama tuan. Lebih baik anda segera membawa istri anda pulang. Dia terlihat begitu pucat. Saya takut makhluk halus di gubuk itu melakukan sesuatu hal buruk padanya" Kata Lelaki itu.
"Iya Pak, Terima kasih, saya pamit dulu" Kata Syam kemudian berlalu pergi keluar hutan dengan Kirana di dekapannya.
"Gadis kecil nakal" Kata Syam saat melihat Kirana malah tersenyum di dalam dekapannya.
Setelah keluar dari hutan. Syam langsung menuju mobilnya dan membawa Kirana kerumahnya kembali. Dia memperhatikan Kirana yang begitu damai dalam pelukannya. Sangat berbeda sekali saat pertama kali dia bertemu dengannya saat digubuk tadi.
"Kau gadis kecil aneh, tapi aku menyukaimu" kata Syam sambil mencubit hidung Kirana yang masih terlelap dipangkuannya.
Sesampainya dirumah, Syam langsung menggendong Kirana ala bridge style dan merebahkannya di kamarnya. Dia memandangi sejenak wajah gadis kecil yang terlihat begitu lugu.
__ADS_1
"Bagaimana bisa kau menggodaku waktu itu dengan wajah seperti ini huh?" Kata Syam sambil mengelus rambut Kirana yang terlelap.
"Kamu masih punya hutang penjelasan padaku, bagaimana bisa kamu kabut dari sini. Kamu tahu, aku begitu khawatir mengetahuimu menghilang, bahkan lihatlah, ini pertama kalinya aku membiarkan kaki dan baju ku kotor seperti ini karena wanita" Kata Syam sambil tersenyum. Kirana terihat sedikit terusik dengan tangan Syam yang mengenai matanya. Syam langsung terdiam, berharap gadis kecil nya tidak bangun. Benar saja, Kirana kembali terlelap dan memeluk lengan Syam erat sambil tersenyum yang membuat jantung Syam berdetak lebih kencang dari biasanya.
"Kau sungguh-sungguh nakal ya" Kata Syam tersenyum dan tetap membiarkan Kirana memeluk tangannya. Bahkan dia ikut tertidur disamping Kirana.
-Flashback-
Saat melihat tangga dihalaman belakang dan Kirana sudah tidak ada disana. Syam langsung berlari mencari mobilnya. Dengan kecepatan ekstra dia mencari Kirana. Rasa khawatir akan terjadi hal-hal buruk pada Kirana di hutan menyebabkan Syam mengeluarkan sumpah serapahnya beberapa kali.
"B******, A*****, Sial. Akan aku bunuh siapapun yang berani membantu dia kabur jika terjadi hal buruk padanya" Kata Syam dengan wajah yang sudah memerah menahan amarah.
Beruntung saat itu, dia melihat seorang laki-laki paruh baya sedang duduk tidak jauh dari posisi Kirana kabur. Dia langsung bertanya ke orang itu.
"Kek, apa kau melihat seorang gadis lewat sini beberapa menit yang lalu?" Tanya Syam.
"Ayolah kek, cepatlah" Kata Syam mulai geram namun berusaha menahan kekesalannya karena dia sangat menghargai orang yang lebih tua.
"Oya, dia kearah hutan nak" Kata Kakek itu.
"Apa?" Teriak Syam.
"Hey, jangan menteriakiku, aku tidak budek" Kata Kakek itu kesal pada Syam. Syam pun langsung menutup mulutnya dan meminta maaf kemudian berlari ke arah hutan untuk mencari Kirana.
Dia menyusuri hutan sendiri, meninggalkan Leon disana. Dia melarang Leon mengikutinya untuk berjaga-jaga jika perkataan kakek itu salah dan ternyata Kirana akan kembali ke jalan itu. Ini pertama kalinya Syam mengurusi hutan sendiri. Yang terdengar hanya kicauan buruk dan ranting pepohonan yang saling bergesekan karena diinjaknya.
__ADS_1
"Aku harus kemana?" Batin Syam sambil melihat sekeliling.
"Untuk pertama kalinya aku menyesal membuat rumah yang berdekatan dengan hutan ini" Kata Syam kemudian.
Dia terus menyusuri hutan sendiri, sesekali dia melihat kebelakang dan sekeliling berharap ada manusia yang bisa ditemuinya. Dan benar saja, setelah beberapa lama menyusuri hutan, dia menemukan seorang laki-laki tengah berjalan dengan beberapa ranting pohon ditangannya.
"Permisi pak, saya ingin bertanya, apa bapak melihat seorang wanita lewat disini sebelumnya, dia memiliki rambut panjang kira-kira tingginya segini" Kata Syam sambil menunjukkan lengannya.
"Oya, tadi saya melihat seorang gadis berjalan terpincang-pincang dan masuk ke gubuk tua di tengah hutan mas" Kata Laki-laki itu.
"Bisa tolong antar saya kesana mas?" Tanya Syam dengan raut wajah bahagia karena sangat yakin itu adalah Kirana.
"Bisa, tapi saya antar hanya sampai depan gubuk ya mas, karena gubuknya terkenal angker, saya tidak berani" Kata laki-laki itu. Syam pun menyetujuinya, dengan penuh semangat dia mengikuti laki-laki itu dari belakang. Sekitar 15 menit berjalan, dia akhirnya sampai di gubuk yang dimaksud. Dia pun langsung masuk ke gubuk itu, walaupun awalnya bergidik ngeri melihat kondisi gubuk itu. Tapi memang dia tipikal orang yang tidak percaya dengan hal-hal mistis seperti itu, untuk itulah dia berani untuk masuk.
Benar saja, Kirana sedang terbaring lemah disana, dengan beberapa lecet dikakinya. Dia menggenggam tangan Kirana yang terlihat dingin.
"Bisa-bisanya dia tertidur di tempat seperti ini" Batin Syam kemudian menggendong Kirana keluar dari gubuk itu.
-Flashback Off-
Beberapa jam tertidur, Kirana terbangun dengan rasa sakit di beberapa bagian tubuhnya.
"Aku dimana? bukannya aku tadi di gubuk kecil itu" Batin Kirana saat melihat sekeliling. Dia merasa kecewa karena dia gagal lagi menjalankan rencananya. Saat ingin bangun, tangannya terasa sangat berat dan saat melihat ke sebelahnya, Syam terlihat sedang tidur sambil menggenggam tangan Kirana. Kirana pun berusaha menarik tangannya. Namun Syam malah menggenggam tangannya lebih erat.
"Jangan pergi lagi" Kata Syam dengan mata yang masih terpejam.
__ADS_1
-Bersambung-