
"Kalau begitu, aku ingin kalian menikah secepatnya" Kata Syam yang membuat Rian terkejut, namun dia tetap memilih diam dan mengikuti takdir yang ada didepannya sekarang.
"Namun, mengingat kalian masih SMA, aku akan mengadakan pernikahan tertutup untuk kalian, dan untuk masalah papa dan orang tuamu biar nanti aku yang berbicara padanya" Kata Syam.
Alya terlihat tersenyum karena rencananya berhasil. Sedangkan Rian hanya mengangguk lesu. Sementara Gladis hanya bisa menghembuskan nafasnya berat.
"Sekarang kalian semua pulang. Nanti biar Leon dan Luna yang akan mengantar kalian. Aku sangat lelah. Aku ingin beristirahat" Kata Syam. Mereka semua pun pergi dari tempat itu dengan perasaan yang berbeda-beda. Alya dengan senyuman yang mengembang. Rian dengan wajah lesu dan Gladis dengan perasaan bersalah.
Syam sangat yakin bahwa adiknya sedang membohonginya melihat tingkah Alya tadi. Tapi, dia pun tidak punya pilihan, karena ini salah satu cara untuk menjauhkan Rian dari Kirana.
"Kirana milikku dan hanya milikku" ucap Syam.
Setelah kepergian mereka, Syam langsung naik ke kamar Kirana. Kirana yang saat itu baru selesai menguping langsung berbaring di kasurnya setelah mendengar suara kaki seseorang mendekati kamarnya.
"Kau sudah tidur?" Tanya Syam saat masuk ke kamar Kirana. Kirana hanya diam saja sambil memejamkan matanya, pura-pura tertidur.
"Rupanya kau sudah tertidur" Kata Syam sambil tersenyum kemudian membaringkan tubuhnya di samping Kirana. Dia memeluk Kirana dari belakang kemudian menenggelamkan wajahnya di leher Kirana.
__ADS_1
Kirana bisa merasakan hembusan nafas Syam menerpa lehernya yang membuat tubuhnya meremang. Dia pura-pura menggeliat dan menjauhkan tubuhnya dari Syam. Syam tersenyum jahil, karena dia tahu Kirana hanya berpura-pura tertidur. Pikiran jahil pun mulai terlintas dikepalanya.
Dia mendekati Kirana kembali, Kemudian memeluk perut Kirana dan bermain-main disana.
"Hmmm" ucap Kirana namun tetap memejamkan matanya. Syam pun mendekatkan bibirnya ke telinga Kirana kemudian membisikkan sesuatu disana.
"Tidurlah yang benar. Kalau tidak, aku akan memakanmu sekarang" ucap Syam yang membuat Kirana langsung membuka matanya dan menyingkirkan tangan Syam diperutnya, menjauhkan tubuhnya sebisa mungkin.
"Haha, aku hanya bercanda" kata Syam. Namun Kirana menggeleng dan tetap membuat jarak dengan Syam. Dia bahkan merentangkan kakinya agar Syam tidak bisa mendekatinya. Syam memegang kaki Kirana yang membuat Kirana langsung menendang tangan Syam.
"Haha, kau segitu takutnya padaku. Aku tidak akan menyentuhmu sebelum kau lulus SMA" ucap Syam.
"Haha, kalau kau tidak ingin aku sentuh, aku tidak akan menyentuhmu" ucap Syam yang membuat Kirana langsung terdiam.
"Ku janji ya, kalau aku tidak ingin melakukannya, kau tidak akan melakukannya" ucap Kirana.
"Melakukan apa?" Tanya Syam pura-pura tidak mengerti.
__ADS_1
"Ya itu"Kata Kirana ragu.
"Itu apa?" Tanya Syam semakin menggoda Kirana karena melihat pipi Kirana yang mulai merona.
"Syammm!!!" teriak Kirana yang membuat tawa Syam lepas seketika. Kirana langsung cemberut dan manatap Syam kesal.
"Haha, Iya-iya. Aku tidak akan menyentuhmu atau memakanmu, sebelum ku mengizinkan, aku janji, sekarang aku hanya ingin istirahat sambil memelukmu. Aku sangat lelah, sini." Ucap Syam sambil menepuk-nepuk ranjang.
"Tidak mau" ucap Kirana sambil menutup beberapa bagian tubuhnya dengan bantal.
"Haha, aku tidak akan melakukannya. Aku kan sudah berjanji tadi. Sini cepat. Kalau tidak, aku akan benar-benar melakukannya" ucap Syam yang membuat Kirana langsung mendekat secara perlahan. Syam tersenyum kemudian menarik tubuh Kirana dan memeluk Kirana erat. Dia menenggelamkan wajah Kirana di dadanya sambil mengelus-elus rambutnya.
"Tidurlah, aku sudah berjanji untuk tidak akan melakukan apapun padamu" ucap Syam.
Kirana mengangguk kemudian membalas pelukan Syam.
Beberapa menit kemudian, mereka terlelap dengan posisi seperti itu.
__ADS_1
-Bersambung-