Terjerat Pesona Tuan Muda Posesif

Terjerat Pesona Tuan Muda Posesif
Jangan sampai Kau menyesal


__ADS_3

Matahari terlihat mengintip malu-malu dari celah gorden kamar Syam. Dia mengerjap matanya beberapa kali, memastikan bahwa hari ini memang sudah pagi. Dia pun berinisiatif untuk bangun, namun tangannya terasa berat karena Kirana yang masih terlelap dan menggunakan lengannya sebagai bantal. Dia langsung tersenyum saat melihat Kirana menggeliyat kecil saat merasakan pergerakan Syam.


"Pagi" Ucap Kirana sambil tersenyum yang saat itu baru membuka matanya.


"Pagi sayang" balas Syam sambil tersenyum menatap Kirana. Entah mengapa dia merasa begitu bahagia saat ini. Dia bahkan lupa bahwa dia pernah ingin menyakiti Kirana dan begitu membencinya dulu. Namun, dia bingung kenapa saat pertama kali bertemu Kirana dia merasakan ada sesuatu yang berbeda dengan Kirana sehingga dia melepaskannya waktu itu.


"Jangan menatapku seperti itu" Kata Kirana kemudian menutup mata Syam.


"Memangnya kenapa kalau aku menatapmu?" Tanya Syam sambil menarik tangan Kirana yang ada diwajahnya.


"Nanti kau jatuh cinta" Kata Kirana kemudian bangun untuk mandi.


"Kau mau kemana?" Kata Syam yang saat itu sudah menarik tangan Kirana.


"Mandi" ucap Kirana. Syam langsung tersenyum dan menarik tangan Kirana hingga Kirana terjatuh kedalam pelukan Syam.

__ADS_1


"Aku juga mau mandi, bagaimana jika..." Ucap Syam namun terhenti karena Kirana melepaskan dirinya secara paksa dari Syam dan berlari menuju kamar mandi kemudian menguncinya.


"Heyyy" teriak Syam kemudian tertawa.


Dikamar mandi, Kirana langsung terdiam dan memegang dadanya. Dia mengatai Syam beberapa kali karena senang sekali menggodanya.


"Benar-benar menyebalkan" Kata Kirana namun setelahnya tersenyum.


***


Alya terlihat tengah memilih cincin pernikahannya di salah satu toko perhiasan milik papanya. Dia tampak sendiri karena memang Rian menolak untuk ikut. Dia menghela nafasnya beberapa kali karena bingung mengambil cincin yang mana.


"Iya, calon suami saya sibuk" Kata Alya berkilah. Dia tersenyum miris saat melihat dua orang pasangan disampingnya yang juga sedang memilih cincin pernikahan.


"Hmmm, kalau begitu bagaimana jika saya bantu pilihkan cincin untuk pernikhan nona nanti" Tanya pegawai itu. Alya langsung mengangguk dan mengiyakan karena dia memang sudah tidak tahan melihat romantisnya pasangan disampingnya.

__ADS_1


Disisi lain, Rian tengah duduk di kamarnya sambil memandangi foto Kirana yang masih terpajang rapi di dinding kamarnya. Dia merutuki nasibnya yang 1 Minggu lagi akan mengadakan pernikahan dengan Alya.


"Yan, sampai kapan kau akan memajang foto Kirana disana. 1 Minggu lagi kau akan menikah. Bukannya membantu calon istrimu menyiapkan pernikahan kau malah Disini memandangi mantan pacarmu, ckck" Kata Rido sahabat Rian. Rian diam saja sambil terus menatap kosong ke arah foto Kirana.


"Sudahlah, percuma menasehatimu. Masuk telinga kanan keluar telinga kiri" Tambah Rido.


"Kau tidak tahu apa yang aku rasakan" Kata Rian kemudian.


"Hey bro, aku memang tidak pernah mengalami apa yang kaau alami sekarang. Tapi, bukannya tidak baik berlarut-larut mengingat masa lalu. Hidup ini terus berjalan, jika kau seperti ini terus. Kau tidak akan berkembang, dan aku yakin kamu akan menyesalinya nanti" Kata Rido. Namun, Rian diam saja karena dia sudah sering mendengar nasehat itu dari sahabatnya itu.


"Yang aku lihat, Alya begitu mencintaimu. Jika kau memang tidak mencintainya, setidaknya hargai dia. Pesanku, jangan sampai kau menyesal saja nanti. Aku pulang dulu. Percuma berbicara denganmu. Aku seperti berbicara dengan batu" Kata Rido kemudian berlalu pergi meninggalkan Rian yang masih terdiam sambil mencoba mencerna ucapan Rido tadi.


-Bersambung-


Terima kasih semuanya atas antusiasnya membaca cerita ini, Maaf ya belum bisa update sering-sering karena ada beberapa pekerjaan yang harus author selesaikan.

__ADS_1


semoga suka ya ceritanya🤗


happy reading all❤️


__ADS_2