Terjerat Pesona Tuan Muda Posesif

Terjerat Pesona Tuan Muda Posesif
Tatapan Kebencian


__ADS_3

"Kak Syam, hari ini aku boleh ke rumah Mama nggk? Aku sangat merindukannya" Kata Kirana yang saat ini baru selesai sarapan bersama Syam.


"Tidak boleh" Kata Syam. Kirana langsung cemberut.


"Tapi aku sangat merindukan Mama" Kata Kirana sambil tertunduk.


"Hmmm, baiklah-baiklah, kau boleh kesana asalkan" Ucap Syam terhenti dan digantikan dengan senyuman licik.


"Asalkan apa?" Tanya Kirana. Syam langsung menunjuk bibirnya.


"Apa? kau mau makan?" Tanya Kirana tidak mengerti.


"Cium aku" Kata Syam terus terang. Dia bahkan lupa jika disana juga ada Leon dan Luna. Mr dan Mrs jomblo yang terenyuh melihat romantisme tuan dan nonanya.


"Tidak mau" Kata Kirana tanpa pikir panjang.


"Ya sudah, kau tidak boleh kesana" kata Syam.


"Malu kak Syam" Kata Kirana sambil menutup wajahnya.


"Kau malu pada siapa?" Tanya Syam. Kirana langsung menunjuk Leon dan Luna yang sedang duduk sarapan di samping meja mereka.

__ADS_1


"Kalian berdua berbalik lah" Kata Syam dan mereka pun langsung berbalik. Syam melihat Kirana dan memberikan kode untuk mendekat.


Kirana tampak ragu namun akhirnya mengikuti kemauan Syam. Saat sudah di depan Syam. Syam langsung tersenyum dan menutup matanya.


"Cepatlah, aku harus ke kantor sekarang" Kata Syam.


"Tinggal ke kantor saja" Batin Kirana.


"Cepatlah" ucap Syam. Kirana pun mulai memajukan kepalanya mendekati Syam. Dia tampak ragu karena ini pertama kalinya dia akan mencium Syam terlebih dahulu. Dia memajukan bibirnya dan menutup matanya saat jarak wajah mereka semakin mendekat.


Syam yang merasakan hembusan nafas Kirana langsung membuka matanya dan menyatukan bibir mereka dan M******nya pelan yang membuat Kirana kaget dan dia menikmatinya. Syam tersenyum saat Kirana menerima permainannya.


Lama mereka pada posisi itu, hingga Syam kemudian melepaskannya dengan lembut karena Kirana terlihat mulai kelelehan bernafas.


"Oya, nanti kamu pergi ke rumah Mamamu bersamaku ya. Ada yang ingin ku sampaikan padanya" Kata Syam yang langsung di balas anggukan oleh Kirana


***


Hari ini adalah jadwal Alya untuk memilih baju pernikahannya. Dan pastinya, Rian tidak mungkin diwakilkan untuk ini. Karena akan sangat tidak lucu jika baju pernikahan Rian akan tidak muat saat hari H. Tidak mungkin kan jika dia menggunakan baju seragam SMA saat pernikahannya nanti.


Saat ini, Alya berusaha menghubungi Rian beberapa kali namun tidak ada jawaban. Sudah lebih dari 1 jam Alya menunggu di depan pintu rumahnya. Karena Rian kemarin berjanji untuk ikut menyiapkan pernikahannya kali ini.

__ADS_1


Tit Tit


Suara klakson mobil membuat Alya langsung tersenyum senang. Dia berlari menghampiri Rian dengan senyum mengembang dan kemudian masuk ke mobil.


"Terima kasih" Kata Alya saat Rian sudah menjalankan mobilnya. Namun Rian hanya diam saja sambil fokus menyetir mobil yang membuat Alya menghela nafas nya berat.


Di dalam perjalanan, Alya mencoba mengajak Rian berbicara, namun Rian hanya membalas seadanya atau bahkan tidak menjawab. Itu tidak membuat Alya menyerah, dia tetap tersenyum dan mencoba mencairkan suasana dingin diantara mereka beberapa hari ini.


"Yan, nanti kira-kira saat pernikahan kita, berapa tamu ya yang datang?" Kata Alya. Namun Rian hanya diam saja.


"Hmm, pasti sedikit, karena kamu kan tidak mau mengundang teman-teman sekolah kita, palingan yang datang keluarga saja, tapi tidak apa-apa deh, yang penting acara pernikahan kita lancar nanti" Kata Alya sambil tersenyum membayangkan pernikahannya nanti, sedangkan Rian hanya diam saja fokus menyetir.


"Oya, kak Syam juga pasti nanti akan datang dan akan menjadi pusat perhatian, apalagi jika mengajak Kirana" ucap Alya yang membuat Rian langsung menginjak rem mobil dengan keras.


Alya pun langsung terdorong ke depan, kemudian menutup mulutnya karena syok.


"Yan kenapa? hati-hati" Tanya Alya sambil memegang dadanya.


"Aku harap kau diam, jika kau berbicara lagi, aku tidak akan menemani mu mencari baju pernikahan" Kata Rian sambil mencekal bahu Alya keras, menatap Alya penuh kebencian.


"Aw sakit yan" rintih Alya yang membuat Rian langsung melepaskan tangannya dan melajukan mobilnya kencang. Alya langsung terdiam sambil mengelus bahunya yang masih terasa sakit.

__ADS_1


"Apa salahku Yan, kenapa kau terlihat begitu membenciku" batin Alya sambil mengusap pipinya yang mulai basah karena air mata.


-Bersambung-


__ADS_2