Terjerat Pesona Tuan Muda Posesif

Terjerat Pesona Tuan Muda Posesif
Baik-baik saja


__ADS_3

Bayangan anak perempuan tersenyum padanya sambil berlari kepelukannya membuat kepalanya semakin terasa sakit. Bahkan saat ini air matanya sudah keluar karena tidak kuasa menahannya. Hingga tiba-tiba,


"Brukkk" dia kehilangan kendali dan terjatuh dari tempat duduknya.


Leon yang sedang berada tidak jauh dari ruangan itu langsung berlari ketika mendengar suara berisik diruang kerja atasannya. Dia begitu kaget saat melihat Syam terkapar tidak berdaya di samping meja kerjanya.


"Tuan" teriak Leon kemudian berlari menghampiri Syam.


"Tuan bangun" ucap Leon sambil menepuk-nepuk pipi Syam. Namun tidak ada respon sama sekali. Dia pun bergegas membopong Syam ke sofa ruangan itu kemudian menelpon Dokter ahli langganan keluarganya.


"Hallo Aldo, datanglah ke rumah utama sekarang, tuan Syam tiba-tiba pingsan" Kata Leon. Aldo diseberang telpon tampak terkejut.


"Syam pingsan?" Tanya Aldo dari seberang telpon memastikan jika dia tidak salah dengar.


"Iya. Cepatlah. Jika dalam 5 menit kau tidak datang. Aku pastikan gelar dokterku akan dicabut" Kata Leon kemudian mematikan telepon dan langsung membuang sembarang Hpnya. Dia kembali fokus melihat Tuannya yang pingsan. Dia mencoba menepuk pipinya kembali berharap Syam bangun.


"Tuan, bangunlah, jangan pergi dengan cara seperti ini" ucap Leon sambil mengusap matanya yang sudah berair. Namun Syam tidak kunjung membuka matanya.


Hingga tepat 5 menit kemudian, Aldo terlihat datang bersama Luna dengan nafas yang sudah ngos-ngosan. Saat melihat Syam Aldo langsung bergegas mendekatinya.

__ADS_1


"Kenapa Syam bisa pingsan seperti ini?" Tanya Aldo sambil mengeluarkan perlengkapan dokter dari tasnya.


"Aku juga tidak tahu, aku tadi diluar, dan tiba-tiba aku mendengar suara berisik dari sini. Aku langsung berlari dan menemukan tuan sudah tidak sadarkan diri tergeletak dilantai" Kata Leon.


"Baiklah, aku coba periksa dulu" Kata Aldo dan mulai memeriksa Syam.


"Bagaimana?" Tanya Leon tidak sabaran.


"Dia sepertinya mengalami kelelahan. Dia hanya perlu istirahat beberapa saat. Aku akan memberikan resep. Kau berikan saat dia sadar" Kata Aldo yang membuat Leon bernafas lega.


"Baiklah, terima kasih" Kata Leon dan Aldo pun mengangguk.


"Tapi aku lebih sarankan kau membawanya kerumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut" Kata Aldo.


"Baiklah, Kau suruh saja dia istirahat. Jangan terlalu banyak pikiran. Sepertinya dia terlalu memaksakan otaknya untuk bekerja. Aku pergi dulu. Karena dirumah sakit juga sedang banyak pasein" Kata Aldo.


"Iya, Luna antarkan Aldo ke bawah" Kata Leon. Luna dan Aldo pun langsung pergi meninggalkan Leon disana.


"Aku pikir Syam sakit serius, aku sudah berlari marathon kesini sampai-sampai aku hampir jatuh tadi" keluh Aldo sambil berjalan bersama Luna disampingnya.

__ADS_1


"Tuan Syam benar-benar tidak apa-apa kan? karena ini pertama kalinya aku melihat dia pingsan seperti ini" Tanya Luna yang membuat Aldo berhenti sebentar.


"Iya, dia baik-baik saja, tenang saja, inii bukan pertama kalinya dia pingsan seperti ini. Aku mengenalnya sejak kecil. Sudah beberapa kali dia pingsan dulu. Aku akan menceritakan ini padamu, tapi kamu tidak boleh memberitahukan siapapun ya, karena pak Surya memintaku untuk merahasiakan ini" Kata Aldo sambil melihat Luna dari atas sampai bawah mencoba menilai pribadi Luna.


"Tidak, lebih baik aku tidak tahu daripada aku kena marah nantinya dan kehilangan pekerjaanku. Ayo aku antar kebawah" Ucap Luna kemudian berjalan terlebih dahulu meninggalkan Aldo.


"Haha, baru pertama kali ada yang menolak untuk diberitahu rahasia, wanita cerdas" batin Aldo dan tersenyum kemudian berjalan menyusuli Luna.


"Kau serius tidak mau tahu?" Tanya Aldo lagi mencoba menggoda Luna.


"Tidak" Kata Luna kemudian berjalan lebih cepat hingga mereka sampai di depan mobil Aldo.


"Baiklah jika kau tidak mau tahu, tapi jika kau berubah pikiran. Hubungi aku saja, tapi aku tidak berjanji untuk memberitahumu. Karena kesempatan tidak datang dua kali" Kata Aldo namun tidak diindahkan oleh Luna.


"Ya sudah, aku pergi dulu. Sampai bertemu lagi" Kata Aldo kemudian masuk kemobilnya dan melambaikan tangan pada Luna.


" Dasar pria aneh" ucap Luna dengan raut wajah kesal.


Setelah kepergian Aldo. Luna tampak terdiam, dia seperti memikirkan sesuatu.

__ADS_1


"Apa aku harus memberitahu nona tentang keadaan tuan saat ini? tapi jika tuan marah bagaimana? tapi nona pasti juga akan marah padaku jika tidak memberitahunya hal ini, aduh aku harus bagaimana?" ucap Luna sambil menarik rambutnya frustasi, namun pada akhirnya dia memutuskan untuk menelpon Kirana.


-Bersambung-


__ADS_2