Terjerat Pesona Tuan Muda Posesif

Terjerat Pesona Tuan Muda Posesif
Panti


__ADS_3

Syam sedang mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Pikirannya sungguh hancur sekarang. Dia mengumpat sejadi-jadinya sambil mengendarai mobil ke suatu tempat dimana dia sering menenangkan dirinya. Tempat favorite nya sejak dulu yaitu taman bermain kanak-kanak yang sekarang sudah tidak berfungsi lagi.


Sesampainya disana, dia langsung memarkirkan mobil nya sembarang kemudian masuk ke taman itu. Dia mengambil tempat duduk di bangku samping ayunan kemudian merebahkan dirinya disana. Dia akan selalu melakukan itu jika pikirannya kacau atau ada masalah seperti ini.


"hhhuuuhhhh" dia terus menarik dan menghembuskan nya perlahan, berharap emosinya membaik. Hingga dia pun terlelap pada posisi seperti itu.


***


Sesampainya di panti, Kirana langsung disambut oleh seorang anak panti.


"Kakak, mau cari siapa?" Tanya gadis kecil itu


"Hallo, Anak manis. Kamu imut sekali, kakak mau mencari ibu panti" Kata Kirana sambil berjongkong dan memegang tangan Ira.


"Owh, kakak mau mencari Ibu Fatimah?" Tanya gadis kecil itu.


"Iya sayang, Oya perkenalkan nama kakak Kirana, kalau nama kamu siapa?" Tanya Kirana sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


"Aku Amira, tapi temen-temenku biasa manggil aku Rara" Kata Rara dengan suara imutnya sambil menjabat tangan Kirana.


"Oke Rara, senang berkenalan denganmu, ayo antar kakak ke ibu Fatimah" Kata Kirana tanpa menghilangkan senyuman diwajahnya yang kemudian dibalas anggukan oleh Rara. Mereka berjalan berdua bergandengan menuju ke pintu masuk.


"Ini kak ruangan ibu Fatimah, kakak masuk saja" Kata Rara.


"Terima kasih ya sayang" Ucap Kirana.


"Sama-sama kakak" Kata Rara kemudian pergi meninggalkan Kirana.


Kirana pun mengetok pintu ruangan itu hingga terdengar sautan dari dalam yang menyuruhnya masuk. Tanpa ragu dia langsung masuk dan tersenyum ketika seorang wanita paruh baya sedang melihatnya penuh tanda tanya.


"Kirana?" Tanya Ibu Fatimah. Kirana mengangguk kemudian mencium tangan Ibu Fatimah.

__ADS_1


"Kamu apa kabar nak?" Tanya ibu Fatimah. Matanya terlihat berkaca-kaca seperti terharu akan kehadiran Kirana disana. Wajah nya terlihat sudah tidak muda lagi, garis-garis di wajahnya terlihat jelas, sangat berbeda jauh dari ingatan Kirana saat kecil dulu.


"Kirana Baik Buk, Ibu apa kabar?" Tanya Kirana balik. Ibu Fatimah tersenyum dan mengatakan jika dia juga baik. Hingga obrolan mereka terus berlanjut, menanyakan sekolah, dll.


"Ibu sangat merindukanmu Nak, Oya apa yang membawamu kemari Nak?" Tanya Ibu Fatimah.


"Apakah ibu punya foto masa kecil Kirana sebelum kecelakaan?" Tanya Kirana.


"Buat apa Nak, bukannya itu sudah lama sekali" Kata buk Fatimah yang terlihat mulai takut jika masa lalu Kirana akan membuatnya terpukul lagi seperti dulu.


"Tidak apa-apa buk, Kirana hanya ingin memastikan sesuatu saja, karena sebagian ingatan Kirana mulai kembali Buk" Kata Kirana yang membuat Ibu Fatimah semakin khawatir.


"Memastikan apa Nak?" Tanya Ibu Fatimah.


"Ada deh, nanti aku akan kasi tahu Ibu kalau aku sudah melihat foto itu" Kata Kirana.


"Hmmm, baiklah, tunggu sebentar" Kata Ibu Fatimah yang membuat senyum Kirana mengembang. Setelah beberapa lama, Ibu Fatimah terlihat kembali dengan foto album ditangannya, dia pun langsung memberikannya pada Kirana.


"Halaman ke 5" Kata Ibu Fatimah, Kirana langsung mencari dan menemukan foto masa kecilnya bersama seorang remaja laki-laki. Sama persis seperti foto yang dia lihat di kamar Syam.


"Buk laki-laki ini siapa? dan dimana dia sekarang?" Tanya Kirana.


"Dia adalah anak dari donatur terbesar untuk panti ini. Ibu tidak tahu sekarang dia dimana, terakhir kali ibu bertemu dengannya saat kecelakaan yang menimpa kalian berdua waktu itu" Kata Ibu Fatimah.


"Lalu, apa hubunganku dengannya? kenapa kami terlihat begitu dekat?" Tanya Kirana lagi. Ibu Fatimah menghembuskan nafasnya berat. Dia begitu ragu menceritakan semuanya, dia takut kenangan masa lalu Kirana muncul terlalu banyak sehingga hal yang berusaha dia tutupi dulu terkuak lagi. Tapi dia juga tidak tega melihat wajah Kirana yang begitu penasaran akan jawaban darinya.


"Dia adalah teman masa kecilmu, kalian sangat dekat walaupun umur kalian terpaut cukup jauh. Sudah ya, bukunya ibu simpan lagi. Hari ini ibu ada tamu, kamu tmenin ibu siapkan kue di dapur saja yuk" Kata Ibu Fatimah mencoba mengalihkan.


"Hmmm, Baiklah buk. Padahal Kirana masih banyak pertanyaan. Tapi tidak apa-apa. Ibu siapkan sendiri saja ya. hehe. Kirana mau bermain-main sama anak panti dulu. Jarang-jarang kan Kirana kesini. Masak baru kesini langsung disuruh bantu buat kue" Kata Kirana sambil menunjukkan gigi-giginya.


"Dasar kamu ini. Ya sudah sana" Kata Ibu Fatimah yang langsung dibalas anggukan dan senyuman oleh Kirana. Kirana pun pergi meninggalkan Ibu Fatimah sendiri diruangan itu. Ibu Fatimah begitu lega, karena Kirana tidak menanyakan Ibu kandungnya.

__ADS_1


Setelah keluar dari ruangan itu, Kirana langsung disapa oleh Rara.


"Kak Kirana! tangkap aku" Kata Rara sambil berlari menuju Kirana. Kirana dengan sigap merentangkan tangannya dan menangkap tubuh Rara.


"Hampir saja wajah imut ini jatuh" Kata Kirana sambil mencubit gemas pipi Rara.


"Kakak sudah bertemu Ibu Fatimah?" Tanya Rara.


"Sudah sayang, ayo kita bermain" Kata Kirana.


"Ayo, ehh kita bermain diluar saja yuk kak, mumpung ada kakak pasti Ibu ngizinin" Kata Rara dengan suara gemasnya.


"Mau bermain kemana?" Tanya Kirana.


"Ke taman bermain dekat air mancur" Kata Rara.


"Baiklah ayo, tapi kakak izin dulu sama ibu ya" Kata Kirana. Rara pun mengangguk kemudian berlari memanggil teman-temannya untuk ikut juga.


Setelah meminta izin, Kirana langsung menyusul Rara dan lainnya. Mereka berangkat menuju ke sebuah taman bermain yang katanya sudah tidak berfungsi lagi, namun sesekali sering digunakan oleh anak panti jika mereka bosan dengan mainan dia panti. Karena di dekat taman itu ada air mancur yang indah sekali.


"Ayo kak Ayo" Kata anak-anak tersebut berebut memegang tangan Kirana. Mereka terlihat sudah tidak sabar melihat air mancur dan bermain perosotan.


Sesampainya di taman tersebut. Kirana langsung disuguhi oleh air mancur yang menjulang tinggi.


"Indah sekali" Kata Kirana saat melihat itu sedang anak-anak lainnya sudah berlarian ke taman bermain.


"tidak berfungsi, tapi kenapa masih cukup bagus begitu" Kata Kirana sambil menggeleng karena melihat tingkah anak-anak yang berlarian kesana kemari. Hingga matanya tertuju pada seorang laki-laki yang sedang terlelap di bangku panjang.


"Bisa-bisanya dia tidur disana" Kata Kirana kemudian mendekati laki-laki itu berniat membangunkannya karena dia berniat duduk di bangku itu.


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2